10 Fungsi BIOS pada Komputer

Basic Input Output System atau disingkat BIOS, merupakan program komputer yang biasanya disimpan di dalam EPROM dan digunakan oleh CPU untuk melakukan prosedur start-up ketika komputer dinyalakan. BIOS juga bertugas dalam mengelola aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat keras yang terpasang, seperti hard disk, adaptor video, keyboard, mouse, dan printer.

Anda juga boleh berpendapat bahwa BIOS berisi beragam instruksi untuk memuat Hardware. BIOS juga berfungsi dalam memverifikasi apakah komputer memenuhi semua persyaratan dasar untuk melakukan boot. Secara sederhana BIOS bertanggung jawab dalam memuat perangkat keras komputer dan booting sistem operasi komputer. BIOS juga memiliki beberapa fungsi lain yang secara tidak langsung dapat dirasakan oleh pengguna komputer, seperti berikut ini.

Lihat Juga : 9 Fungsi dan Manfaat Web Browser

Fungsi BIOS pada Komputer

Fungsi BIOS Komputer
Sumber Gambar : terakurat.com

Sebagai salah satu program paling vital dalam sebuah komputer, BIOS memiliki peranan yang tidak dapat diremehkan. Karena program ini berperan sebagai katalis dalam menjalankan fungsi komputer secara penuh. Umumnya BIOS tertanam sebagai chip pada sebuah motherboard, BIOS bekerja ketika pengguna mulai menekan tombol power untuk menyalakan komputer. Pada tahapan ini, BIOS mulai aktif dengan memberikan instruksi ke perangkat keras komputer sebelum menyerahkan aktivasinya kepada sistem boot. Anda dapat mengetahui hal tersebut ketika mendengar bunyi beep sebelum komputer sepenuhnya aktif. Berikut beberapa fungsi BIOS yang mungkin kurang begitu diketahui secara umum.

1. Post On Self Test (POST)

Tugas utama dari BIOS adalah memastikan apakah perangkat keras berfungsi dengan baik atau tidaknya pada komputer. Pada tahap ini BIOS melakukan pengecekan melalui Post On Self Test atau disingkat POST. Secara sederhana program ini merupakan serangkaian tes diagnostik awal yang dilakukan oleh komputer setelah perangkat dinyalakan. Dengan kata lain, POST inilah yang biasa kita kenal sebagai bunyi beep sebelum komputer dinyalakan. Cara kerja POST sendiri cukup simpel, misalnya jika diagnosa POST terdapat kegagalan, maka komputer akan menghasilkan berbagai bunyi beep untuk menunjukkan jenis kesalahan. Selain itu, Anda juga bisa mengibaratkannya seperti kode morse dari komputer, namun apabila test diagnosa hardware dari POST lolos dan baik saja, maka ia akan melanjutkan boot pada komputer.

Lihat Juga : 10 Fungsi, Manfaat dan Kegunaan VPN

2. Booting sistem

Setelah proses pengecekan dan test yang melewati tahapan POST, fungsi BIOS berikutnya ialah untuk mentransfer akses pada sistem operasi agar komputer sepenuhnya menyala dan berfungsi. Pengguna juga dapat memanfaatkan fungsi jeda pada booting BIOS apabila hendak melakukan beberapa pengaturan pada komputer seperti install ulang sistem operasi, overclocking, password komputer, tanggal / waktu, dan lainnya. Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan menekan tombol F2 secara terus menerus ketika jeda booting, hingga masuk ke menu BIOS.

3. Update keamanan

Secara umum BIOS memiliki beberapa fitur keamanan sendiri. Salah satu di antaranya ialah enkripsi drive digunakan untuk mengenkripsi hard drive untuk mencegah akses data tidak dikenal. Selain itu, ada juga sistem secure boot untuk memastikan bahwa komputer hanya akan mem-booting sistem operasi secara aman. Saat ini BIOS dengan sistem update terkini hadir dengan peningkatan keamanan yang membantu BIOS dalam menahan gangguan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap virus di boot sector apabila motherboard tersebut mendukung boot sector scanning.

Lihat Juga : 6 Fungsi dan Manfaat Mozilla Firefox

4. Memanajemen pengolahan waktu dan tanggal

Penunjuk arah waktu seperti jam, merupakan alat yang banyak dibutuhkan manusia hingga kapan pun mengesampingkan jenis alatnya. Karena kita hidup di masa modern, tentunya alat seperti jam digital telah tersedia pada berbagai macam perangkat elektronik seperti komputer dan smartphone. Tapi pernahkah Anda bertanya, mengapa aliran waktu dan tanggal pada komputer tetap berjalan meskipun dalam kondisi mati? Hal tersebut berkat microchip yang terletak pada motherboard yang disebut sebagai RTC (Real-time clock).

Microchip ini biasanya terpisah dari mikroprosesor dan chip lainnya dan sering dikenal sebagai CMOS. RTC ini memiliki baterai sangat kecil jenis lithium, yang membuat waktu bisa terus berjalan meskipun pengguna mematikan komputer. Cara kerja RTC menggunakan osilator kristal untuk menciptakan sinyal elektromagnetik atau getaran, dari getaran tersebutlah komputer dapat mengetahui waktu saat ini. karena itu RTC dapat berfungsi meskipun komputer sedang dimatikan dan melakukan memanajemen secara terus menerus.

5. Menjaga stabilitas komputer

BIOS dapat dikatakan sebagai fondasi pemrograman dalam komputer, pasalnya sebuah perangkat komputer tidak akan bisa berjalan apabila BIOS nya bermasalah. Di sisi lain perangkat komputer memerlukan BIOS untuk menjalankan tiga fungsi utamanya. Dua dari ketiga fungsi tersebut adalah pengujian komponen hardware dan memuat sistem operasi untuk aktif dalam proses start-up. Sedangkan yang ketiga ialah menyediakan lapisan abstraksi untuk perangkat input dan output.

Bahkan apabila Anda secara tidak sengaja menghilangkan chip ROM yang berisi sistem BIOS pada motherboard, kemungkinan komputer Anda akan mengalami kerusakan dasar. Tanpa adanya sistem BIOS, maka prosesor pun tidak akan berguna. Tergantung bagaimana manajemen komputer Anda menangani tidak adanya BIOS dalam memori. Atau mungkin prosesor masih mampu menjalankan instruksi, namun instruksi yang dijalankan sepenuhnya acak sehingga tidak akan menghasilkan output apa pun.

Lihat Juga : 7 Fungsi, Manfaat dan Kegunaan Google Classroom

Penutup,

BIOS adalah elemen utama agar sistem perangkat lunak komputer dapat bekerja. Pasalnya program dasar ini merupakan fondasi yang memastikan bahwasanya semua hardware dalam komputer agar berjalan secara stabil sehingga sistem operasi dapat berjalan secara normal. Tanpa adanya BIOS komputer layaknya seperti sebuah tubuh tanpa jiwa, setidaknya untuk saat ini.

Apakah perlu untuk memperbarui BIOS?

Jika tujuan Anda adalah untuk mendapatkan performa yang cepat, maka perlu diingat bahwa pembaruan BIOS tidak akan membuat komputer menjadi lebih cepat. Bahkan secara umum pembaruan BIOS juga tidak ikut serta menambah fitur baru, malah bisa jadi dapat menyebabkan masalah tambahan pada komputer. Anda boleh memperbarui BIOS Anda jika pada versi baru tersebut berisi peningkatan yang memang komputer Anda butuh kan.

Bagaimana cara masuk BIOS?

Restart komputer, pada saat komputer mulai menyala tekan tombol F10, F2, F12, F1, or DEL (salah satu saja) secara cepat.

Bagaimana cara masuk BIOS tanpa adanya keyboard?

Pertama Anda bisa menekan tombol reset pada CMOS (namun tidak semua motherboard memilikinya, jadi tidak selalu relevan), atau lepaskan baterai / daya pada motherboard, lalu biarkan selama beberapa saat kemudian pasang kembali.

Apakah komputer bisa berjalan tanpa BIOS?

Tanpa adanya BIOS komputer tidak akan bisa memasuki sistem operasi, pasalnya BIOS di sini berfungsi dalam memicu aktifnya sistem operasi setelah pengecekan hardware.

Bagikan artikel ke media sosial Anda supaya lebih berguna dan bermanfaat. Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

~ Artikel ditulis oleh Agung Wijaya, Editor oleh Wahyu Setia Bintara, Rudi Dian Arifin

Share Your Thoughts

Your email address will not be published. All fields are required.