Kamera Pintar Besutan Amazon
Sumber Image : YouTube

Dianisa.com Amazon, merupakan sebuah website web service, yang bergerak dalam bidang perdagangan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Amazon adalah pengecer daring terbesar di dunia.

Baca Juga :

Semakin berkembangnya teknologi, kini amazon berani membuat inovasi inivasi menarik, yang tentunya sangat menakjubkan dan fenomenal. Salah satu gebrakan fenomenal Amazon Web Services (AWS) pada akhir 2017 lalu adalah kehadiran kamera video dengan teknologi Deep Learning. Kamera video ini sangatlah canggih.

Taruhlah DeepLens dalam sebuah situasi, kit ibaratkan berada pada sebuah aula atau ruangan. Maka lensa kamera pintar ini akan merekam momen dalam ruangan yang isinya ada beberapa objek, mulai dari orang, meja, kursi, lampu, hingga objek kecil seperti cangkir dan sendok garpu. DeepLens diklaim sebagai kamera video wireless pertama di dunia dengan teknologi Deep Learning tercanggih.

Disampaikan Craig Stires selaku Head of AI Analytics Big Data APAC AWS, DeepLens dibuat untuk membantu pengembang merancang atau menguji sebuah ide dalam mengembangkan aplikasi atau platform.



AWS DeepLens
Sumber Image : The New Stack

“Jadi ini bukan untuk kegunaan produksi. DeepLens itu bisa dikustomisasi, bisa dirancang dengan hardware yang dimiliki pengguna, seperti AWS Greengrass Core dan kawan-kawannya”, ujar Craig dalam sesi AWS Media Master Class yang dihelat di Capri Hotel by Fraser, Singapura, Selasa (3/4/2018).

Craig menjelaskan, komponen dari DeepLens itu sendiri ada berbagai macam, seperti prosesor inti, serta sejumlah instrumen mikro tambahan yang mampu membuat DeepLens ini melakukan proses recogniting pada objek tertentu. Dari sistem kerja itulah lensa pintar ini dapat mendeteksi jenis objek yang dikenalnya secara langsung.

Menurut Craig, DeepLens dikalim mampu berfungsi sebagai kamera yang dapat tersambung dengan aplikasi mobile. Skenarionya, aplikasi mobile yang disambung dengan DeepLens, dapat berfungsi ke beberapa bidang industri, ambil contoh pada industri ritel.

Dalam hal ini, kamera DeepLens akan diletakkan di sebuah toko ritel fisik, dan bisa melihat isi ruangan serta dan melakukan recognition objek yang ada di dalam ruangan tersebut.

“Dari sini, DeepLens bisa dikontrol lewat aplikasi mobile via kamera environmental yang terpasang di toko, seperti Smart Camera. Dari sini, guna DeepLens bervariasi. Selain mendeteksi objek, ia juga bisa mendeteksi aksi potential shoplifting (pencurian) serta bisa melakukan identifikasi seseorang yang mencurigakan, seperti ada orang yang rajin datang ke sebuah toko tetapi tidak pernah membeli, maka kamera bisa mencurigai objek tersebut,” papar Craig.

Untuk DeepLens sendiri mampu mendeteksi lebih dari 30 objek yang ada disektiranya, tetapi DeepLens ternyata tidak bisa digunakan dalam skala besar, dalam hal ini bisa mendeteksi ratusan objek dalam satu video frame, mengingat kamera DeepLens biasanya memiliki resolusi rendah. Karenanya, ia mengklaim kalau DeepLens saat ini hanya digunakan untuk kebutuhan pengembangan.

“Kita bisa menggunakan DeepLens untuk pengembangan sebuah model, tetapi bagaimana scale-nya? Tergantung dari kualitas dan angle kamera yang digunakan. Bicara soal berapa banyak objek yang bisa ditangkap, dengan hardware dan spesifikasi yang cukup, tak ada batasan objek yang bisa dideteksi, tetapi tidak infinite. Jadi tergantung dari hardware-nya,” kata Craig.

Kamera video DeepLens ini juga dapat diintegrasikan dengan Amazon SageMaker dan AWS Lambda. Amazon SageMaker adalah layanan baru AWS yang diperuntukkan bagi pengembang dan data scientist agar bisa lebih cepat membuat, melatih, mengembangkan dan mengelola model Machine Learning mereka sendiri. Untuk harganya akan dijual senilai US$ 249 melalui sistem pre-order di Amazon.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here