Apa itu Overclock? Memahami Overclock, Keuntungan, dan Risikonya

Selain sosial media, game telah menjadi sebuah hype dan trending yang ramai dibicarakan dalam setiap kesempatan…

Selain sosial media, game telah menjadi sebuah hype dan trending yang ramai dibicarakan dalam setiap kesempatan ketika berkumpul bersama teman. Bahkan semakin hari, publisher-publisher besar terus mengembangkan produk mereka dalam bidang elektronik termasuk game. Tentunya hal ini dibarengi dengan kebutuhan Hardware yang ikut meningkat, demi mengikuti tuntutan dalam bermain Game yang semakin berat spesifikasinya.

Kadang kala bagi mereka yang merasa tidak sabar, pilihannya adalah melakukan overclock agar performa mereka dalam game supaya menjadi stabil dan nyaman. Namun hal ini tentunya juga memiliki dampak negatif di mana Hardware yang di overclock kemungkinan terjadi kerusakan. Jadi seperti apa itu overclock? Apa definisi serta pengertiannya? Bagaimana dampak overclock? Dan apakah kita diharuskan melakukan overclock? Berikut penjelasan lengkap mengenai overclock bagi Anda yang masih belum memahaminya.  

Lihat Juga : Pengertian Monitor | Sejarah, Fungsi, dan Jenisnya

Pengertian Overclock

Pengertian Overclock
Sumber Gambar : avast.com

Overclock merupakan istilah dalam teknologi komputer dalam mempercepat kinerja suatu perangkat yang dapat melampaui batas ketetapan seharusnya. Hal Ini biasanya berlaku untuk CPU atau GPU saja. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu komponen lain dalam komputer juga dapat di overclock. Salah satu di antaranya adalah RAM

Overclock memang dapat mempercepat kinerja komputer melalui CPU, namun CPU yang Anda overclocking akan menghasilkan panas tambahan. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan secara fisik pada PC (Jika Anda tidak menyediakan sebuah alat yang bertindak sebagai pendingin tambahan). Atau bisa saja terjadi efek lainya seperti menyebabkan komputer menjadi Bluescreen atau me-restart sendiri.

Lihat Juga : Pengertian Hard Disk Drive (HDD) | Fungsi, Jenis, dan Komponen

Cara Melakukan Overclocking

Melakukan Overclocking
Sumber Gambar : hyperxgaming.com

Jika Anda ingin melakukan overclock pada komputer Anda, pertama-tama ketahui dulu apakah prosesor Anda mendukung sistem overclocking. Untuk mengetahuinya pada jenis Processor Intel yang mendukung overclocking memiliki sematan Z atau X di depan digitnya, seperti Z87 atau X299. Sedangkan untuk Processor AMD (Ryzen) yang mendukung overclocking, mereka memiliki sematan B atau X di depan digitnya, seperti X399 atau B450.  

Namun sebelum itu tanya kepada diri Anda, mengapa saya harus melakukan overclock?. Bahkan jika Anda menginginkan performa yang lebih baik dalam menggunakan komputer, apakah risiko yang ditawarkan sepadan?. Pasalnya mengoperasikan suatu Hardware di luar batas secara terus-menerus dalam jangka panjang, hanya akan berdampak buruk ke depannya.

1. Lakukan Test pada Device yang Akan di Overclocking  

Jika Anda bertujuan untuk melakukan overclock CPU dengan performa tinggi, Anda harus melihat pengujian terlebih dahulu CPU selama beberapa jam. Anda harus memastikan bahwa sistem CPU Anda cukup kuat untuk menahan tekanan selama overclocking. Karena apabila nanti Anda menemui masalah, maka Anda tahu kenapa alasannya. Untuk melakukan ini Anda dapat menggunakan Aplikasi Prime95.

2. Akses BIOS Untuk Overclocking  

Apabila Anda sudah cukup yakin untuk melakukan overclocking dan telah siap dengan risiko yang diterima, silakan ikuti langkah berikut:

  • Langkah 1 : Lakukan restart pada PC Anda. Saat komputer di restart, tekan tombol Delete, F2, atau F10 berulang kali. 
  • Langkah 2 : Masuk ke dalam halaman CPU Settings (Tempat mengatur CPU)
  • Langkah 3 : Aktifkan CPU Host Clock Controller” pada halaman CPU Settings. Tingkatkan frekuensi CPU kurang lebih menjadi 5 % kemudian klik save settings.
  • Langkah 4 : Restart PC Anda dan cek performanya, apabila masih stabil, ulangi proses dalam interval 3 sampai 5% hingga mencapai 20%.

CATATAN! : Apabila sistem operasi Anda mulai tidak stabil, segera Shutdown PC Anda dan tunggu beberapa menit untuk dinyalakan lagi. Kemudian masuk ke BIOS lagi, dan kurangi frekuensi CPU secara bertahap sesuai cara di atas.

Lihat Juga : Pengertian ROM | Fungsi, Jenis, Karakteristik, Cara Kerja

Keuntungan dan Risiko Overclocking

Keuntungan & Risiko Overclock
Sumber Gambar : overclocking.com

Terlepas dari pengetahuan dasar tentang overclock, tentunya tidak sedikit pengguna komputer yang penasaran akan keuntungan dan juga risiko dari penggunaan overclock. Untuk lebih jelasnya, dapat Anda simak beberapa poin di bawah ini.

Keuntungan Overclocking

  • Meningkatkan Performa – Yang pasti overclock mampu meningkatkan kecepatan proses transfer data pada komputer, gambaran cara kerjanya seperti ini. Apabila Anda meng-overclock Processor empat core dari 3,4 GHz maka setelah di overclock kecepatannya akan setara menjadi 3,6 GHz, sehingga hal ini akan memberi Anda tambahan sekitar 0,8 GHz pada Processor yang telah di overclocking.
  • Bereksperimen dalam pengalaman baru – Dengan melakukan overclocking Anda akan merasakan pengalaman baru dalam melakukan aktivitas pada komputer. Misalnya saja apabila ketika Anda melakukan browsing Internet melalui Google Chrome sambil membuka Aplikasi lain seperti Photoshop. Sehingga Anda selalu menemui masalah dengan melambatnya kinerja komputer. Nah melalui overclocking inilah Anda nantinya akan mendapat sensasi baru dalam melakukan aktivitas pada komputer yang telah di overclock.
  • Hemat Biaya – Di sisi lain, melakukan overclocking CPU dan GPU dengan cara yang aman dapat memberikan Anda kinerja performa dari komponen perangkat keras yang Anda punya tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra dalam membeli perangkat yang baru. Kecuali jika Anda ingin menggunakan sistem pendingin CPU terbaik.

Risiko Overclocking   

  • Penurunan Kualitas Hardware Overclocking memang mengurangi umur dan kualitas komponen Hardware, terkecuali Anda melakukan overclock di mana ada sebuah sistem pendingin yang memadai untuk mencegah panas ekstra pada perangkat keras dan tidak ada tegangan tambahan yang ditambahkan sewaktu overclocking. Bahkan Jika Anda memiliki sistem pendingin yang baik maka setidaknya CPU Anda akan bertahan dalam waktu kisaran 4-5 tahun.
  • Ketidakstabilan Perangkat Komputer – Melakukan overclocking bahkan dalam tingkatan yang ringan saja mampu meningkatkan tarikan arus dan suhu pada perangkat komputer yang mana hal itu dapat dengan mudah menggerus RAM. Apabila kinerja RAM terganggu maka akan terjadi ketidakstabilan pada komputer Anda, misalnya saja seperti mudah sekali Hang, Aplikasi Not Responding, sampai Bluescreen.
  • Boros Listrik Overclock dapat memicu peningkatan konsumsi daya pada komputer. Hal ini hanya terjadi jika Anda melakukan overclocking pada voltase stok yang dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi yang bisa memberi tekanan tambahan pada VRM Motherboard dan catu daya (Power Supply) rel 12V.

Lihat Juga : Pengertian WiFi | Sejarah, Perkembangan, Fungsi, Cara Kerja

Kesimpulan,

Overclock pada komputer memang mampu memberi sebuah kesan baru pada pengguna dengan menampilkan kinerja serta performa yang lebih baik dari pada sebelumnya. Namun perlu Anda ingat bahwa ada bahaya yang datang bersamaan dengan sesuatu yang ajaib seperti overclocking. Panas yang meningkat, kerusakan permanen pada komponen Hardware, terjadi penurunan performa pada jangka panjang dan sebagainya. Sehingga apabila Anda ingin melakukan overclocking, maka lakukanlah secara moderasi (tidak berlebihan).

Apa Kelebihan dari Overclock?

Overclocking CPU Anda adalah cara yang bagus untuk membuat PC Anda berjalan lebih cepat tanpa mengeluarkan uang sepeser pun untuk upgrade Hardware yang mahal. Overclocking didapat dengan menjalankan CPU Anda pada frekuensi yang lebih tinggi dari yang semestinya.

Apa Kerugian dari Overclock?

Overclocking dapat merusak Prosesor, Motherboard, dan RAM serta Hardware lainnya pada komputer dalam jangka panjang. Agar overclocking dapat berfungsi, diperlukan peningkatan voltase pada CPU secara bertahap sehingga dapat menyebabkan boros sumber daya.

Apakah melakukan Overclock ketika bermain Game aman?

Apabila Anda hanya ingin merasakan peningkatan FPS dalam bermain game secara moderasi dan dilakukan untuk sementara waktu maka overclock aman saja untuk dilakukan, namun overclock tidak direkomendasikan untuk diterapkan dalam kurun waktu yang lama.

Hardware apa yang cocok untuk di Overclocking?

Apabila Anda masih pemula dan masih belum mengetahui banyak mengenai overclock, sebaiknya mulai dengan GPU, karena perangkat tersebut lebih mudah dan lebih cepat untuk membiasakan diri Anda dengan prosesnya.

Sekian ulasan singkat mengenai overclock beserta keuntungan dan risikonya. Bagikan artikel ke media sosial Anda supaya lebih berguna dan bermanfaat. Apabila Anda mempunyai pertanyaan ataupun pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

~ Artikel ini ditulis sebagai bahan referensi dan pengetahuan dasar tentang Overclock. Penggunaan dan manfaat Overclock akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

~ Artikel ditulis oleh Agung Wijaya, Editor oleh Wahyu Setia Bintara, Rudi Dian Arifin.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. Microsoft rilis pembaruan Patch Tuesday pertama untuk Windows 11

    Windows 11 (original release) dapatkan pembaruan pertamanya
  2. 13 Cara Mengatasi Shortcut Aplikasi Berwarna Putih (blank)

    Cobalah untuk menghapus file IconCache.db atau reinstall aplikasi untuk mengatasi shortcut aplikasi yang berwarna putih
  3. Apa itu Esports?

    Esports merupakan bentuk dari sebuah kompetisi games yang terorganisir.