Pengertian Firmware – Fungsi, Jenis, Level, dan Contoh

Firmware dirancang untuk perangkat lunak tingkat tinggi dan dianggap sebagai perangkat lunak semi permanen

Seiring dengan berkembangnya pola pikir dan imajinasi manusia dalam bidang sains atau ilmu pengetahuan, teknologi akan terus berevolusi menjadi semakin pintar dan canggih. Banyak pekerjaan atau aktivitas yang sebelum dilakukan secara manual, telah digantikan oleh program atau teknologi. Perangkat lunak atau software merupakan salah satu teknologi yang terus berkembang sejak abad 19-an sampai pada era modern seperti sekarang ini. Dan saat ini, software telah dikelola dan diimplementasikan ke berbagai perangkat teknologi seperti smartphone, komputer, laptop, mesin, dan masih banyak lagi.

Dalam dunia komputer sendiri, terdapat istilah software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras), keduanya dapat saling bekerja sama agar komputer dapat beroperasi dengan baik. Disisi lain, ada salah satu perangkat yang jarang dikenal pengguna, apa itu? Perangkat ini bernama “firmware”. Firmware pernah disamakan dengan software, padahal sebenarnya kedua istilah ini memiliki arti dan fungsi berbeda. Untuk memahami secara mendalam mengenai istilah firmware, simak pengertian, jenis, contoh, dan fungsi firmware berikut ini!

Lihat Juga : Pengertian Shareware

Pengertian Firmware

Pengertian Firmware
Sumber Gambar : CSO Online

Dalam dunia komputasi, firmware adalah program perangkat lunak pada perangkat keras, yang melakukan fungsi seperti tugas input/output dasar dan memberikan instruksi yang diperlukan agar perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat komputasi lainnya. Perangkat firmware merupakan seperangkat instruksi yang diprogram secara permanen dan terukir ke perangkat keras, seperti BIOS, video card, atau hard drive. Firmware berevolusi dari penyimpanan ROM ke memory flash, sehingga menjadi ramah pengguna dan lebih mudah untuk diperbarui.

Saat ini firmware tertanam dalam berbagai hal mulai dari smartphone hingga perangkat IoT (internet of things). Umumnya, firmware dirancang untuk  perangkat lunak tingkat tinggi dan dianggap sebagai perangkat lunak semi permanen. Untuk bekerja dengan sistem operasi baru, pengguna perlu memperbarui perangkat firmware tertentu, seperti kartu video dan hard drive. Pembaruan firmware akan membantu sistem bekerja lebih cepat, memperbaiki bug, meluncurkan fitur baru, maupun meningkatkan keamanan. Biasanya produsen firmware menyediakan situs web yang berisi pembaruan firmware itu sendiri, pengguna dapat menemukannya dengan bantuan dengan membuka opsi “Support” atau “Download” pada situs tersebut.

Perangkat firmware juga berfungsi sebagai pengontrol kinerja dari perangkat keras, agar perangkat tersebut dapat dioperasikan. Beberapa perangkat yang menggunakan firmware meliputi: modem, sistem game, komputer BIOS, perangkat streaming, router, printer, ponsel, jam tangan digital, komputer, dan juga perangkat periferal seperti, mouse, keyboard, dan lain-lainnya.

Lihat Juga : Pengertian Freeware

Jenis – Jenis Firmware

Jenis Jenis Firmware
Sumber Gambar : MuySeguridad. Seguridad informática

Pengguna komputer maupun alat komputasi dan produk elektronik lainnya ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis firmware. Untuk lebih jauh mengenal jenis-jenis yang dimiliki firmware, berikut ulasannya:

1. BIOS

Firmware BIOS merupakan salah satu program perangkat yang digunakan untuk proses boot pada Legacy BIOS. Firmware ini tersimpan di dalam motherboard sebuah komputer sebagai BIOS, firmware di sini akan membantu BIOS melakukan Power On Self-Test (POST), selanjutnya firmware akan memuat sektor pertama dari setiap target perangkat penyimpanan ke dalam memori. Selain itu, firmware BIOS juga memindai MBR (Master Boot Record) yang valid untuk dilanjutkan eksekusi ke bootloader untuk pemilihan partisi tempat booting. Tujuan utama dari firmware adalah menangani komponen pada perangkat keras, dan memastikan semua komponen dapat berjalan dengan baik.

2. UEFI

UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) atau disebut juga dengan EFI adalah spesifikasi untuk program perangkat lunak yang menghubungkan firmware komputer ke sistem operasi. Pada UEFI terdapat firmware khusus yang di install pada motherboard komputer, sistem firmware di sini akan memberi instruksi pertama oleh CPU agar hardware menyala dan melanjutkan kontrolnya ke bootloader. Pada dunia pemrograman, firmware UEFI sebagian besar ditulis dalam bahasa C, yang memungkinkan pengguna untuk menambah atau pun menghapus fungsi dengan pemrograman yang lebih ringan daripada BIOS, dengan menulisnya dalam bahasa assembler, atau kombinasi dengan bahasa C.

Adapun sistem keamanan dari UEFI, yaitu fitur secure boot, yang berfungsi untuk meningkatkan keamanan device, mencegah hacker menginstall software berbahasa saat bootup dan handoff ke OS, serta memungkinkan pengguna untuk mengonfigurasi jaringan dan memecahkan masalah dari jarak jauh.

Lihat Juga : Pengertian Web Browser

Level – Level Firmware

Level Firmware
Sumber Gambar : WallpaperUse

Perangkat firmware memiliki fungsi dan sistem berdasarkan level dari device yang digunakan user. Hal ini juga tergantung dengan di mana firmware disimpan bersama kompleksitas fungsinya, ada tiga tingkatan firmware, yaitu:

1. Low Level Firmware

Ini adalah firmware tingkat rendah, tingkat firmware ini disimpan pada chip memori non-volatile seperti ROM, PROM atau disebut sebagai memori One-Time Programmable (OTP), dan struktur Programmable Logic Array (PLA). Pada level ini firmware kebanyakan disimpan pada chip read-only, sehingga tidak dapat ditulis ulang atau diperbarui, dan dianggap sebagai bagian intrinsik dari perangkat keras.

2. High Level Firmware

High Level Firmware atau disebut sebagai firmware tingkat tinggi, digunakan dengan chip memori flash untuk keperluan update atau pembaruan software. Dibandingkan dengan firmware tingkat rendah, firmware jenis ini sering kali memiliki instruksi yang lebih kompleks, dan membuat perangkat firmware itu sendiri lebih dekat ke software daripada hardware.

3. Subsystems

Subsistem adalah tingkatan firmware pada perangkat atau unit yang menjadi bagian semi-independen dari sistem yang lebih besar. Subsistem memiliki microcode yang tertanam dalam chip flash, CPU, dan unit LCD, cukup mirip dengan firmware high level atau sering kali menyerupai perangkat itu sendiri.

Lihat Juga : Pengertian Brainware

Contoh – Contoh Firmware

Contoh Firmware
Sumber Gambar : spo-comm

Ada banyak sekali peralatan atau produk elektronik dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan firmware di dalamnya, berikut contohnya:

1. Produk Elektronik

  • Produk mesin cuci menggunakan firmware untuk sistem pengaturan waktu dan kontrol.
  • TV digital atau TV modern memiliki sistem firmware untuk mengontrol atribut suara, video, serta daftar saluran.
  • Chip EPROM merupakan chip firmware yang digunakan dalam prosesor untuk musik digital seri Eventide H-3000.

2. Produk Komputer

  • Firmware BIOS sudah digunakan untuk komputer pribadi IBM dengan kompatibel.
  • Firmware untuk UEFI telah digunakan pada sistem Itanium, komputer Intel, maupun motherboard komputer desktop Intel.
  • Open Firmware digunakan pada komputer berbasis SPARC dari Sun Microsystems dan Oracle Corporation, komputer berbasis PowerPC dari Apple, dan lainnya.
  • ARCS, merupakan perangkat firmware yang digunakan komputer dari Silicon Graphics.
  • Kickstart, juga digunakan di jajaran komputer Amiga (POST, hardware, konfigurasi periferal, kernel, dan lain-lainnya).
  • RTAS (Run-Time Abstraction Service), digunakan di komputer IBM.
  • Dan lain-lainnya.

3. Router dan Firewall

  • OpenWrt merupakan firmware berbasis GNU/Linux yang memiliki fitur lengkap dan didistribusikan sebagai router open-source berdasarkan kernel Linux.
  • LibreWRT merupakan distribusi router software gratis berdasarkan kernel Linux-libre.
  • Monowall merupakan distribusi firmware yang tertanam dari FreeBSD. Jenis firmware ini dapat menghadirkan fitur penting untuk firewall pada sebuah PC.
  • Dan lain-lainnya.

Lihat Juga : Pengertian E-Learning

Fungsi Firmware

Firmware memiliki fungsi yang cukup penting bagi sebuah perangkat. Firmware berfungsi untuk mengonfigurasi sistem agar dapat bekerja dengan baik. Selain itu, perangkat firmware juga berfungsi untuk mengontrol dan mengelola boot sistem perangkat, serta inisiasinya. Tidak hanya untuk komputer, firmware juga bekerja di banyak perangkat seperti: printer, monitor, smartphone, dan periferal lainnya. Firmware juga memegang fungsi penting pada BIOS komputer, ini akan bertanggung jawab untuk mengaktifkan berbagai instruksi dalam menghidupkan komputer, serta menjalankan instruksi untuk memulai sistem operasi.

Pembaruan Firmware

Pembaruan Firmware
Sumber Gambar : Camera Jabber

Sebuah firmware dapat diperbarui, hal ini perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang umumnya terjadwal secara otomatis sesuai waktu pembaruan. Fungsi pembaruan firmware itu sendiri dapat meningkatkan fungsionalitas dan fitur perangkat. Selain itu meng-update firmware juga dapat memberikan perbaikan pada masalah kinerja apa pun. Berdasarkan dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, firmware dilakukan pembaruan guna membantu perangkat yang ada tetap dapat kompetitif dengan model yang lebih baru.

Terutama untuk Anda pengguna komputer dan smartphone, harus selalu memastikan pembaruan firmware perangkat yang Anda miliki. Pembaruan yang tidak sukses atau tidak selesai melakukan update juga dapat menimbulkan kerusakan pada firmware itu sendiri. Biasanya, produsen perangkat akan menyediakan sarana pembaruan dan driver untuk diunduh pengguna pada halaman atau situs tertentu, sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan update atau memecahkan masalah lainnya.

Kelebihan Firmware Update

  • Meningkatkan performa – Untuk meningkatkan performa perangkat keras, agar dapat bekerja secara maksimal. Biasanya software yang tidak bekerja dengan baik akan menghambat kinerja perangkat. Dengan upgrade firmware, maka seharusnya perangkat keras dapat bekerja dengan cepat dan maksimal karena performa dari software yang sudah diperbarui.
  • Memperbaiki bug pada sistem – Tidak hanya meningkatkan performa perangkat, pembaruan firmware juga akan memperbaiki masalah-masalah atau bug pada perangkat.
  • Peningkatan fitur – Umumnya, memperbarui firmware pada perangkat juga dapat memudahkan pengguna untuk meningkatkan pembaruan fitur pada aplikasi.

Kekurangan Firmware Update

  • Kurangnya pembaruan otomatis – Kurangnya pembaruan secara otomatis menjadi salah satu kelemahan dari firmware, pengguna kebanyakan harus memperbarui secara manual. Ketika pengguna tidak memahami jadwal pembaruan perangkat, maka dapat menyebabkan kegagalan dalam operasi regulernya.
  • Dampak pada kinerja perangkat – Seiring waktu, adanya update akan memperbanyak fitur baru yang terus bertambah, sehingga dapat berdampak pada kinerja perangkat yang semakin berat. Misalnya untuk pengguna Android, saat melakukan pembaruan fitur bisa saja terjadi kesalahan tertentu, hal ini dapat berakibat fatal pada perangkat Android.

Lihat Juga : Pengertian E-Government

Kesimpulan,

Firmware merupakan bagian dari software maupun hardware dari perangkat komputasi maupun elektronik, untuk saling berhubungan dan bekerja sama dalam menciptakan kinerja maksimal pada perangkat. Firmware bekerja di banyak perangkat seperti: komputer, perangkat mobile, laptop, dan sejenisnya. Firmware memiliki peranan penting agar pekerjaan perangkat dapat berlangsung dengan baik, jika terdapat gangguan pada kinerja firmware maka akan berpengaruh pada kinerja perangkat atau komponen lainnya.

Untuk pengguna komputer dan Android khususnya, pengguna harus berhati-hati dalam melakukan update firmware. Firmware bisa saja rusak ketika pengguna melakukan update, kemudian menghentikan proses update secara tiba-tiba, hal ini dapat menimbulkan masalah serius pada perangkat. Sekali lagi, firmware menjadi bagian integral dalam perangkat teknologi, tanpa firmware sebuah perangkat tidak akan bekerja sebagaimana mestinya.

Itulah ulasan singkat yang dapat penulis berikan mengenai pengertian firmware, beserta kelebihan, kelemahan, dan juga contoh-contohnya. Bagikan artikel ini ke media sosial Anda supaya lebih bermanfaat. Apabila Anda memiliki pertanyaan maupun pendapat mengenai ulasan di atas, silakan tulis melalui kolom komentar. Terima kasih!

Apa itu firmware?

Firmware adalah program software yang secara permanen tersimpan dalam hardware.

Bagaimana mengetahui perangkat Anda memiliki firmware atau tidak?

Anda dapat mengetahui perangkat memiliki firmware atau tidak dengan melihat kemasan produk, bagian belakang perangkat, atau bisa dengan mengunjungi situs web produsen perangkat Anda.

Apakah fungsi dari pembaruan firmware?

Sebuah firmware dapat diperbarui, dan hal ini perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang umumnya terjadwal secara otomatis sesuai waktu pembaruan. Fungsi pembaruan firmware adalah meningkatkan fungsionalitas dan fitur perangkat, selain itu meng-update firmware juga dapat memberikan perbaikan pada masalah kinerja pada perangkat.


Artikel ditulis oleh Yunita Setiyaningsih, Editor oleh Rudi Dian Arifin

Artikel terkait

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. Pengertian Bisnis Online – Definisi, Manfaat, Jenis, Keunggulan

    Bisnis online bagi sebagian orang adalah sebuah aktivitas jual beli barang melalui media internet
  2. Pengertian Dropship – Definisi, Keuntungan, Kelemahan

    Dropshipper berasal dari dropship yang berarti sebuah teknik pemasaran di mana penjual tidak menyimpan stok barang…
  3. Pengertian Reseller – Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Tips

    Reseller memiliki makna “menjual kembali”, di mana sebuah kegiatan menjual produk kembali dari produsen menuju ke…