Soft Skill Adalah : Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Soft skill merupakan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain di lingkungan kerja atau kehidupan sehari-hari!

Dalam dunia kerja, soft skill dan hard skill sangat dibutuhkan oleh perusahaan maupun instansi, dan keduanya sudah melekat hingga dulu. Mengapa? Karena yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja adalah keterampilan atau kemampuan seseorang. Tanpa adanya kemampuan, perusahaan tidak akan berkembang dan maju. Sejatinya, sebuah kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu adalah tolak ukur atau penilaian dari perusahaan terkait apakah individu tersebut dapat berkontribusi untuk mengembangkan perusahaan atau tidak. Soft skill, atau keterampilan interpersonal, menjadi landasan yang tak terpisahkan dalam mencapai karier yang sukses dan berkelanjutan.

Selain hard skill, soft skill yang kuat dapat membantu seseorang berinteraksi dengan efektif dalam lingkungan kerja yang beragam. Keterampilan komunikasi yang baik, kepemimpinan yang efektif, kemampuan beradaptasi, dan empati adalah contoh nyata dari soft skill yang menjadi pondasi dalam membangun hubungan profesional yang kuat dan berkelanjutan. Soft skill adalah keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain, seperti komunikasi dan kepemimpinan.

Artikel ini akan merinci terkait pengertian soft skill, cara-cara untuk mengembangkannya, dan memberikan pandangan tentang bagaimana penerapan soft skill ini dapat memperkuat produktivitas individu serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan harmonis. Dengan pemahaman yang mendalam tentang nilai soft skill ini, pembaca akan dapat merancang perjalanan karier yang sukses dan memperoleh keunggulan yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja modern yang penuh tantangan.

Ringkasan

  • Soft skill adalah keterampilan non-teknis atau interpersonal yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan berhubungan dengan orang lain di lingkungan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari.
  • Beberapa langkah untuk meningkatkan soft skill yaitu  kesadaran diri terkait kelemahan yang dimilikinya, praktik, observasi, membaca buku, memperbaiki cara berkomunikasi dan manajemen waktu.
  • Tips menulis soft skill di cv yaitu menulis soft skill yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, menggunakan bahasa yang baik, sertakan bukti yang nyata, singkat dan padat.
  • Contoh soft skill yaitu komunikasi, problem solving, networking, kepemimpinan, adaptasi, kreativitas, kerja sama tim, berpikir kritis dan lain sebagainya.

Lihat Juga : Gaji PNS dan Tunjangan

Pengertian soft skill

Pengertian Soft Skill
Sumber Gambar : apuedge.com

Soft skill adalah keterampilan non-teknis atau interpersonal yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan berhubungan dengan orang lain di lingkungan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini mencakup berbagai aspek, seperti kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal, kepemimpinan, keterampilan berkolaborasi, empati, ketahanan diri, kemampuan untuk mengelola konflik, dan banyak lagi.

Dalam konteks profesional, soft skill sangat penting karena mereka memengaruhi bagaimana seseorang bekerja sama dengan rekan kerja, memecahkan masalah, memimpin tim, dan beradaptasi dengan perubahan dalam dunia kerja yang terus berubah. Soft skill juga dapat memengaruhi produktivitas, motivasi, dan kesejahteraan karyawan, serta dapat menjadi faktor penentu kesuksesan dalam karier.

Sementara keterampilan teknis (hard skill) penting untuk menjalankan tugas-tugas khusus dalam pekerjaan, soft skill membantu seseorang menjadi profesional yang efektif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam berbagai konteks dan situasi.

Lihat Juga : Gaji TNI AD dan Tunjangan

Bagaimana cara untuk meningkatkan soft skill?

Cara Meningkatkan Soft Skill
Sumber Gambar : forbes.com

Meningkatkan soft skill memerlukan usaha dan kesadaran diri. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda meningkatkan soft skill Anda:

  1. Kesadaran Diri (Self-Awareness) – Pertama, kenali diri Anda dengan baik. Pahami kekuatan dan kelemahan Anda dalam berbagai soft skill. Ini akan membantu Anda menentukan area yang perlu ditingkatkan.
  2. Pelatihan dan Pendidikan – Ikuti pelatihan, kursus, atau seminar yang fokus pada pengembangan soft skill tertentu. Ini dapat mencakup pelatihan komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, atau manajemen stres.
  3. Praktik – Terus-menerus praktikkan soft skill dalam berbagai situasi. Misalnya, berbicara di depan umum untuk meningkatkan kemampuan berbicara atau mengambil peran kepemimpinan dalam proyek tim untuk mengasah keterampilan kepemimpinan.
  4. Observasi dan Pembelajaran dari Orang Lain – Amati orang-orang yang memiliki soft skill yang kuat dan pelajari cara mereka berinteraksi dan menangani situasi. Anda dapat mengambil inspirasi dan belajar dari pengalaman mereka.
  5. Umpan Balik – Minta umpan balik dari rekan kerja, atasan, atau teman-teman yang dapat memberikan wawasan tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan soft skill Anda. Terbuka terhadap kritik konstruktif.
  6. Baca Buku dan Materi Sumber Lainnya – Buku, artikel, dan sumber-sumber lainnya dapat memberikan wawasan tambahan tentang pengembangan soft skill. Bacalah materi yang relevan dengan keterampilan yang ingin Anda tingkatkan.
  7. Latihan Empati – Untuk mengembangkan empati, berusaha untuk memahami pandangan dan perasaan orang lain. Dengarkan dengan baik, pertimbangkan perspektif mereka, dan berbicaralah dengan empati.
  8. Perbaiki Komunikasi – Berlatihlah untuk berbicara dan menulis dengan jelas, jujur, dan efektif. Ini meliputi penguasaan bahasa tubuh, intonasi suara, dan ekspresi wajah yang sesuai.
  9. Manajemen Waktu – Pelajari teknik manajemen waktu untuk meningkatkan produktivitas dan menghindari stres. Buat jadwal, prioritas, dan tenggat waktu yang realistis.
  10. Kesabaran dan Ketekunan – Ingatlah bahwa pengembangan soft skill memerlukan waktu. Tetap bersabar dan tekun dalam usaha Anda untuk memperbaiki diri.

Meningkatkan soft skill adalah investasi dalam perkembangan pribadi dan profesional Anda. Dengan dedikasi dan latihan yang konsisten, Anda dapat mengembangkan keterampilan interpersonal yang kuat yang akan memberikan manfaat sepanjang karier dan kehidupan Anda.

Lihat Juga : UMR Jabodetabek Terbaru

Apa manfaat soft skill bagi diri sendiri dan perusahaan?

Manfaat Memiliki Soft Skill
Sumber Gambar : jobstreet.com

Soft skill memiliki manfaat yang signifikan bagi individu dan perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pengembangan soft skill:

Manfaat bagi Diri Sendiri

Berikut adalah beberapa manfaat soft skill untuk diri sendiri, yaitu:

  1. Kesuksesan dalam Karier – Soft skill, seperti kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, dapat membantu individu untuk menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka, meningkatkan peluang promosi, dan mencapai kesuksesan dalam karier.
  2. Keseimbangan Hidup-Kerja – Pengembangan soft skill seperti manajemen waktu dapat membantu individu menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup.
  3. Kemampuan Beradaptasi – Soft skill membantu individu untuk lebih fleksibel dan siap menghadapi perubahan dalam dunia kerja yang terus berubah. Ini dapat membantu dalam mengatasi tantangan dan menjawab perubahan dengan lebih baik.
  4. Hubungan Sosial yang Kuat – Soft skill, seperti empati dan manajemen konflik, dapat meningkatkan hubungan sosial individu, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.
  5. Kepemimpinan yang Efektif – Pengembangan soft skill kepemimpinan membantu individu untuk menjadi pemimpin yang lebih baik, baik dalam peran formal maupun informal.

Manfaat bagi Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa manfaat soft skill untuk perusahaan, yaitu:

  1. Tim yang Lebih Efisien – Karyawan yang memiliki soft skill yang kuat dapat bekerja lebih baik dalam tim, berkolaborasi dengan efektif, dan mencapai tujuan bersama dengan lebih baik.
  2. Karyawan yang Produktif – Soft skill seperti manajemen waktu dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi dengan lebih cepat.
  3. Pengurangan Konflik – Keterampilan manajemen konflik dapat membantu mengurangi konflik di tempat kerja, menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis.
  4. Pengembangan Karyawan – Perusahaan dapat mendukung pengembangan karyawan dengan melatih dan mengembangkan soft skill mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan retensi karyawan.
  5. Keunggulan Bersaing – Perusahaan yang memiliki karyawan dengan soft skill yang kuat memiliki keunggulan kompetitif di pasar, karena mereka dapat beradaptasi dengan lebih baik dengan perubahan dan lebih efektif dalam berinteraksi dengan pelanggan dan mitra bisnis.

Secara keseluruhan, soft skill membantu individu mencapai potensi penuh mereka dalam karier dan kehidupan pribadi, sementara juga memberikan keuntungan penting bagi perusahaan dalam hal produktivitas, retensi karyawan, dan daya saing di pasar.

Lihat Juga : UMR Tertinggi dan Terendah di Indonesia

Tips menulis soft skill di CV

Contoh Surat Lamaran Magang
Sumber Gambar : coursera.org

Menulis tentang soft skill di CV Anda adalah cara yang efektif untuk menunjukkan kepada calon pemberi kerja bahwa Anda memiliki kualitas interpersonal yang berharga. Berikut adalah beberapa tips untuk menulis soft skill di CV Anda:

  1. Pilih Soft Skill yang Relevan – Pilih soft skill yang paling relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Baca deskripsi pekerjaan dengan cermat dan pilih skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  2. Gunakan Bahasa yang Spesifik – Jangan hanya mencantumkan kata-kata umum seperti “kemampuan komunikasi yang baik” atau “kemampuan kepemimpinan.” Sebaliknya, berikan contoh konkret yang mendukung klaim Anda. Misalnya, “Mengkoordinasi tim proyek dan memfasilitasi pertemuan untuk mencapai tujuan proyek” adalah contoh konkret untuk kemampuan kepemimpinan.
  3. Berikan Bukti Nyata – Sertakan pencapaian konkret atau pengalaman yang menunjukkan penggunaan soft skill Anda. Jika Anda memiliki penghargaan, sertifikat, atau testimonial yang mendukungnya, itu akan lebih baik.
  4. Gunakan Tense yang Tepat – Ketika Anda menggambarkan pengalaman Anda, gunakan tense yang tepat. Misalnya, jika Anda masih memiliki peran yang relevan, gunakan tense sekarang (“Mengelola tim proyek”). Jika Anda merujuk pada pengalaman masa lalu, gunakan tense masa lalu (“Memimpin tim proyek yang berhasil”).
  5. Penyusunan yang Rapi – Pastikan penyusunan CV Anda rapi dan mudah dibaca. Gunakan bullet point untuk menyusun daftar soft skill Anda agar mudah diidentifikasi.
  6. Jangan Terlalu Panjang – Hindari mencantumkan terlalu banyak soft skill. Pilih beberapa yang paling relevan dan kuat. CV Anda harus singkat dan padat.
  7. Konteks yang Jelas – Jika mungkin, berikan konteks singkat tentang bagaimana Anda mengembangkan atau menggunakan soft skill tersebut. Misalnya, jika Anda menyebutkan kemampuan beradaptasi, jelaskan bagaimana Anda berhasil mengatasi situasi perubahan yang signifikan di tempat kerja.

Lihat Juga : Arti Hustle Culture

Contoh menulis soft skill di CV

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris
Sumber Gambar : legit.ng

Berikut ini contoh untuk menulis soft skill di CV (Curriculum Vitae) dan menyertakan dengan bukti, yaitu:

  1. Kemampuan Komunikasi yang Baik
    Memimpin pertemuan tim mingguan dan menghasilkan laporan proyek yang terperinci untuk memastikan semua anggota tim tetap terinformasi.
  2. Kepemimpinan
    Memimpin tim penjualan selama 2 tahun, mencapai target penjualan bulanan secara konsisten.
  3. Kemampuan Beradaptasi
    Merespons dengan cepat terhadap perubahan permintaan pelanggan dan mengubah strategi pemasaran untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  4. Decision Making
    Mengambil keputusan secara tepat berdasarkan dengan analisis pasar dan tetap menyesuaikan keuangan perusahaan agar harga saham perusahaan terhadap bursa efek selalu stabil.
  5. Problem Solving
    Mengalami krisis keuangan, langkah saya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan cara mencatat penghasilan dan pengeluaran yang ada.

Dengan cara ini, Anda akan dapat menunjukkan soft skill Anda dengan cara yang konkret dan meyakinkan kepada pemberi kerja potensial. Ingatlah untuk selalu jujur dalam menyusun CV Anda dan siap memberikan contoh konkret saat wawancara kerja jika diminta.

Lihat Juga : Arti Deadline

Apa saja contoh soft skill dalam dunia kerja?

Contoh Soft Skill Dalam Dunia Kerja
Sumber Gambar : readytrainingonline.com

Ketahui apa saja soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Anda harus memiliki soft skill ini jika ingin diterima kerja, di antaranya:

1. Komunikasi

Seperti yang dikutip dari The Balance Careers, kemampuan berkomunikasi menjadi unsur kunci dalam hampir setiap pekerjaan. Oleh karena itu, penting untuk secara teratur mengembangkannya.

Berikut beberapa keterampilan yang dapat Anda perbaiki:

  • mendengar aktif
  • negosiasi
  • public speaking
  • storytelling
  • komunikasi nonverbal
  • komunikasi verbal
  • presentasi
  • organisasi

2. Problem Solving

Dikutip dari glints.com, perusahaan tentu sangat menghargai orang-orang yang mempunyai kemampuan problem solving atau memecahkan masalah dengan baik.

Soft skill di bidang problem solving misalnya adalah:

  • kreativitas
  • research
  • manajemen risiko
  • kerja sama tim
  • berpikir kritis

3. Kepemimpinan

Kemampuan kepemimpinan/leadership juga sangat penting untuk dimiliki, meskipun kamu bukan seorang manajer ataupun pemimpin perusahaan.

Pasalnya, perusahaan ingin mengetahui seberapa cerdas kamu dalam mengambil keputusan. Berikut ada beberapa keterampilan dalam leadership:

  • manajemen konflik
  • delegasi
  • membuat keputusan
  • manajemen proyek
  • mentoring

4. Adaptasi

Seberapa cepat kamu beradaptasi dengan lingkungan baru? Memiliki kemampuan adaptasi sangat penting, terlebih jika kamu bekerja di perusahaan yang pergerakannya sangat dinamis.

Berikut kemampuan adaptasi yang bisa kamu pelajari:

  • konsistensi
  • organisasi
  • optimisme
  • fleksibel
  • komunikasi

5. Etika Kerja

Etika kerja merupakan aspek yang sangat vital bagi karyawan untuk mendapatkan penilaian yang baik dari manajer atau atasan. Dengan memperkuat etika kerja Anda, Anda telah berhasil membina relasi positif dengan atasan dan rekan-rekan kerja dalam tim.

Inilah beberapa kemampuan yang terkait dengan etika kerja:

  • integritas
  • gigih
  • manajemen waktu
  • perhatian yang detail
  • Teamwork

6. Decision Making

Dilansir dari info.populix.co, Saat bekerja, Anda tentu tidak bisa terus-terusan mengandalkan orang lain, bukan? Oleh karena itu, penting sekali untuk memiliki kemampuan decision making atau pengambilan keputusan secara tepat. Contoh soft skill ini umumnya merupakan keahlian utama yang wajib dimiliki oleh seorang manajer di perusahaan besar.

7. Time Management

Time management atau manajemen waktu merupakan jenis soft skill selanjutnya yang penting untuk dimiliki pekerja. Istilah satu ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk menggunakan waktu secara efektif atau produktif.

Mengapa skill ini dibutuhkan? Sebab, ketika pekerjaan sedang menumpuk, akan lebih mudah bagimu untuk fokus pada setiap tugas bila memiliki kemampuan time management. Di lingkungan kerja, keterampilan ini juga sangat membantu dan bisa menghasilkan lebih banyak kesuksesan serta produktivitas kerja.

8. Conflict resolution

Jenis soft skill lain yang perlu dikuasai oleh pekerja profesional adalah conflict resolution. Kemampuan ini mengacu pada proses di mana pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan dapat mencapai kesepakatan dan menyelesaikan konflik mereka.

Skill satu ini bisa membantu pekerja dalam menengahi ketidaksepakatan bersama rekan-rekan di kantor. Bahkan, di tempat kerja, para karyawan pun bisa menjadi mediator dalam konflik bila memiliki skill ini. Menarik bukan?

9. Berpikir kritis

Selanjutnya, contoh soft skill adalah problem solving dan critical thinking. Ya, setiap perusahaan pasti sangat menghargai orang-orang yang memiliki kemampuan memecahkan masalah serta berpikir kritis. Hal ini berkaitan dengan keterampilan menganalisis, berpikir logis, kreatif, dan juga rasa ingin tahu yang tinggi. Kemampuan berpikir kritis memiliki aspek khusus yaitu:

  • riset dan analisis data
  • mempertimbangkan semua kemungkinan pilihan dan hasilnya
  • mencegah risiko

10. Networking

Contoh soft skill adalah networking. Tahukah Anda, memiliki networking yang luas ternyata sangat berguna dalam membangun sebuah karir, lho. Sebab, semakin besar networking yang Anda bangun, maka semakin banyak juga peluang atau kesempatan datang menghampiri.

11. Kerja Sama Tim

Kemampuan berkolaborasi dalam tim melibatkan bekerja bersama orang lain dengan menunjukkan empati, berkomunikasi dengan baik, dan berupaya mencapai tujuan bersama.

Penting untuk dimiliki karena di lingkungan kerja, seringkali tugas-tugas dapat diselesaikan dengan lebih efisien ketika Anda bekerja dalam tim.

Contoh dari keterampilan ini melibatkan memberikan kontribusi dalam menyelesaikan tugas tim, aktif dalam pertemuan, memenuhi tenggat waktu, serta menghargai pendapat dan kontribusi dari rekan-rekan tim.

12. Dependability

Dikutip dari Indeeddependability merupakan kemampuan untuk bisa diandalkan dalam situasi apapun.

Dalam arti lain, kamu bisa memenuhi harapan terkait kemampuan yang kamu miliki. Kemampuan ini termasuk di dalamnya:

  • melakukan pekerjaan dengan baik
  • menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline
  • aktif dalam rapat
  • membantu rekan kerja saat dibutuhkan

13. Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan ide baru yang inovatif dan menjanjikan. Banyak aspek dalam pekerjaan yang tentunya memerlukan soft skill ini.

Kemampuan kreatif ini bisa digunakan dalam berbagai bentuk menyesuaikan bidang pekerjaan. Biasanya, kreativitas ini dilakukan dengan soft skill lain seperti komunikasi dan problem solving.

Lihat Juga : Arti Mind Mapping

Penutup

Dalam dunia yang terus berubah dan semakin terhubung, soft skill bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam mengukir karier yang sukses dan hubungan sosial yang kuat. Dengan mengembangkan soft skill yang tepat, kita dapat menjadi individu yang lebih efektif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan kepercayaan diri. Oleh karena itu, mari berinvestasi dalam pengembangan diri untuk memupuk keterampilan-keterampilan ini, karena mereka tidak hanya memengaruhi bagaimana kita bekerja, tetapi juga bagaimana kita hidup.

Apa perbedaan antara soft skill dan hard skill?

Soft skill adalah keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain, seperti komunikasi dan kepemimpinan. Hard skill adalah keterampilan teknis yang spesifik terkait dengan pekerjaan tertentu, seperti pemrograman komputer atau keahlian dalam bahasa asing.

Mengapa soft skill penting dalam dunia kerja?

Soft skill penting dalam dunia kerja karena mereka memengaruhi cara seseorang berkolaborasi dengan rekan kerja, menyelesaikan masalah, dan berinteraksi dengan baik dalam lingkungan kerja yang beragam. Mereka juga membantu meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

Bagaimana cara mengukur kemajuan dalam pengembangan soft skill?

Pengukuran kemajuan dalam pengembangan soft skill dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti mendapatkan umpan balik dari rekan kerja atau atasan, melakukan evaluasi diri secara berkala, serta mengikuti pelatihan atau kursus yang mengukur perkembangan dalam keterampilan tertentu. Hasil positif dalam interaksi tim, kemampuan untuk mengatasi konflik dengan lebih baik, atau peningkatan dalam kemampuan berbicara di depan umum dapat menjadi indikator kemajuan dalam soft skill.


Penulis : Elly Abriyanti Widyaningrum | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Artikel terkait

Pengertian Teknologi

Contoh Surat

Elly Abriyanti Widyaningrum

Elly Abriyanti Widyaningrum adalah penulis artikel di dianisa.com yang berfokus pada topik umum, seperti lifestyle, pendidikan, dan lainnya. Selain menjadi penulis lepas, ia juga seorang tutor privat, content planner dan executive administrasi di Distributor Utama SR12 Skincare.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Cara Mengatasi HP OPPO Bootloop

    Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi HP OPPO yang bootloop, stuck di logo!
  2. 15 Cara Mengatasi Aplikasi Tidak Bisa Minimize di Windows 11, 10, 8, 7

    Coba restart Windows Explorer dan menonaktifkan opsi "Tablet mode" untuk mengatasi aplikasi tidak bisa di minimize
  3. 10 Cara Mengatasi Tombol Power HP Rusak

    Simak beberapa tips memperbaiki tombol power HP yang rusak berikut ini!