Pengertian E-commerce | Definisi, Manfaat, Jenis

Amerika merupakan negara adidaya dengan pertumbuhan ekonomi dan bisnis terbesar di dunia. Namun fakta yang diterbitkan liputan6.com menyebutkan bahwasanya China akan naik ke posisi teratas negara ekonomi terbesar dunia, menggeser Amerika Serikat yang telah jadi nomor 1 sejak lama. Hal Ini terjadi lantaran Tiongkok telah masuk ke dalam pertumbuhan pasar global sepanjang abad 21. Seperti yang telah kita tahu bersama bahwasanya negara China memproduksi hampir keseluruhan produk rumah tangga sampai barang elektronik yang kita pakai sehari-hari.

Dan China tidak berhenti sampai di situ saja, mereka mulai merambah ke dalam perdagangan elektronik. Tentunya untuk menguasai pasar digital yang saat ini dikuasai oleh Amazon.com yang digadang-gadang sebagai e-commerce terbesar di dunia. Jack Ma selaku pemilik Alibaba.com mulai memperluas akar pasar e-commerce internasional miliknya ke setiap negara Asia, untuk mengalahkan Amazon.com milik Jeff Bezos dalam perang dagang antara Amerika dan China.

Lihat Juga : Pengertian Facebook | Sejarah, Manfaat, Kelebihan, Kekurangan

Apa itu E-commerce?

Apa itu E-commerce
Image Source : business2community.com

Sejak tadi kita membicarakan mengenai perdagangan dan e-commerce, tapi apakah e-commerce itu sebenarnya? Menurut beberapa ahli seperti Shely Cashman, beliau menjelaskan bahwasanya e-commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik. Dalam artian bahwasanya e-commerce adalah aktivitas dagang yang mencakup penjualan, pembelian, pemasaran barang secara online. Tentunya dengan memanfaatkan Internet sebagai media penghubung antara penjual dan pembeli.  

Tapi sejak kapan e-commerce mulai ada didunia? Jawabannya terdapat dalam artikel Wikipedia, yang menyatakan kalau e-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994. Pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu website. Dan juga antara tahun 1998 sampai 2000 banyak bisnis di Amerika beserta Eropa yang mengembangkan situs web perdagangan ini.    

Walaupun nampak sama, nyatanya e-commerce dan Marketplace merupakan dua hal yang berbeda. Bila Marketplace menjual barang dagang milik orang lain dengan mempertemukan antara penjual dengan pembeli. Maka e-commerce adalah sebuah market online yang menjual barang mereka sendiri kepada pembeli secara digital. Kalaupun ada barang lain yang dijual e-commerce, barang tersebut berasal dari perusahaan raksasa seperti Samsung, LG, SONY dan lainya. Beberapa contoh e-commerce seperti Amazon.com, eBay, JD.ID.com, Lazada, Blibli.com.

Lihat Juga : Pengertian Instagram | Sejarah, Fungsi, Manfaat

Manfaat E-commerce  

Manfaat E-commerce
Image Source : foodbusinessnews.net

Manfaat dan keuntungan diperlukan sebagai tujuan yang mendongkrak jalanya sebuah  bisnis. Apalagi bisnis yang menyangkut perdagangan, di mana seorang pembeli ikut terlibat di dalamnya sebagai subjek yang menentukan kerugian dan keuntungan perusahaan.  E-commerce sendiri terhitung sebagai perusahaan dagang yang bergerak secara digital. Oleh karenanya kita perlu mengetahui keuntungan apa saja yang didapatkan antara si pelaku bisnis, dan juga pembeli atas adanya e-commerce ini.

1. Bisnis Secara Global  

Bagi seorang pelaku usaha luasnya wilayah bisnis merupakan ladang emas yang menguntungkan. Dengan adanya kemajuan teknologi digital yang mumpuni seperti sekarang ini, seorang pebisnis e-commerce tidak memiliki batasan dalam melebarkan pasar dagangnya ke seluruh dunia tanpa harus khawatir mengenai lahan bangunan yang terbatas.

Konsumen juga semakin dipermudah dengan keberadaan e-commerce, kenapa? Jarak antara barang dengan pembeli menjadi semakin dekat, sebatas sentuhan jari tangan dengan layar gadget mereka. Transaksi juga lebih mudah dengan adanya dompet digital seperti OVO, DANA, PayPal, Doku yang memudahkan pembayaran menjadi jauh lebih cepat dan ringkas. Terlebih lagi tanpa harus repot-repot menghitung jumlah nominal uang pada dompet asli ditangan.

2. E-commerce lebih Efisien Waktu  

Time is Money” Slogan ini kerap menjadi pendongkrak para pebisnis di seluruh dunia dalam meraih tujuan dan impian mereka untuk mengembangkan perusahaan nya menjadi lebih maju. Keberadaan e-commerce semakin merealistiskan slogan tersebut dengan semakin singkatnya waktu transaksi barang di mana pelaku usaha dapat menerima pesanan barang selama 24 jam tanpa harus membuka ataupun menutup toko karena semuanya dilakukan secara digital.

Pembeli diuntungkan dengan sistem e-commerce, mereka tidak perlu cemas apabila ingin meluangkan dan mencari-cari waktu senggang untuk membeli sebuah produk. Karena e-commerce terbuka dan beroperasi selama 24 jam nonstop.

3. E-commerce Lebih Hemat Biaya

E-commerce memberikan para pebisnis sebuah solusi, di mana mereka dapat mendirikan lahan dagang tanpa harus memikirkan pengeluaran untuk menggaji karyawan dan biaya operasional perusahaan yang mahal.  Selain itu, resiko terjadinya kecelakaan kerja lebih rendah. Mengingat kontak fisik jauh lebih minim dari mereka yang menjalankan usaha secara real.

Nominal harga produk yang dijual menjadi lebih murah. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dagang bekerja sama secara resmi dengan produsen barang itu sendiri. Sehingga konsumen bisa mendapatkan produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga yang beredar di pasaran.

4. E-commerce itu Praktis

Pengelolaan perusahaan menjadi lebih mudah karena pelaku bisnis dapat memantau aktivitas tokonya selama 24 jam. Dalam hal ini dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun, selama masih terjangkau sinyal internet. Selain itu transaksi dapat dilakukan secara digital, sehingga dana yang ditransfer bisa didapatkan dengan sekejap sejak uang dikirimkan oleh pembeli melalui aplikasi pendukung pembayaran online seperti OVO dan sejenisnya.

Konsumen jauh lebih diuntungkan dari segi pembelian, mulai dari langkah pencarian produk yang dibeli sampai checkout barang yang singkat dan cepat.  Ketersediaan sistem cashback dan promo juga menguntungkan pembeli dalam meminimalisir biaya pembelian barang yang murah dan mudah.

Lihat Juga : Pengertian Telegram | Sejarah, Fitur, Kelebihan, Fungsi

Jenis-jenis E-commerce    

Jenis E-commerce
Image Source : bizjournals.com

Bagi Masyarakat Modern e-commerce sudah menjadi tren bisnis yang tidak asing lagi, ini dapat terjadi disebabkan oleh beragam jenis faktor.  Salah satu faktor tersebut ialah praktis dan menguntungkan kedua belah pihak, baik produsen maupun konsumen. Di mata para pelaku bisnis e-commerce sendiri, bertambahnya pengguna Internet di dunia juga turut memperluas kesempatan bagi bisnis perdagangan digital menjadi semakin beragam dan menarik.  Karena keberagaman inilah, muncul berbagai macam jenis e-commerce yang tersebar dipasar digital, antara lain:

1. Business to Business  

E-commerce jenis ini dilakukan antara perusahaan dengan perusahaan atau lebih tepatnya antara perusahaan grosir dengan pengecer. Sistem seperti ini sudah umum digunakan dalam banyak transaksi antar pedagang dalam mencari keuntungan yang lebih banyak. Contohnya saja seperti seorang penjual yang menggrosir barang dari Amazon.com untuk dijual kembali pada lapak dagang digitalnya secara eceran.

Umumnya Business to Business atau B2B menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses transaksi pembelian Informasi, Barang serta Jasa. Bagi anda yang belum tahu, Electronic Data Interchange atau disingkat EDI adalah proses transfer data yang terstruktur dalam format standar yang disetujui dari satu sistem komputer lainya berbentuk elektronik.

2. Business to Consumer

Jenis Business to Consumer merupakan salah satu jenis e-commerce yang banyak dikenal oleh khalayak umum, mengapa begitu? Karena jenis B2C (Business to Consumer) adalah kebalikan dari B2B di mana pelaku usaha e-commerce bertransaksi langsung dengan pembeli.

Sama seperti toko retail B2C menjual produk dalam bentuk eceran. Namun perbedaannya Business to Consumer dijalankan secara online mulai dari sistem pembelian sampai sistem transaksinya. Contoh dari jenis e-commerce ini adalah Matahari.com, berrybenka.com, Zalora.co.id

3. Consumer to Consumer

C2C (Consumer to Consumer) merupakan jenis e-commerce yang menggunakan proses transaksi antar pelanggan melalui pihak ketiga sebagai perantara transaksinya. C2C umunya menggunakan model classified yang memberikan kebebasan dalam proses transaksi antara penjual dengan pembeli dalam melakukan transaksi.   

Kekurangan dari C2C adalah produk yang dijual biasanya merupakan barang bekas yang masih layak pakai. Selain itu platform pihak ketiga tidak memfasilitasi proses transaksi pembayaran dalam jual belinya, dan hanya sekedar memberikan Informasi mengenai barang beserta penjual. Contoh platform yang menggunakan jenis ini adalah OLX.co.id.

Lihat Juga : Pengertian WhatsApp | Sejarah, Fitur, Kelebihan, Kekurangan

4. Consumer to Business

Jika biasanya transaksi bisnis hanya terjadi dari pelaku bisnis kepada konsumen, maka Consumer to Business merupakan kebalikan penuh Business to Consumer. Umumnya C2C adalah jenis e-commerce yang menyediakan kebutuhan jasa bagi perusahaan yang lebih besar dari konsumen penyedia kebutuhan perusahaan tersebut. Semisal jasa pembuatan logo, Content Writer, desain dan sebagainya.

Orang-orang yang menerapkan bisnis e-commerce dengan model C2B biasanya adalah seorang freelancer yang memang jasa mereka dapat disewa untuk membuat berbagai macam pesanan terkait dari bidang jasa yang ditawarkan. Platform dengan bisnis model Customer to Business di antaranya Freelancer.com, istockphoto.com

5. Business to Administration

Business to Administration adalah jenis model bisnis e-commerce yang bergerak dibidang administrasi publik. B2A melakukan kegiatan bisnisnya pada ranah pelayanan pemerintah, seperti kepengurusan pajak, jaminan sosial, dokumen hukum dan semua administrasi pemerintah yang disediakan dalam bentuk digital.

Dalam menjalankan e-commerce ini pelaku bisnis akan menawarkan beragam jenis produk dan jasa yang diperlukan dalam menjalankan operasional pemerintahan melalui transaksi dengan mengajukan tender. Contoh dari e-commerce ini adalah pajak.go.id

6. Consumer to Administration

Consumer to Administration memiliki kemiripan dengan Business to Administration, hanya saja transaksinya dilakukan antara konsumen dengan admisnistrasi publik secara digital. Biasanya e-commerce jenis C2A seperti ini diterapkan pada bidang pendidikan, Hukum, Administrasi dokumen, kesehatan dan semacamnya.   

Baik C2A maupun B2A memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kemudahan dan efisiensi dari layanan publik dengan menggunakan sarana media informasi serta komunikasi. Tentunya mudah dijangkau masyarakat luas berbasis teknologi digital.

7. Online to Offline

Online to Offline atau O2O adalah bisnis digital yang mengembangkan konsep penjualan dan promosi di mana sang pelaku usaha selain mencari keuntungan melalui toko onlinenya dia juga ikut mempromosikan toko fisiknya agar dapat dikunjungi pelanggannya secara offline. Biasanya konsep seperti ini diterapkan pada market digital yang menyediakan opsi bagi pembeli untuk mengambil barang yang dibeli ke toko fisik ataupun pengantaran sameday delivery.

Sistem ini dibuat bukan karena tanpa alasan, namun lebih tepatnya untuk memberikan kesan bahwa membeli barang pada toko fisik masih memiliki beberapa keunggulan dibandingkan toko online. Misalnya saja seperti membeli makanan pada restoran yang mana apabila anda membeli secara langsung pada toko fisik maka akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan bisa menyantap masakan selagi hangat. e-commerce yang menggunakan sistem O2O salah satunya ialah JakartaNotebook.

Lihat Juga : Pengertian Twitter | Sejarah, Fitur, Manfaat

Kesimpulan,

E-commerce adalah sistem penjualan modern yang telah banyak berkontribusi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat luas untuk berdagang melalui cara baru yang lebih efisien dan kompatibel. Tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya manusia mesti berubah ke arah modern dalam menghadapi arus gelombang ekonomi dunia yang semakin ganas. dengan melalui e-commerce diharapkan banyak orang dapat mengembangkan cara bisnis yang lebih murah dan mudah untuk diterapkan sebagai bisnis perdagangan yang ideal dimasa depan.

Apakah e-commerce dan Marketplace itu sama?

Keduanya berbeda, marketplace merupakan pihak ketiga yang menyediakan tempat bagi penjual untuk memasarkan dagangannya pada pembeli sedangkan e-commerce lebih berfokus untuk menjual produk mereka sendiri.

Apakah e-commerce dan Online Shop sama?

Ada beberapa perbedaan antara keduanya, salah satunya ialah e-commerce menjual produk dari brand mereka sendiri atau brand lain yang telah menjalankan kerja sama secara resmi dengan mereka. Sedangkan Online Shop adalah toko retail yang menjual berbagai produk tanpa harus memiliki kerja sama resmi dari brand produk yang mereka jual.

Apa manfaat e-commerce untuk bisnis perdagangan?

Pelaku bisnis memiliki wilayah dagang yang jauh lebih luas dari lahan perdagangan pada toko fisik. biaya operasional perdagangan juga lebih murah dan praktis tanpa harus memikirkan pengeluaran untun karyawan dan sebagainya.

Apa pengertian e-commerce dan contohnya?

Menurut Wikipedia e-commerce adalah perdagangan elektronik yang melibatkan aktivitas penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem digital seperti internet, televisi, dan jaringan komputer lainnya.

Itulah pembahasan singkat yang dapat saya sampaikan mengenai pengertian e-commerce, beserta manfaat dan jenis-jenisnya. Semoga ulasan di atas dapat membantu dan bermanfaat. Apabila terdapat sesuatu yang ingin ditanyakan atau disampaikan, silakan tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!!

CATATAN: Informasi di atas diambil dari beragam sumber dan opini penulis. Sangat disarankan untuk melihat informasi lain untuk lebih menguatkan data sebagai bahan referensi dan pengetahuan lanjutan.

Share Your Thoughts

Your email address will not be published. All fields are required.