Apa itu Malware?

Dalam dunia teknologi informasi, virus lebih dikenal sebagai jenis kode atau program berbahaya. Di mana ditulis dengan tujuan mengubah cara komputer beroperasi dan dirancang untuk menyebar dari satu komputer ke komputer lain. Virus komputer sendiri beroperasi dengan memasukkan atau melampirkan dirinya ke program atau dokumen yang mendukung makro (instruksi dan perintah) untuk menjalankan kodenya.

Mungkin bagi Anda yang sering memakai komputer sering mendengar istilah “Malware”. Malware sendiri dikategorikan sebagai jenis virus perusak yang sangat bandel dan terkadang sulit dihilangkan dengan software antivirus biasa. Untuk memahami lebih dalam mengenai malware, Anda bisa menyimak pembahasan berikut.

Lihat Juga : Apa itu PowerShell? Pengertian, Fitur, dan Perintah Dasarnya

Apa itu Malware?

Apa itu Malware
Sumber Gambar : blackxperience.com

Malware adalah perangkat lunak yang dirancang untuk merusak dan menghancurkan komputer dan sistem komputer. Malware sendiri adalah singkatan dari “Malicious Software“. Contoh malware secara umum yaitu worm, virus trojan, spyware, Adware, dan ransomware. Dalam beberapa kasus tertentu, malware memiliki potensi untuk menyusupi sistem bank online Anda. Bahkan dapat mengunci semua data Anda, sehingga Anda tidak dapat mengaksesnya kembali.

Bahkan malware dapat menyebar ke semua jenis jaringan kabel atau nirkabel. Beberapa jenis malware bahkan dapat menyebar melalui koneksi Bluetooth. WiFi juga memiliki kerentanan terhadap jenis serangan tertentu. Oleh karena itu disarankan bagi para pengguna untuk memiliki antivirus yang bagus agar terhindar dari serangan malware berbahaya.

Ada alasan mengapa malware sendiri diciptakan dengan sebuah tujuan dan bukan hanya sekedar hal yang asal-asalan dibuat. Keuntungan yang didapat pembuat malware juga beraneka macam, mulai dari informasi pribadi hingga uang tebusan. Adware dan worm menjadi salah satu jenis malware yang marak digunakan di internet.

Mengingat oknum yang menggunakan metode ini untuk memberikan akses iklan tanpa seizin pengguna. Sedangkan worm menyebar ke jaringan komputer dengan tujuan untuk mengeksploitasi kerentanan dalam sistem operasi dan menyebabkan kerusakan dengan memakan bandwidth dan membebani server web. Worm juga dapat berisi muatan yang dikirimkan dari mesin yang terinfeksi oleh worm sebelumnya. Ada pula jenis lain yang tak kalah berbahaya seperti ransomware yang berfungsi dalam menyadap file ataupun informasi penting dari pengguna (korban) dengan dalih uang tebusan yang harus dibayar kepada oknum pembuat ransomware.

Lihat Juga : Pengertian Smartphone | Sejarah, Perkembangan, Manfaat, Kelebihan

Jenis – Jenis Malware

Jenis Malware
Sumber Gambar : avast.com

Perlu untuk diketahui, bahwa malware terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis dan fungsinya. Misalnya seperti ransomware yang memiliki fungsi untuk menyadap informasi penting pengguna komputer dan sebagainya. Untuk informasi selengkapnya, dapat Anda simak poin di bawah ini.

1. Worm

Worm adalah jenis malware yang menyebarkan salinan dirinya dari komputer ke komputer. Worm dapat menggandakan dirinya sendiri tanpa interaksi manusia, dan tidak perlu menempelkan dirinya ke program perangkat lunak untuk menyebabkan kerusakan. Ada perbedaan antara worm dengan virus biasa, yaitu bahwa virus harus dipicu oleh aktivasi host-nya. Sedangkan worm adalah program jahat yang berdiri sendiri dan dapat menggandakan diri serta menyebar secara otomatis setelah mereka membobol sistem komputer.

2. Trojan

Trojan adalah jenis malware yang sering disamarkan sebagai perangkat lunak atau aplikasi tertentu. Meskipun terkadang virus ini terlihat seperti aplikasi biasa yang tidak mencurigakan, namun trojan sendiri dapat memberi dampak yang sangat berpengaruh pada komputer. Penulis masih ingat dulu pernah diserang oleh virus trojan ini pada laptop. Penulis sampai harus di install ulang dikarenakan merusak sistem Windows menjadi hang dan tidak bisa digunakan.

3. Ransomware

Ransomware adalah bentuk malware yang mengenkripsi file seorang pengguna (korban). Cara kerja ransomware biasanya digunakan untuk menyadap suatu data dari pengguna lain. Sebagai contohnya, ada pelaku ransomware yang ingin menyadap data seorang korban. Di mana pelaku meminta tebusan untuk memulihkan akses data yang disadap sebelumnya. Setelah itu korban menyanggupinya untuk memberikan tebusan kepada pelaku. Dalam kasus ini biasanya korban diperlihatkan instruksi bagaimana cara membayar biaya tebusan untuk mendapatkan kunci dekripsi dalam membuka komputer yang terkena ransomware.

4. Adware  

Adware adalah perangkat lunak yang menampilkan iklan tanpa seizin pengguna komputer (korban). Adware menggunakan browser untuk mengumpulkan riwayat penjelajahan web Anda dengan menargetkan iklan yang tampaknya disesuaikan dengan minat Anda. Program Adware sebenarnya tidak seberbahaya trojan, worm, Rootkit, dan bentuk malware lainnya. Namun Adware berdampak negatif terhadap pengguna dengan membuat komputer dan browser berjalan lebih lambat dikarenakan pop up iklan yang sering muncul.

5. Rootkits

Rootkit adalah perangkat lunak berbahaya yang sangat sulit dikenali dan, sangat sulit untuk dihapus. Rootkit dirancang untuk memberikan akses pengguna yang tidak sah (penyerang) ke komputer atau program tertentu. Setelah Rootkit terinstall pada target maka Rootkit sulit untuk dideteksi, sehingga penyerang dapat mempertahankan akses yang ke komputer korban tanpa diketahui keberadaannya.  

Lihat Juga : Pengertian Media Sosial | Sejarah, Jenis, Fungsi, Kelebihan

Penyebab Adanya Malware Pada Komputer

Jenis - jenis Phishing
Sumber Gambar : itpro.co.uk

Penyebab adanya malware pada komputer dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor pengguna (internal) dan faktor sistem (eksternal). Berikut penjelasannya.

1. Faktor Pengguna  

Salah satu faktor yang mempengaruhi komputer Anda untuk terkena infeksi malware bisa jadi datang dari kelalaian pengguna sendiri. Misalnya saja Anda tidak sengaja mengakses situs tertentu, di mana situs tersebut meminta autentifikasi maupun notifikasi. Sehingga secara tidak sadar, hal tersebut akan memberikan ijin malware untuk masuk dan menyerang komputer Anda. Bahkan ada beberapa situs yang memunculkan sebuah pop up di mana hal ini memicu komputer untuk mengunduh file atau aplikasi yang mengakibatkan malware masuk dan merusak sistem operasi tanpa Anda tahu.

2. Faktor Sistem

Ada pula faktor eksternal seperti lemahnya sistem pertahanan komputer, hal seperti ini biasanya disebabkan oleh firewall ataupun aplikasi antivirus yang sudah kadaluwarsa dan perlu di perbaharui. Atau bisa jadi pengguna malas dalam melakukan Windows update maupun pembersihan registry. Sehingga menyebabkan efek tertentu pada komputer seperti komputer gampang mati/ restart sendiri, mudah terkena crash (not responding) atau sulit untuk dihidupkan karena menjalankan proses tertentu.

Lihat Juga : Pengertian Chrome OS | Definisi, Sejarah, Kelebihan & Kekurangan

Tanda – Tanda Komputer Terkena Malware

Tanda - tanda Malware
Sumber Gambar : pandasecurity.com

Meskipun Anda telah menginstall antivirus terbaik di komputer Anda, namun ada kemungkinan sebuah Malware tidak terdeteksi oleh antivirus sehingga menyebabkan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Komputer Melambat – Salah satu efek serangan malware ialah memperlambat kinerja sistem operasi dengan memberatkan penggunaan CPU serta RAM di atas rata-rata yang mana dapat Anda cek melalui Task Manager atau kipas pendingin komputer yang mengeluarkan suara lebih bising dari biasanya.
  • Ruang Penyimpanan Menyempit – Hal ini biasanya oleh malware yang bersembunyi pada ruang penyimpanan komputer sehingga membengkak. Masalah bengkaknya ruang penyimpanan juga dapat dipicu oleh bundleware. Bundleware adalah istilah yang digunakan untuk secara kolektif menggambarkan satu atau lebih perangkat lunak yang disertakan dalam berkas sebagai tambahan.
  • Sistem Komputer Mudah Crash – Aplikasi atau Software yang sering kali crash (not responding) juga merupakan salah satu indikasi bahwa komputer Anda sedang diserang oleh malware. Apabila tidak segera diperbaiki akan mengarah pada BSOD (Blue Screen of Death), yang terakhir terjadi setelah mengalami kesalahan fatal pada sistem Windows.
  • Pengaturan Browser Berubah – Jika Anda melihat beranda pada browser Anda terjadi perubahan seperti ada tambahan ekstensi, atau plugin baru, maka browser Anda mungkin terkena serangan malware. Hal ini biasanya dipicu karena Anda mengeklik sebuah link yang memicu munculnya pop up sehingga terjadi instalasi ekstensi tertentu tanpa sepengetahuan dan ijin dari pengguna.
  • Sistem Pertahanan OS dan Antivirus Mati – Bisa dibilang kejadian seperti ini mungkin terjadi tanpa sepengetahuan pengguna. Masalah ini dapat dipicu oleh malware yang kuat dapat bersembunyi jauh di dalam sistem komputer Anda, menghindari deteksi, dan melakukan injeksi perusak tanpa menimbulkan tanda bahaya atau peringatan dari komputer.

Lihat Juga : Pengertian Google Classroom | Manfaat, Fitur, Cara Menggunakan

Tips Mencegah Malware  

Tips Mencegah Malware
Sumber Gambar : which.co.uk

Adapun beberapa tips dan solusi yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan malware. Misalnya dengan memperbarui sistem, berhati – hati dalam memasukkan data pribadi ke dalam situs, hingga memasang antivirus. Informasi selengkapnya, dapat Anda simak poin berikut ini.

1. Selalu memperbarui sistem Anda

Sistem operasi memiliki sistem pertahanan bawaan yang biasa kita sebut sebagai firewall. Firewall inilah yang mengeliminasi file tertentu yang memiliki potensi untuk membahayakan sistem operasi dan menghapusnya. Dengan rutin dalam melakukan pembaharuan terhadap sistem operasi, setidaknya pertahanan sistem Anda telah diperkuat dengan enkripsi baru sehingga dapat mengurangi risiko masuknya file mencurigakan yang mengancam sistem.

2. Berhati-hatilah saat membuka lampiran Email

Pesan dari kotak lampiran Email yang Anda terima tidak selalu berisi informasi penting. Ada pula orang yang tidak bertanggung jawab mengirimkan pesan tertentu yang apabila dibuka dapat membahayakan komputer Anda. Misalnya saja ransomware yang mana data dari penggunanya akan disadap dan ditahan oleh pelaku kejahatan sampai sang korban mengirimkan uang dalam jumlah tertentu kepada si pelaku penyerangan.

3. Pikirkan dua kali sebelum mengeklik tautan tertentu

Hal ini tidak kalah penting, biasanya seorang pengguna lalai dalam beraktivitas dalam internet sehingga berujung pada terbukanya akses malware ke dalam sistem komputer. Biasanya yang sering menggunakan metode ini adalah Adware, malware jenis ini akan terus menerus mengirimkan pop up iklan yang berdampak pada melambatnya kinerja sistem komputer.

4. Jangan percaya Pop Up­­­­ yang meminta Anda mengunduh aplikasi tertentu.  

Dalam mengunduh sebuah aplikasi sebaiknya Anda selalu waspada dan berhati-hati, apalagi jika mengunduhnya melalui situs non resmi dari si pembuat aplikasi. Karena bisa jadi situs tersebut merupakan jebakan yang disiapkan oleh oknum tertentu dalam menginjeksi program yang berisi malware berbahaya.

5. Pakailah Antivirus dan pembersih terbaik

Apabila tidak mau ribet, Anda dapat memasang aplikasi antivirus maupun pembersih registry terpercaya yang mana dapat berfungsi dalam melindungi sistem komputer dari bahaya malware serta kerusakan perangkat lunak melalui sistem keamanannya. Anda juga boleh menginstall Adblock untuk browser agar terhindar dari serangan pop up yang dapat berisiko dalam menyebarkan malware melalui situs-situs tertentu.

Lihat Juga : Pengertian Multimedia | Sejarah, Jenis, Fungsi, Prospek Karier, dst.

Kesimpulan,

Malware merupakan ancaman nyata bagi para pengguna komputer maupun smartphone. Hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkannya sendiri mampu untuk membuat risih penggunanya bahkan dapat merugikan sampai ke tingkat tindakan kriminal. Oleh karena itu penting juga bagi Anda untuk membekali diri dengan pengetahuan mengenai pencegahan malware dan sejenisnya agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana tanda Android yang terserang malware?

Malware di perangkat Android biasanya terunduh melalui aplikasi. Tanda-tanda bahwa perangkat Android terinfeksi malware biasanya ditandai dengan peningkatan penggunaan data (paket internet) yang tidak biasa, daya baterai yang cepat habis, teks dan email yang dikirim ke kontak perangkat tanpa sepengetahuan awal pengguna dan sebagainya.

Apa yang terjadi jika malware tidak segera ditangani?

Hal Ini dapat menyebabkan banyak gangguan seperti pop-up yang tidak diinginkan, sistem mudah crash dan berhenti bekerja, terjadi peningkatan kinerja yang misterius pada sistem, data tiba-tiba menjadi corrupt dan semacamnya.

Apakah malware dapat tersebar melalui website?

Aman saja apabila Jika Anda selama Anda tidak mengunduh apa pun pada website tersebut maka akan baik-baik saja. Bahkan jika Anda mengunduh sesuatu, dengan sengaja atau tidak, asalkan Anda tidak membukanya, maka akan aman-aman saja. Namun akan lebih baik untuk melakukan scanning antivirus secara menyeluruh setelah file tersebut terunduh.

Bagaimana cara menghilangkan malware?

Anda dapat melakukannya dengan menginstall aplikasi antivirus ataupun melakukan pembersihan sistem menggunakan aplikasi tune up seperti CCleaner.

Sekian ulasan singkat mengenai apa itu malware beserta tanda-tanda dan cara mencegahnya. Bagikan artikel ke media sosial Anda supaya lebih berguna dan bermanfaat. Apabila Anda mempunyai pertanyaan ataupun pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

~ Artikel ditulis oleh Agung Wijaya, Editor oleh Wahyu Setia Bintara, Rudi Dian Arifin

Share Your Thoughts

Your email address will not be published. All fields are required.