Apa itu E-Banking?

E-Banking merupakan jenis perbankan elektronik yang memanfaatkan internet sebagai media transaksi

Pada zaman serba digital saat ini tentunya sudah banyak masyarakat yang menggunakan smartphone tidak hanya untuk berkomunikasi saja melainkan melakukan beberapa kegiatan seperti belajar, bekerja, berbelanja, hingga melakukan aktivitas perbankan. Di Indonesia sendiri pada saat ini sudah ada layanan online yang memudahkan para nasabah, cukup akses melalui yang dimiliki para nasabah tidak perlu repot-repot pergi ke bank untuk melakukan transaksi perbankan. Layanan online tersebut bernama E-Banking.

Adanya E-Banking pada saat ini tentu saja juga termasuk salah satu faktor dari adanya penggunaan teknologi informasi yang berkembang begitu pesat. Terbukti dengan terus bertambahnya jumlah bank yang menyediakan layanan atau jasa E-banking untuk para nasabahnya. Contohnya beberapa bank besar seperti BCA, BNI, BRI, dan Bank Mandiri telah menyediakan layanan tersebut. Penerimaan masyarakat terhadap layanan digital tersebut juga cukup baik terbukti dengan terus meningkatnya transaksi digital yang dilakukan setiap tahunnya. Selain itu E-Banking juga memberikan beberapa keuntungan kepada pihak-pihak perbankan antara lain;

  • Business expansion.
  • Customer loyalty.
  • Revenue and cost improvement.
  • Competitive advantage.
  • New business model.

Lihat Juga : Apa itu Root Android?

Pengertian E-Banking

Apa itu E-Banking
Sumber Gambar : mononabank.com

E-Banking merupakan salah satu jenis perbankan elektronik di mana layanan tersebut memanfaatkan teknologi internet sebagai media untuk melakukan segala macam transaksi dan memberikan informasi resmi melalui website bank tersebut. Selain itu layanan E-Banking juga dapat diakses kapan saja dan di mana saja karena nasabah dapat mengakses layanan tersebut dengan menggunakan smartphone, laptop, tablet, atau perangkat lainnya yang terhubung dengan jaringan internet.

Berbeda dengan mobile banking, di mana nasabah harus menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh bank terkait untuk mengaksesnya dan tidak menggunakan token. Sedangkan E-Banking, dapat diakses oleh nasabah secara langsung melalui browser yang dimilikinya.

Apa perbedaan E-Banking dan M-Banking?

Melalui E-Banking, Anda bisa melakukan transaksi secara langsung dengan browser. Sementara itu Mobile Banking, Anda diharuskan menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh bank terkait untuk melakukan transaksi.

Sejarah E-Banking

Sejarah internet banking sebenarnya dimulai pada tahun 1980-an, dan pengenalan e-banking dan mobile banking diprakarsai oleh beberapa bank di Indonesia. Proses ini dipicu setalah beberapa perusahaan mulai menerapkan konsep belanja online atau belanja melalui internet. Kemudian beberapa Bank mulai membuat dan mengembangkan data fasilitas database online. Pada Oktober 1994, Amerika mulai memperkenalkan layanan perbankan berbasis internet pertama yang dikembangkan oleh Stanford Federal Credit Union yang merupakan lembaga yang bergerak dibidang keuangan. Akan tetapi hal tersebut juga memunculkan pro dan kontra dari uang elektronik.

Di Indonesia sendiri E-Banking pertama kali mulai diperkenalkan oleh Bank Internasional Indonesia (BII) pada September 1998. Kemudian langkah ini diikuti oleh beberapa bank antara lain Bank Niaga, Bukopin, Mandiri, BCA, dan lainnya. Kemudian pada tahun 2001, Bank Central Asia (BCA) Merupakan Bank pertama di Indonesia yang berani mengoperasikan E-Banking secara massif melalui situs resmi yang dimiliki yaitu Klik BCA yang diamankan dengan enkripsi SSL 2048 bit dan fasilitas firewall pada situsnya.

Lihat Juga : Apa itu IMEI?

Cara Kerja E-Banking

Cara Kerja E-Banking
Sumber Gambar : pymnts.com

Dalam menggunakan internet banking untuk keperluan transaksi, ada sejumlah hal yang harus Anda lakukan; kurang lebih langkah-langkahnya seperti berikut ini:

  1. Para nasabah wajib mempunyai ID pengguna, kata sandi (password), token atau kata sandi satu kali (OTP) dan jaringan internet. Nasabah biasanya dapat memperoleh ID pengguna, password, dan token dengan cara mendaftar ke bank tersebut.
  2. Kemudian pada saat menggunakan E-Banking, nasabah juga harus betul-betul memastikan bahwa situs website yang mereka kunjungi adalah situs resmi milik bank tersebut.
  3. Selanjutnya nasabah kemudian akan diminta untuk memasukkan ID pengguna dan kata sandi mereka pada halaman beranda atau login.
  4. Pada saat melakukan transaksi keuangan, nasabah diminta untuk memasukkan kode OTP yang diterima dari token.
  5. Setelah menyelesaikan transaksi, nasabah harus memverifikasi bahwa mereka telah logout dari situ E-Banking tersebut.
  6. Kemudian bank akan mengirimkan e-mail notifikasi sebagai bukti bahwa transaksi tersebut telah berhasil.

Lihat Juga : Apa itu Phising?

Jenis – Jenis Layanan E-Banking

Jenis Layanan E-Banking
Sumber Gambar : bca.co.id

1. Layanan ATM (Automated Taller Machine)

Anjungan Tunai Mandiri atau yang biasa disebut dengan ATM, dapat dikatakan sebagai inovasi awal E-Banking. Dengan adanya inovasi tersebut para nasabah tidak harus datang secara langsung ke teller bank. Penarikan tunai juga dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat karena dapat dilakukan secara elektronik.

2. Mesin EDC (Electronic Data Capture)

Mesin EDC merupakan bagian dari perangkat elektronik yang berfungsi untuk melakukan pembayaran tanpa tunai. Nasabah juga tidak perlu membawa uang tunai atau menarik uang tunai terlebih dahulu di ATM. EDC biasanya digunakan ketika berbelanja, sehingga para nasabah bisa merasa lebih praktis dan tidak perlu repot-repot untuk mencairkan uang terlebih dahulu ke ATM. Terdapat tiga jenis EDC yang dapat digunakan yaitu Line Telepon / Fixed Line yang menggunakan line telepon dari Telkom, selanjutnya ada GPRS Power yang bekerja berdasarkan sinyal seperti handphone.

3. SMS Banking

Layanan ini memungkinkan para nasabah untuk melakukan transaksi perbankan, seperti transfer uang, pengecekan saldo, dan melakukan segala macam proses pembayaran melalui smartphone tanpa harus datang ke ATM. Cara untuk menggunakan SMS banking juga cukup mudah yaitu melalui perintah pesan singkat (SMS) menggunakan pulsa.

4. Phone Banking

Tidak jauh beda dengan SMS banking, phone banking juga dapat dilakukan dengan menggunakan ponsel. Bedanya nasabah tidak perlu repot-repot untuk menghafal perintah pesan karena cukup dengan menelpon. Jenis transaksi yang dapat dilakukan yaitu transfer dan informasi saldo, mutasi rekening, segala macam pembayaran seperti kartu kredit, pulsa, PLN, listrik dll.

5. Mobile Banking

Mobile banking juga termasuk layanan yang dapat diakses melalui telepon, layanan ini bisa dibilang cukup baru yang ditawarkan oleh pihak perbankan kepada nasabah. Karena kenyamanan dan fitur yang ada pada mobile banking yang dapat menghemat waktu dan dirasa dapat diakses kapan saja membuat layanan ini berkembang cukup pesat dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

6. Internet Banking

Internet Banking merupakan layanan dari perbankan yang memudahkan para nasabahnya untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan transaksi perbankan melalui jaringan internet. Dengan adanya internet banking membuat para nasabah seolah-olah mempunyai teller pribadi sehingga tidak perlu capek antri di bank untuk melakukan transaksi perbankan.

7. Video Banking

Berbeda dengan layanan E-Banking yang dapat diakses kapan saja, layanan video banking biasanya dapat diakses di hari tertentu saja misalnya Sabtu dan Minggu. Dengan video banking ini, para nasabah dapat melakukan transaksi seolah-olah bertemu secara langsung dengan teller bank karena dapat bertatap muka melalui video.

Lihat Juga : 19 Cara Mengatasi Lupa PIN ATM BCA

Teknologi dalam E-Banking

Teknologi Dalam E-Banking
Sumber Gambar : bungdus.com

Di bawah ini tersedia informasi mengenai teknologi apa saja yang bisa Anda manfaatkan di dalam perbankan elektronik untuk keperluan lainnya selain transfer uang, berikut penjelasannya;

  1. ATM atau Anjungan Tunai Mandiri – Terminal elektronik telah disediakan oleh lembaga keuangan yang memungkinkan para nasabah untuk menarik uang tunai dari rekening tabungan bank mereka, melakukan penyetoran, memeriksa saldo dan mengirim uang.
  2. Computer Banking – Layanan perbankan yang hanya tersedia bagi nasabah yang memiliki koneksi internet ke data center bank. Ini juga berguna untuk berbagai layanan seperti perbankan, penerimaan dan pembayaran tagihan.
  3. Debit atau kartu cek – Debit atau kartu cek merupakan bentuk  pembayaran yang dilakukan oleh organisasi seperti perusahaan atau lembaga pemerintah yang mengirimkan dana seperti pensiun dan gaji melalui pengiriman uang elektronik. Uang akan dikirim langsung ke rekening masing-masing nasabah.  
  4. Direct Deposit – Metode pembayaran yang dilakukan oleh suatu lembaga atau instansi melalui transfer elektronik ke setiap rekening para nasabahnya.
  5. Direct Payment – Metode pembayaran yang dapat memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran tagihan melalui transfer elektronik di mana dana tersebut akan langsung ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor.
  6. Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP) – Metode pembayaran yang dikirimkan ke nasabah secara online. Setelah pengajuan, nasabah dapat langsung membayar tagihan secara online. Dan secara otomatis saldo simpanan nasabah juga akan langsung berkurang.
  7. Electronic Check Conversion – Proses perubahan suatu informasi dalam cek (rekening, jumlah transaksi, dsb) ke dalam format elektronik supaya bisa di proses lebih lanjut.
  8. Electronic Fund Transfer (EFT) – Transfer uang atau pinjaman dari satu rekening ke rekening lain dengan menggunakan media elektronik.
  9. Stored Value Card – Kartu berisi nilai moneter yang diisi ulang dengan pembayaran di muka nasabah atau deposit dari perusahaan lain.
  10. Payroll Card – Salah satu jenis  “Stored Value Card” yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaran lewat ATM.
  11. Prepaid Card – Salah satu tipe dari jenis “Stored Value Card” yang dapat menyimpan nilai monitor di dalamnya yang sebelumnya nasabah telah membayar sejumlah nilai ke penerbit kartu.
  12. Smart Card – Salah satu tipe dari jenis “Stored Value Card” yang di dalamnya tertanam salah satu atau lebih chips yang dapat menyimpan data, dan melakukan perhitungan. Kartu ini juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran transportasi publik dan lain-lain.

Lihat Juga : 19 Cara Mengatasi ATM BNI Lupa PIN/Terblokir

Fungsi dan fitur pada E-Banking

Fungsi E-Banking
Sumber Gambar : asiapacificsecuritymegazine.com

E-Banking juga menyediakan berbagai macam fitur yang berfungsi untuk memudahkan para penggunanya antara lain berupa informasi umum mengenai rekening tabungan atau giro, pengecekan saldo rekening dan riwayat transaksi perbankan yang dilakukan para nasabah, melakukan transaksi atau transfer dana baik sesama rekening bank maupun antar bank, memberikan laporan aktivitas keuangan para nasabah, dan memberikan informasi mengenai letak ATM atau kantor cabang terdekat.

Selain itu E-Banking juga menyediakan fitur yang tidak dapat dilakukan di bank konvensional yaitu melakukan pembayaran tagihan secara elektronik seperti pembelian pulsa, pembayaran telepon, pembayaran listrik, internet, TV kabel, dan lain-lain.

Manfaat E-Banking

Manfaat E-Banking
Sumber Gambar : bri.co.id

Fasilitas internet banking menawarkan banyak keuntungan bagi nasabah perbankan. Opsi ini awalnya ditawarkan oleh bank untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Keuntungan utama adalah nasabah tidak perlu keluar rumah untuk pergi ke bank atau ATM untuk bertransaksi selain tarik tunai. 

Dengan menggunakan jaringan internet, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi. Artinya, para nasabah akan diuntungkan dari segi waktu dan biaya. Dalam hal ini, khususnya bagi nasabah yang selalu melakukan perbankan dalam perdagangan dapat melakukan transaksi dengan cepat kapan saja dan di mana saja selama jaringan internet tersedia.

Selain untuk kepentingan nasabah, fasilitas ini juga menguntungkan bank yang mengoperasikannya. Pengoperasian layanan ini dapat membantu bank mengurangi biaya operasional. Keuntungan lain bagi bank adalah opsi ini mengarah ke pelanggan baru yang sangat membutuhkan opsi ini. nasabah dapat melakukan beberapa transaksi bank melalui kemampuan internet banking.

Lihat Juga : 10 Cara Mengatasi BNI Mobile Banking Error, Tidak Bisa Dibuka

Penerapan E-Banking

Penerapan E-Banking
Sumber Gambar : lifepal.co.id

Penggunaan E-Banking dari waktu ke waktu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu Bank Indonesia mengeluarkan peraturan yang berhubungan dengan pengelolaan dan penyelenggaraan aktivitas E-Banking. Peraturan tersebut terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 mengenai Penerapan Manajemen Risiko Bank Umm dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/8/DPNP, tanggal 20 April 2004 mengenai Penerapan Manajemen Risiko pada layanan perbankan melalui E-Banking.

1. Pengendalian keamanan “Security Control”

  • Bank harus mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memeriksa keaslian dan persetujuan “Autentikasi” bagi nasabah yang melakukan perdagangan melalui perbankan elektronik.
  • Bank harus menggunakan metode untuk memeriksa keaslian transaksi untuk mencegah transaksi dilakukan oleh pelanggan “non-penolakan” dan menetapkan tanggung jawab untuk transaksi perbankan elektronik.
  • Bank perlu memastikan bahwa fungsionalitas sistem perbankan elektronik, database, dan aplikasi lain dipisahkan.
  • Bank harus mengelola otorisasi “hak istimewa” dan akses ke sistem perbankan elektronik, database, dan aplikasi lainnya dengan benar. Bank perlu memastikan tersedianya langkah-langkah yang tepat untuk melindungi integritas data, catatan/arsip, dan informasi terkait transaksi perbankan elektronik.
  • Bank perlu memastikan ketersediaan mekanisme pelacakan “riwayat perdagangan” yang jelas untuk semua transaksi perbankan elektronik.
  • Bank perlu mengambil langkah-langkah untuk melindungi kerahasiaan informasi penting tentang perbankan elektronik. Langkah-langkah ini harus sepadan dengan kerahasiaan informasi yang dirilis dan atau disimpan dalam database.

2. Manajemen risiko hukum dan reputasi

  • Bank mengatur kerahasiaan klien dengan mengizinkan pihak yang berkepentingan untuk memperoleh informasi yang akurat tentang identitas bank dan status hukum di situs web bank Kami harus memastikan bahwa kami memberikan informasi yang memungkinkan kami untuk memperoleh langkah-langkah untuk memastikan bahwa ketentuan tersebut berlaku untuk penyediaan produk dan layanan perbankan elektronik sesuai dengan peraturan negara tempat bank tersebut berada.
  • Bank perlu menerapkan prosedur perencanaan tanggap darurat dan perencanaan kelangsungan bisnis yang efektif untuk memastikan ketersediaan sistem dan layanan perbankan elektronik.
  • Bank perlu mengembangkan rencana pemrosesan yang tepat untuk mengelola, mengatasi, dan meminimalkan masalah yang timbul dari peristiwa “internal dan eksternal” yang tidak terduga yang dapat mengganggu penyampaian sistem dan layanan perbankan elektronik.

Lihat Juga : 4 Cara Merawat Kartu ATM & Kartu Kredit

Keamanan E-Banking

Keamanan E-Banking
Sumber Gambar : enisa.europa.eu

Keamanan saat menggunakan fitur perbankan elektronik merupakan masalah utama dalam perbankan elektronik, karena transaksi perbankan di Internet dipantau dan dapat kapan saja disalahgunakan oleh tangan yang tidak bertanggung jawab, seperti halnya aktivitas lain di Internet. Salah satu teknologi keamanan yang sering digunakan dalam perbankan elektronik adalah SSL (Secure Socket Layer) atau Protokol HTTPS (Secure HTTP). Sebagai contoh yaitu BCA yang merupakan salah satu perbankan milik swasta di Indonesia.

BCA adalah salah satu pelopor perbankan elektronik di Indonesia. Melalui KlikBCA, BCA menyediakan produk perbankan elektronik yang memudahkan pemrosesan transaksi perbankan melalui komputer dan jaringan internet. Klik BCA dibangun dengan fitur keamanan untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data dan transaksi para nasabah.

Lihat Juga : 10 Cara Daftar Internet Banking BNI

Kelebihan dan Kekurangan E-Banking

Kelebihan Kekurangan E-Banking
Sumber Gambar : bri.co.id

Di samping banyaknya kelebihan yang ditawarkan oleh aplikasi E-Banking, penting juga untuk dipahami bahwasanya perbankan elektronik juga memiliki kekurangan. Selengkapnya, bisa Anda simak pada beberapa poin di bawah ini.

Kelebihan E-Banking

  • Penggunaan E- Banking dapat lebih efektif dan efisien, serta pendapatan yang dihasilkan juga lebih meningkat dibandingkan bank konvensional yang ada.
  • Dapat memudahkan para nasabah untuk dapat membuka account tanpa harus datang langsung di bank yang berada di berbagai tempat yang berbeda.
  • Para nasabah juga dapat mengakses E-Banking kapan saja selama dua puluh empat jam dan menghemat biaya karena tidak perlu biaya untuk datang ke bank secara langsung.
  • Dengan E-Banking nasabah juga dapat mengajukan pinjaman KTA, KPR, KMG secara online dengan cepat dan mudah.
  • Nasabah juga dapat melakukan pengecekan nilai tukar mata uang (kurs) rupiah dengan mata uang negara lain, seperti dolar Amerika (USD), dolar Australia (AUD), dolar Singapura (SGD), euro (EUR), yen Jepang (JYP) dan lain-lain.

Kekurangan E-Banking

  • Sebagai nasabah tentunya perlu waspada karena informasi pribadi dapat dicuri. Pencurian data dapat dilakukan melalui teknologi skimming atau modus penipuan dengan berbagai penawaran yang menipu nasabah.
  • Kelemahan paling buruk dari elektronik banking adalah pencurian dana oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau yang biasa disebut dengan hacker. Peretas dapat sepenuhnya mengosongkan rekening tabungan yang dimiliki oleh nasabah. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti semua langkah menggunakan internet banking untuk memastikan keamanan data dan uang milik nasabah.
  • Hal yang perlu diperhatikan juga pastikan perangkat Anda, seperti laptop atau PC Anda, memiliki perlindungan antivirus dan antimalware untuk mencegah peretasan dan cracking.
  • Hindari penggunaan internet banking di tempat umum dan layanan seperti warnet dan Wi-Fi gratis. Ini dapat rentan terhadap penyadapan data. Selain itu, perbankan juga perlu memastikan sosialisasi dan peningkatan pengawasan transaksi perbankan kepada seluruh nasabah yang ada.

Lihat Juga : 10 Cara Daftar Internet Banking BRI & Aktivasi

Hambatan E-Banking

Hambatan E-Banking
Sumber Gambar : mcezone.com

Meskipun E-Banking telah menawarkan beragam kelebihan yang bisa Anda manfaatkan untuk kebutuhan transaksi, namun bukan berarti Anda bisa menggunakannya dengan lancar selalu. Mengingat dalam beberapa kondisi tertentu, akan ada sejumlah hambatan yang mungkin Anda alami nantinya, misalnya seperti di bawah ini:

  1. Transaksi menggunakan Elektronik Banking tidak hanya sederhana, tetapi juga menimbulkan risiko seperti strategi, operasional dan reputasi, serta  berbagai ancaman dan kerusakan aliran data yang ada.
  2. Kerusakan / kerugian / kehilangan yang dialami oleh bank maupun nasabah juga dapat disebabkan oleh pihak-pihak internal atau pemilik bank.
  3. Elektronik banking atau E-Banking merupakan salah satu sasaran kejahatan dunia maya dengan kendala teknis maupun non teknis.
  4. Pemerintah sejauh ini masih terlihat sangat lambat untuk memprediksi peningkatan kejahatan yang disebabkan oleh aktivitas E-Banking.
  5. Para pelaku bisnis dan masyarakat umum kurang peduli dengan proses penanganan kasus pidana E-Banking.

Tips menggunakan E-Banking

Untuk menghindari berbagi kemungkinan terburuk yang dialami oleh nasabah akibat penggunaan E-Banking, nasabah dapat melakukan beberapa tips untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa tips tersebut yaitu;

  1. Jaga kerahasiaan data perbankan Anda.
  2. Rajin update kata sandi atau password secara berkala.
  3. Pastikan alamat URL website bank aman dan tidak mencurigakan.
  4. Rutin melakukan pengecekan rekening dan segera hubungi bank apabila terdapat transaksi yang mencurigakan.
  5. Jangan pernah membagikan kode OTP yang Anda miliki.
  6. Pastikan keluar dari browser internet banking.
  7. Hindari transaksi melalui smartphone orang lain.
  8. Manfaatkan fitur pengaman yang ada di dalam smartphone.
  9. Jangan memakai Wi-Fi atau VPN gratis, dan rutin untuk memperbarui antivirus.

Lihat Juga : 5 Cara Cek Mutasi Rekening Mandiri

Kesimpulan,

Adanya layanan E-banking pada saat ini memang sangat memudahkan nasabah dalam melakukan segala macam jenis transaksi. Segala macam jenis layanan yang ada dalam E-Banking juga memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi umum mengenai rekening tabungan atau giro, pengecekan saldo rekening dan riwayat transaksi perbankan yang dilakukan para nasabah, melakukan transaksi atau transfer dana baik sesama rekening bank maupun antar bank tanpa harus datang langsung ke bank. Para nasabah juga dapat melakukan pembayaran berbagai jenis tagihan seperti pulsa, listrik, pajak dan lain lain secara lebih mudah.

Namun dari berbagai kemudahan yang ditawarkan E-Banking, para nasabah juga perlu hati-hati agar tidak mengalami berbagi macam hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pencurian data pribadi, dan pencurian dana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu para nasabah juga dapat melakukan berbagi tips yang ada untuk menciptakan keamanan dalam menggunakan E-Banking.

Apa itu SMS Banking?

Sebuah layanan yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan melalui perintah pesan singkat (SMS).

Apa fungsi utama dari E-Banking?

E-Banking dapat mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan tanpa harus pergi ke bank atau ATM untuk bertransaksi selain tarik tunai melalui jaringan internet.

Apa saja fitur yang terdapat dalam E-Banking?

Ada banyak sekali fitur dan layanan E-Banking, di antaranya yaitu Computer Banking, Direct Deposit, Direct Payment, Electronic Check Conversion, Payroll Card, dan lain sebagainya.

Apa perbedaan E-Banking dan M-Banking?

Melalui E-Banking, Anda bisa melakukan transaksi secara langsung dengan browser. Sementara itu Mobile Banking, Anda diharuskan menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh bank terkait untuk melakukan transaksi.

Sekian informasi yang bisa saya sampaikan mengenai apa itu E-Banking beserta sejarah, fungsi, kelebihan, kekurangan dan cara kerjanya. Bagikan artikel ke media sosial Anda supaya lebih berguna dan bermanfaat. Apabila Anda mempunyai pertanyaan ataupun pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!


Artikel ditulis oleh Adella Eka Ridwanti, Editor oleh Wahyu Setia Bintara, Rudi Dian Arifin

Artikel terkait

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Cara Uninstall Aplikasi yang Tidak Bisa Dihapus Windows

    Cobalah untuk memuat ulang perangkat Anda untuk memperbaiki program atau aplikasi Windows yang tidak bisa dihapus
  2. Daftar Harga HP Infinix Terbaru – Januari 2022

    Mau tahu harga HP Infinix terbaru saat ini, simak varian HP Infinix dan harganya berikut ini!
  3. Apa itu Search Engine?

    Search engine merupakan situs atau bisa juga disebut tool untuk mencari sumber informasi yang ada di…