Software Testing Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Manfaat, dan Gaji!

Software testing merupakan sebuah proses evaluasi perangkat lunak komputer sebelum digunakan!

Dalam dunia pengembangan perangkat lunak yang semakin kompleks dan dinamis, peran pengujian perangkat lunak menjadi semakin krusial. Pengujian perangkat lunak merupakan proses kritis yang mendukung pemastian kualitas dan keandalan perangkat lunak sebelum dipublikasikan kepada pengguna akhir. Secara esensial, pengujian perangkat lunak adalah tahap ketika perangkat lunak menjalani serangkaian pengujian dan evaluasi yang cermat untuk memastikan bahwa ia memenuhi persyaratan fungsional dan non-fungsional yang telah ditentukan, serta dapat beroperasi dengan baik dalam berbagai skenario dan lingkungan.

Pentingnya pengujian perangkat lunak tidak hanya terletak pada penemuan dan perbaikan bug atau masalah yang mungkin ada dalam perangkat lunak, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan pengguna, mengoptimalkan kinerja, dan meminimalkan risiko terkait keamanan. Oleh karena itu, pengujian perangkat lunak bukanlah sekadar tahap tambahan dalam pengembangan perangkat lunak, melainkan merupakan bagian integral dari siklus pengembangan yang harus dilakukan secara teliti dan sistematis demi menghadirkan produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi. Ingin mengetahui lebih lanjut terkait apa itu Software Testing? Simak informasi di bawah ini!

Ringkasan

  • Pengujian perangkat lunak dimulai seiring dengan perkembangan komputer pada tahun 1940-an dan 1950-an.
  • Software testing adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi perangkat lunak komputer guna memastikan bahwa perangkat lunak tersebut berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, dan bekerja dengan baik dalam berbagai situasi.
  • Tujuan utama dari pengujian perangkat lunak adalah untuk menemukan kecacatan atau bug dalam perangkat lunak sehingga mereka dapat diperbaiki sebelum perangkat lunak tersebut dilepaskan kepada pengguna akhir.
  • Jenis Software Testing yaitu Software Testing Life Cycle, Manual Testing, Automation Testing, Perfomance Testing, Regression Testing, Statistic Testing, dan Dynamic Testing.
  • Pengujian perangkat lunak membantu mengidentifikasi dan menghilangkan bug, kesalahan logika, dan masalah lainnya dalam perangkat lunak, sehingga meningkatkan kualitasnya.
  • Gaji seorang Software Testing berkisar Rp.9.187.555 juta per bulan

Lihat Juga : PP Couple Anime

Sejarah Software Testing

Sejarah Software Testing
Sumber Gambar : mccollege.edu

Dikutip dari ibm.com, Pengujian perangkat lunak muncul bersamaan dengan pengembangan perangkat lunak, yang dimulai tepat setelah perang dunia kedua. Ilmuwan komputer Tom Kilburn dikreditkan dengan menulis perangkat lunak pertama, yang memulai debutnya pada tanggal 21 Juni 1948, di Universitas Manchester di Inggris. Itu melakukan perhitungan matematis menggunakan instruksi kode mesin.

Sejarah pengujian perangkat lunak mencakup perkembangan yang panjang dan beragam dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan keandalan perangkat lunak komputer. Berikut adalah rangkuman singkat tentang sejarah pengujian perangkat lunak:

  • Awal Perkembangan – Pengujian perangkat lunak dimulai seiring dengan perkembangan komputer pada tahun 1940-an dan 1950-an. Pada awalnya, perangkat lunak dan perangkat keras tidak dibedakan, dan banyak pengujian berfokus pada perangkat keras.
  • Dawn of Debugging – Pada tahun 1947, Grace Hopper adalah salah satu pionir dalam pengembangan metode debugging. Dia menemukan bug pertama dalam komputer Harvard Mark II, yaitu seekor ngengat yang terjebak di dalam relay. Istilah “debugging” masih digunakan hingga saat ini.
  • Pengujian dengan Metode Manual – Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengujian perangkat lunak dilakukan secara manual. Programmer akan menjalankan program dan mencatat hasilnya, mencoba menemukan masalah yang mungkin ada dalam kode.
  • Perkembangan Metode Pengujian – Pada tahun 1960-an, metode pengujian yang lebih formal mulai muncul. Ini mencakup pengujian aliran data, pengujian kesalahan sintaks, dan pengujian unit.
  • Pengembangan Alat Pengujian – Pada tahun 1970-an, alat pengujian otomatis pertama mulai dikembangkan. Alat seperti “The Automated Test Tool” dan “The Random Testing Tool” memungkinkan pengujian otomatis pada tingkat tertentu.
  • Pengembangan Metodologi Pengujian – Pada tahun 1980-an, metodologi pengujian yang lebih terstruktur mulai muncul. Model pengembangan perangkat lunak seperti model air terjun (waterfall) dan model siklus hidup perangkat lunak (software development life cycle) mencakup fase-fase pengujian yang lebih terinci.
  • Era Pengujian Otomatis – Pada tahun 1990-an, pengujian otomatis menjadi semakin penting dengan munculnya alat pengujian otomatis yang lebih canggih. Ini memungkinkan pengujian yang lebih efisien dan mendalam.
  • Pengujian Terus Menerus (Continuous Testing) – Pada abad ke-21, dengan perkembangan metodologi pengembangan seperti Agile dan DevOps, pengujian terus menerus menjadi lebih terintegrasi dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Ini memungkinkan pengujian untuk berjalan sepanjang waktu selama pengembangan, bukan hanya pada akhir.
  • Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pengujian – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang lebih canggih menjadi tren dalam pengujian perangkat lunak. Ini memungkinkan identifikasi dan perbaikan masalah dengan lebih cepat dan akurat.
  • Pengujian di Era Cloud dan Mobile – Dengan perkembangan teknologi cloud computing dan perangkat mobile, pengujian telah berkembang untuk mencakup pengujian perangkat lunak yang berjalan di lingkungan yang lebih kompleks dan beragam.

Lihat Juga : PP Couple Panda

Apa itu software testing?

Apa itu Software Testing
Sumber Gambar : sefe-mt.com

Menurut kementerian perindustrian, software testing adalah sebuah metode yang dijalankan oleh perusahaan untuk memeriksa apakah aplikasi sudah sesuai dengan persyaratan yang diharapkan ataupun belum, Selain itu software testing juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang telah dibuat bebas dari kerusakan ataupun cacat.

Jadi, singkatnya pengujian perangkat lunak (software testing) adalah proses yang digunakan untuk mengevaluasi perangkat lunak komputer guna memastikan bahwa perangkat lunak tersebut berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, dan bekerja dengan baik dalam berbagai situasi.

Metode ini melibatkan sebuah proses pemeriksaan komponen dan juga sistem software dengan menggunakan alat manual dan juga otomatis, meskipun software testing sudah lama digunakan namun beberapa developer lebih suka menganggap software testing menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan.

Tujuan utama dari pengujian perangkat lunak adalah untuk menemukan kecacatan atau bug dalam perangkat lunak sehingga mereka dapat diperbaiki sebelum perangkat lunak tersebut dilepaskan kepada pengguna akhir. Proses pengujian ini penting untuk meningkatkan kualitas, keandalan, dan keamanan perangkat lunak.

Proses pengujian perangkat lunak melibatkan pengembangan rencana pengujian, pembuatan kasus pengujian, pelaksanaan pengujian, pelaporan hasil, dan kemudian pemantauan perangkat lunak setelah diluncurkan. Ada berbagai jenis pengujian perangkat lunak, termasuk pengujian fungsional, pengujian non-fungsional (seperti pengujian kinerja, keamanan, dan kompatibilitas), serta berbagai metode pengujian seperti pengujian manual dan otomatis. Kombinasi berbagai jenis dan metode pengujian biasanya digunakan untuk mencakup aspek-aspek berbeda dari perangkat lunak.

Lihat Juga : Foto Profil WA Kosong

Beberapa tujuan utama dari Software Testing

Tujuan Melakukan Software Testing
Sumber Gambar : fdmgroup.com
  1. Memastikan Kualitas – Pengujian membantu memastikan bahwa perangkat lunak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, termasuk kinerja, keandalan, dan keamanan.
  2. Mengidentifikasi Bug – Pengujian bertujuan untuk mengidentifikasi bug atau masalah dalam perangkat lunak, seperti kesalahan logika, kerentanannya terhadap serangan, atau masalah kinerja.
  3. Validasi – Pengujian memvalidasi bahwa perangkat lunak memenuhi persyaratan fungsional dan non-fungsional yang telah ditetapkan dalam spesifikasi perangkat lunak.
  4. Memastikan Kepuasan Pengguna – Pengujian membantu memastikan bahwa perangkat lunak memberikan pengalaman yang baik kepada pengguna akhir dengan memastikan bahwa semua fitur berfungsi dengan benar.
  5. Meminimalkan Risiko – Pengujian membantu mengurangi risiko potensial yang terkait dengan penggunaan perangkat lunak yang bermasalah, seperti kerugian data atau masalah keamanan.
  6. Peningkatan Reputasi – Perangkat lunak yang telah melalui pengujian yang cermat cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata pengguna.

Lihat Juga : Foto Profil WA Keren

Apa saja jenis dari Software Testing?

Jenis Software Testing
Sumber Gambar : startexsoftware.com

Dikutip dari laman kementerian perindustrian, terdapat beberapa jenis dari software testing. Jadi, sebelum melakukan testing Anda harus mengetahui terlebih dulu mengenai jenis software testing dan juga tahapannya, Adapun untuk beberapa jenisnya Anda bisa menyimak pembahasan lebih lengkapnya sebagai berikut.

1. Software Testing Life Cycle (STLC)

Software testing pertama adalah software testing life cycle, STLC merupakan tahapan proses pengujian yang dilaksanakan secara sistematis dan terencana dalam prosesnya akan ada berbagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk. Namun pada proses ini hanya terbatas di tahap pengujian software saja. 

2. Manual testing

Berikutnya adalah manual testing, sesuai dengan namanya manual testing adalah proses pengujian software yang dilakukan dengan tangan untuk mempelajari Apakah fitur dalam sebuah aplikasi berfungsi baik atau tidak, dalam proses ini biasanya mencakup verifikasi sebuah fitur yang tertera dalam dokumen persyaratan. Namun saat ini makin banyak proses pengujiannya mencakup peluncuran Prototype software dan mempertimbangkan perspektif masyarakat saat menggunakan aplikasinya.

3. Automation testing

Jenis software testing berikutnya adalah automation testing, jenis ini sendiri mencakup pada metode pengujian menggunakan alat otomatis khusus guna menemukan cacat yang tidak terlihat dalam aplikasi, pada prosesnya pengujian perlu menjalankan script pengujian dan menemukan kesalahan sistem menggunakan alat otomasi, Ada beberapa alat pengujian otomatis yang terkenal untuk pengujian fungsional yaitu contohnya seperti menggunakan software testing tools selenium.

4. Performance testing

Berikutnya adalah performance testing, jenis ini merupakan proses yang digunakan untuk melakukan pengujian kecepatan, stabilitas, skalabilitas dan juga penggunaan sumber daya software, tujuan utama dari dilakukannya performance testing adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan kinerja pada sebuah aplikasi atau software.

5. Regression testing

Selanjutnya adalah regression testing, jenis ini merupakan super testing yang seringkali dilakukan oleh beberapa perusahaan besar, software testing ini mengacu pada proses pemeriksaan fitur baru pada sebuah software di sini developer perlu memeriksa Apakah fitur tersebut merusak ataupun menurunkan fungsional software atau tidak, dalam pengujiannya dapat digunakan untuk memverifikasi kinerja menu, fungsi dan juga perintah yang ada pada UI aplikasi.

6. Statistic testing

Jenis software testing berikutnya adalah statistik testing, pengujian ini bisa dilakukan oleh perusahaan jika aplikasi belum dijalankan, statistik testing digunakan untuk memeriksa kualitas kode sebuah program atau dokumen yang ada pada saat membangun aplikasi, jenis ini juga biasanya berlangsung pada tahap development maka tidak heran seorang statistik testing sering juga disebut sebagai verification testing.

7. Dynamic testing

Jenis software testing yang terakhir adalah dynamic testing, proses pengujian ini dilakukan pada saat program sedang berjalan ataupun kode program sudah dieksekusi oleh para developer, cara melakukan pengujiannya adalah dengan memasukkan input ke dalamnya sehingga bisa melihat dan juga membandingkan output dari software yang diinginkan perusahaan, pengujian ini nantinya akan bisa melihat perilaku, performance, serta kualitas memori yang ada pada sistem software.

Lihat Juga : Download Stiker WA Lucu

Bagaimana cara kerja dari Software Testing?

Cara Kerja Software Testing
Sumber Gambar : mypressplus.com

Meskipun dalam menjalankan software testing ada beberapa jenis akan tetapi dalam melakukan software testing ada beberapa proses dan cara kerja yang sama dari setiap jenisnya, Adapun untuk beberapa cara kerja software testing yaitu:

1. Continuous testing

Cara kerja yang pertama adalah melakukan continuous testing, tahapan kerja ini akan berlangsung saat pengujian sudah mengintegrasikan alat otomatisasi dengan proses deployment, cara ini akan dilakukan sebagai cara untuk memvalidasi serta memungkinkan software dalam lingkungan pengujian yang realistis, nantinya developer akan meluncurkan continuous testing guna meningkatkan desain dan juga dapat mengurangi resiko kegagalan dalam pembuatan software.

2. Configuration management

Cara kerja berikutnya adalah dengan melakukan configuration management, pada proses kerja ini dilakukan untuk memelihara aset pengujian serta melacak software perusahaan yang perlu diuji, tim yang bertugas biasanya akan mendapat akses ke dalam aset seperti kode, persyaratan, dokumen desain, model, script pengujian dan juga hasil pengujian dengan configuration management.

3. Defect or bug tracking

Cara berikutnya adalah defect of bug tracking, tahapan ini merupakan tahapan yang tidak bisa dilewati oleh para developer dalam menjalankan software testing, sesuai dengan namanya proses ini mengacu pada tahap pengujian aplikasi guna menemukan sebuah bank ataupun kecacatan dalam aplikasi, proses ini sifatnya sangat penting bagi tim pengujian dan juga diperlukan agar bisa mengukur serta meningkatkan kualitas dari software, dalam proses pengerjaannya developer dan juga tester bisa menggunakan alat otomatis dalam melacak sebuah bug.

4. Metrics dan reporting

Cara kerja yang terakhir adalah melakukan matriks dan reporting, tahap ini dilakukan oleh tester dan juga anggota tim lain dalam berbagi status tujuan dan juga hasil pengujian, dalam proses ini dilakukan sebagai cara untuk mengklarifikasi kepada stakeholder bahwa aplikasi sudah siap untuk diluncurkan atau dipublish.

5. Pengujian Fungsional

Ini adalah jenis pengujian yang menguji fungsi-fungsi atau fitur-fitur individu dalam perangkat lunak. Pengujian ini memastikan bahwa perangkat lunak berperilaku sesuai dengan persyaratan fungsional yang telah ditentukan.

6. Pengujian Non-Fungsional

  • Pengujian Kinerja Mengukur respons dan kinerja perangkat lunak dalam situasi tertentu, seperti pengujian beban, kecepatan, dan skala.
  • Pengujian Keamanan Menguji perangkat lunak untuk menemukan kerentanannya terhadap serangan, pelanggaran kebijakan keamanan, atau masalah keamanan lainnya.
  • Pengujian Kompatibilitas Memeriksa apakah perangkat lunak kompatibel dengan berbagai perangkat keras, sistem operasi, atau perangkat lunak lainnya.
  • Pengujian Ketersediaan Menguji sejauh mana perangkat lunak tersedia dan beroperasi saat diperlukan.
  • Pengujian Ketahanan Menguji bagaimana perangkat lunak menangani kegagalan atau gangguan dalam lingkungan operasional.

7. Pengujian Pengguna Akhir (User Acceptance Testing/UAT)

Dilakukan oleh pengguna akhir perangkat lunak untuk memastikan bahwa perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan dengan baik dalam situasi nyata.

8. Pengujian Regresi

Menguji perangkat lunak setelah perubahan dilakukan untuk memastikan bahwa perubahan tersebut tidak mempengaruhi fitur-fitur yang sudah ada sebelumnya.

9. Pengujian Integrasi

Menguji cara berbagai komponen atau modul perangkat lunak berinteraksi satu sama lain ketika digabungkan menjadi satu sistem.

10. Pengujian Unit

Menguji unit-unit kecil atau komponen-komponen individu dari perangkat lunak untuk memastikan bahwa setiap unit berfungsi dengan benar.

11. Pengujian Penyusupan (Penetration Testing)

Melibatkan upaya untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak untuk mengukur sejauh mana perangkat lunak tersebut dapat diakses atau diserang oleh pihak yang tidak berwenang.

12. Pengujian Penyelidikan (Exploratory Testing)

Mengizinkan penguji untuk menjelajahi perangkat lunak tanpa skrip pengujian yang jelas, sering digunakan untuk menemukan masalah yang tidak terduga.

13. Pengujian Keselamatan (Safety Testing)

Menguji apakah perangkat lunak beroperasi dengan aman, terutama dalam situasi yang berpotensi berbahaya atau kritis.

14. Pengujian Aksesibilitas

Memeriksa apakah perangkat lunak dapat diakses dan digunakan oleh individu dengan berbagai tingkat kemampuan dan kebutuhan aksesibilitas.

15. Pengujian Kebenaran (Correctness Testing)

Menguji apakah perangkat lunak memberikan hasil yang benar dan sesuai dengan spesifikasi atau logika yang diharapkan.

Lihat Juga : Download Nada Dering WA Pendek

Apa saja manfaat dari adanya Software Testing?

Manfaat Melakukan Software Testing
Sumber Gambar : testmonitor.com

Pengujian perangkat lunak memiliki sejumlah manfaat penting yang dapat memengaruhi kualitas, keandalan, dan keberhasilan suatu perangkat lunak. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari software testing:

  • Meningkatkan Kualitas Perangkat Lunak – Pengujian perangkat lunak membantu mengidentifikasi dan menghilangkan bug, kesalahan logika, dan masalah lainnya dalam perangkat lunak, sehingga meningkatkan kualitasnya. Perangkat lunak yang menjalani pengujian dengan baik lebih cenderung memiliki sedikit bug dan masalah yang mengganggu.
  • Meningkatkan Keandalan – Pengujian membantu memastikan bahwa perangkat lunak dapat diandalkan dalam berbagai situasi dan tidak mengalami kegagalan yang dapat merugikan pengguna. Ini penting terutama dalam perangkat lunak yang digunakan dalam aplikasi kritis seperti perbankan atau perawatan kesehatan.
  • Memenuhi Persyaratan Pengujian memvalidasi bahwa perangkat lunak memenuhi persyaratan fungsional dan non-fungsional yang telah ditetapkan dalam spesifikasi. Ini memastikan bahwa perangkat lunak sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan.
  • Meningkatkan Keamanan – Pengujian keamanan membantu mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang. Ini membantu melindungi data dan sistem dari serangan cyber.
  • Meningkatkan Kepuasan Pengguna – Dengan menghilangkan bug dan memastikan kinerja yang baik, pengujian membantu menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik. Ini dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan memperkuat reputasi perangkat lunak.
  • Mengurangi Risiko – Dengan mengidentifikasi masalah sebelum perangkat lunak diluncurkan, pengujian membantu mengurangi risiko yang terkait dengan penggunaan perangkat lunak yang bermasalah. Risiko yang dapat dihindari termasuk kehilangan data, kerusakan perangkat keras, atau gangguan operasional.
  • Mendukung Keputusan Bisnis Hasil pengujian memberikan informasi berharga kepada pengembang dan pemangku kepentingan bisnis untuk mengambil keputusan yang tepat terkait dengan peluncuran atau pembaruan perangkat lunak.
  • Menghemat Waktu dan Biaya Meskipun pengujian memerlukan sumber daya, ia dapat menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang dengan mengidentifikasi masalah sejak dini. Perbaikan yang dibuat pada tahap awal pengembangan cenderung lebih murah daripada jika masalah tersebut ditemukan setelah perangkat lunak diluncurkan.
  • Memfasilitasi Pemeliharaan Pengujian juga membantu pemeliharaan perangkat lunak dengan memudahkan identifikasi dan perbaikan bug atau masalah yang muncul dalam pemakaian jangka panjang.

Lihat Juga : Download Nada Dering iPhone

Mengapa Software Testing itu sangat penting dalam perkembangan teknologi?

Peran Penting Software Testing
Sumber Gambar : ibm.com

Pengujian perangkat lunak (software testing) sangat penting karena memiliki dampak besar pada kualitas, keandalan, dan keberhasilan suatu perangkat lunak. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pengujian perangkat lunak sangat penting:

  • Mengidentifikasi dan Menghilangkan Bug Pengujian perangkat lunak membantu mengidentifikasi bug, kesalahan logika, dan masalah lainnya dalam perangkat lunak. Dengan menemukan masalah ini pada tahap awal pengembangan, perangkat lunak dapat diperbaiki sebelum mencapai pengguna akhir, yang dapat menghindari masalah yang lebih serius dan potensial menyebabkan kerugian.
  • Meningkatkan Kualitas – Pengujian membantu meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan memastikan bahwa perangkat lunak berperilaku sesuai dengan persyaratan fungsional dan non-fungsional yang telah ditetapkan. Ini mencakup memastikan bahwa perangkat lunak memberikan hasil yang benar dan sesuai dengan ekspektasi.
  • Meningkatkan Keandalan Perangkat lunak yang telah diuji dengan baik lebih cenderung menjadi lebih andal. Ini berarti perangkat lunak memiliki kemampuan untuk beroperasi secara konsisten dan diandalkan dalam berbagai situasi, yang sangat penting dalam lingkungan bisnis dan industri kritis.
  • Memastikan Keamanan Pengujian keamanan perangkat lunak membantu mengidentifikasi kerentanan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang. Dengan mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan ini, perangkat lunak menjadi lebih tahan terhadap serangan dan pelanggaran keamanan.
  • Mendukung Pembaruan dan Perbaikan – Pengujian membantu memastikan bahwa perangkat lunak dapat diubah, diperbarui, atau diperbaiki dengan aman tanpa mengganggu fungsi-fungsi yang sudah ada. Ini memfasilitasi pemeliharaan perangkat lunak dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan Kepuasan Pengguna – Perangkat lunak yang telah melalui pengujian yang cermat cenderung memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Ini dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan mempertahankan loyalitas pengguna.
  • Mengurangi Risiko Dengan mengidentifikasi masalah sejak dini, pengujian perangkat lunak membantu mengurangi risiko terkait dengan penggunaan perangkat lunak yang bermasalah, seperti kerugian data, kerusakan perangkat keras, atau gangguan operasional.
  • Mendukung Keputusan Bisnis Hasil pengujian memberikan informasi berharga kepada pengembang dan pemangku kepentingan bisnis untuk mengambil keputusan yang tepat terkait dengan peluncuran atau pembaruan perangkat lunak.
  • Menghemat Waktu dan Biaya – Meskipun pengujian memerlukan sumber daya, ia dapat menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang dengan mengidentifikasi masalah sejak dini. Perbaikan yang dibuat pada tahap awal pengembangan cenderung lebih murah daripada jika masalah tersebut ditemukan setelah perangkat lunak diluncurkan.

Lihat Juga : Aesthetic Font Generator

Berapa gaji seorang Software Testing?

Apakah Anda tertarik untuk bekerja sebagai seorang Software Testing? Jika iya, pasti Anda akan bertanya-tanya mengenai berapa gaji seorang Software Testing, bukan? Sebelum terjun sebagai Software Testing, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu dan harus benar-benar memahami tentang Software Testing. Menjadi seorang software testing merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki gaji besar, bahkan dikutip dari indeed.com gaji seorang software testing di Indonesia rata-rata memiliki gaji Rp 9.187.555 juta per bulan, sangat besar bukan?

Lihat Juga : Fancy Text Generator

Penutup

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa pengujian perangkat lunak adalah komponen krusial dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Ini adalah proses yang mendasar untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan berkualitas tinggi, dapat diandalkan, dan aman digunakan oleh pengguna. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, pengujian perangkat lunak juga terus berkembang dengan adopsi metode dan alat-alat yang lebih canggih, termasuk pengujian otomatis dan kecerdasan buatan. Dengan peran yang semakin penting dalam era digital saat ini, pengujian perangkat lunak bukan hanya sebuah keharusan, tetapi juga menjadi investasi yang memastikan keberhasilan perangkat lunak dan kepuasan pengguna yang berkelanjutan.

Apa tujuan utama dari pengujian perangkat lunak?

Tujuan utama dari pengujian perangkat lunak adalah untuk memastikan bahwa perangkat lunak berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, dan bekerja dengan baik dalam berbagai situasi.

Apa perbedaan antara pengujian fungsional dan pengujian non-fungsional?

Pengujian fungsional berfokus pada menguji fungsi-fungsi atau fitur-fitur individu dalam perangkat lunak, sedangkan pengujian non-fungsional menguji aspek-aspek seperti kinerja, keamanan, dan kompatibilitas perangkat lunak.

Mengapa pengujian otomatis penting dalam pengujian perangkat lunak?

Pengujian otomatis penting karena dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan manusia, dan mempercepat siklus pengujian. Ini juga memungkinkan pengujian yang lebih konsisten dan dapat diulang dengan cepat.


Penulis : Elly Abriyanti Widyaningrum | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Elly Abriyanti Widyaningrum

Elly Abriyanti Widyaningrum adalah penulis artikel di dianisa.com yang berfokus pada topik umum, seperti lifestyle, pendidikan, dan lainnya. Selain menjadi penulis lepas, ia juga seorang tutor privat, content planner dan executive administrasi di Distributor Utama SR12 Skincare.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Cara Mengatasi HP OPPO Bootloop

    Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi HP OPPO yang bootloop, stuck di logo!
  2. 15 Cara Mengatasi Aplikasi Tidak Bisa Minimize di Windows 11, 10, 8, 7

    Coba restart Windows Explorer dan menonaktifkan opsi "Tablet mode" untuk mengatasi aplikasi tidak bisa di minimize
  3. 10 Cara Mengatasi Tombol Power HP Rusak

    Simak beberapa tips memperbaiki tombol power HP yang rusak berikut ini!