
Panduan lengkap cara cek, pasang, dan mengatur eSIM di iPhone serta Android untuk traveling luar...
Google Labs resmi memperkenalkan eksperimen terbarunya bernama Play with Putty, sebuah alat vibe coding kolaboratif yang memungkinkan pengguna merancang alat (tools) dan situs web bersama-sama secara langsung (real-time).
Melalui fitur ini, pengguna dapat mengubah ide kreatif mereka menjadi proyek digital yang dikerjakan secara multiplayer. Eksperimen ini baru tersedia untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas yang berdomisili di Amerika Serikat melalui sistem daftar tunggu (waitlist).
Hal yang paling menarik dari eksperimen ini terletak pada konsep vibe coding interaktif yang menyerupai cara bermain adonan atau lilin mainan (putty).
Alih-alih menulis baris kode yang kaku secara mandiri, pengguna dapat secara fleksibel membentuk dan mengutak-atik antarmuka web bersama teman dalam satu kanvas kerja yang sama. Pengalaman visualnya yang dinamis dan santai membuat proses pembuatan program terasa seperti permainan kolaboratif yang menyenangkan.
Grok 4.6 kini resmi terintegrasi dan dapat digunakan langsung di dalam platform asisten pemrograman AI, Devin. Model AI terbaru ini membawa peningkatan performa yang sangat signifikan dibanding pendahulunya, Grok 4.5.
Kehadiran pembaruan ini semakin memperkuat kemampuan Devin dalam menangani berbagai tugas rekayasa perangkat lunak dan alur kerja pemrograman yang kompleks secara otomatis.
Hal yang paling menarik dari peluncuran ini terletak pada lonjakan kemampuannya yang sangat tinggi. Dalam tolok ukur performa, Grok 4.6 berhasil melampaui GPT-5.6 Sol dan kini berada di jajaran teratas model AI paling andal untuk pemrograman, tepat di bawah Opus 5 dan Fable 5.
Kemampuan tinggi ini memberikan fleksibilitas baru bagi para pengembang untuk menyelesaikan kode yang rumit dengan tingkat akurasi yang lebih presisi di Devin.
Google meluncurkan eksperimen perangkat penerjemah portabel bernama Gemma Translator yang dapat bekerja secara penuh tanpa koneksi internet (offline). Perangkat rakitan ini mentenagai model AI Gemma 4 berukuran paling ringkas yang dijalankan langsung di atas papan komputasi Raspberry Pi 5.
Dikembangkan bersama Antigravity, proyek ini dirancang lengkap dengan antarmuka kustom, sirkuit kabel terpadu, serta casing cetak 3D untuk penggunaan sehari-hari.
Hal yang paling menarik dari proyek eksperimental ini adalah sifatnya yang sepenuhnya sumber terbuka (open-source) dan dirancang untuk bisa dibuat sendiri (DIY).
Komunitas pengembang dapat mengunduh seluruh cetak biru, kode program, hingga desain casing secara gratis untuk merakit penerjemah AI portabel mereka sendiri.
Integrasi model Gemma yang super ringan di dalam Raspberry Pi 5 membuktikan bahwa AI canggih kini bisa berjalan mandiri di perangkat berukuran saku tanpa bergantung pada server awan.
Z.ai resmi meluncurkan GLM-5.3-Flash, model AI multimodel berukuran 320B-A18B yang dirilis secara terbuka di bawah lisensi MIT.
Model yang sebelumnya dikenal dengan nama pratinjau Ox Alpha ini membawakan kapasitas context window hingga 1 juta token, menjadikannya sangat fleksibel untuk memproses dokumen tebal maupun data audio-visual berskala besar dengan biaya yang sangat efisien.
Hal yang paling menarik dari peluncuran ini adalah fakta bahwa GLM-5.3-Flash berjalan sepenuhnya di atas cip AI buatan Tiongkok.
Kehadiran model berkinerja tinggi yang ditenagai oleh infrastruktur perangkat keras lokal ini membuktikan kemajuan pesat ekosistem AI mandiri di luar ketergantungan cip Barat, sekaligus langsung menyediakan bobot model (weights) dan akses API yang bisa dicoba secara gratis oleh komunitas global.
Grok Bot kini hadir dengan peningkatan dukungan yang lebih optimal untuk platform X (sebelumnya Twitter).
Pembaruan ini dirancang untuk mempermudah para pengembang dan pengguna dalam mengintegrasikan serta memanfaatkan kapabilitas bot langsung ke dalam ekosistem X.
Langkah ini semakin memperluas fleksibilitas Grok Bot dalam menangani berbagai otomatisasi dan interaksi cerdas di media sosial.
Hal menarik yang paling mencuri perhatian dari pembaruan ini adalah kemudahan proses integrasinya. Saat kamu menghubungkan profil X milikmu, sistem akan secara otomatis membuatkan akun pengembang (developer account) yang sudah dilengkapi dengan kredit gratis.
Artinya, kamu bisa langsung mencoba dan membangun berbagai fitur tanpa perlu melewati proses pendaftaran pengembang yang rumit atau mengeluarkan biaya di awal.
Internet
Artificial Intelligence
Business
Mobile Apps
InternetGoogle bekerja sama dengan Janelia Research Campus (HHMI) resmi meluncurkan peta lengkap otak dan sistem saraf pusat lalat buah jantan (Drosophila melanogaster). Proyek ini memetakan lebih dari 166.000 neuron secara mendetail, menjadikannya peta otak seluler terbesar yang pernah dibuat hingga saat ini.
Penemuan ini menjadi lompatan besar dalam dunia sains untuk memahami bagaimana jaringan saraf mengontrol perilaku dan fungsi tubuh secara menyeluruh.
Hal yang paling menarik dari temuan ini terletak pada kemampuan visualisasi 3D yang sangat presisi. Peneliti dapat melacak setiap jalur saraf yang mengatur perilaku spesifik, seperti bagaimana lalat jantan memproses sinyal saat melakukan ritual perkawinan hingga menavigasi penerbangan.
Detail visual luar biasa yang ditampilkan dalam dokumentasi riset ini memungkinkan kita melihat interaksi sel saraf layaknya peta sirkuit elektronik super rumit yang hidup.
Google resmi menghadirkan model Gemini 3.8 Flash ke dalam platform pengembang Antigravity untuk mendukung pembuatan autonomous agents dan alur kerja pemrograman jangka panjang (long-horizon coding).
Model ini dirancang sebagai mesin pendorong utama yang cerdas namun tetap efisien, sehingga mampu mengeksekusi instruksi kompleks yang membutuhkan pemrosesan bertahap tanpa kehilangan konteks.
Pengembang kini sudah dapat mencoba integrasi ini untuk membangun aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mandiri dan responsif.
Hal paling menarik dari hadirnya model ini di Antigravity adalah kemampuannya dalam mengeksekusi proyek pemrograman skala besar secara otonom dari awal hingga akhir.
Dibandingkan model AI biasa yang hanya dapat memberikan potongan kode singkat, Gemini 3.8 Flash mampu merencanakan arsitektur perangkat lunak, mengidentifikasi bug secara mandiri, dan menyelesaikan tugas pemrograman rumit yang membutuhkan ingatan jangka panjang tanpa arahan berulang dari pengguna.
Google resmi memperkenalkan Gemini 3.8 Flash Cyber, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang khusus untuk memperkuat pertahanan keamanan siber.
Model ini menawarkan performa tingkat tinggi dalam mendeteksi sekaligus memperbaiki celah keamanan (vulnerability patching) secara massal dengan kecepatan dan efisiensi biaya kelas Flash.
Dalam pengujian industri, model ini mencatatkan skor 86,2% pada benchmark CyberGym serta mampu mencapai tingkat keberhasilan lebih dari 70% dalam menemukan celah keamanan yang tersebar di 20 bahasa pemrograman berbeda.
Hal paling menarik dari keunggulan model ini terletak pada kemampuannya untuk melakukan perbaikan kode secara otomatis melalui capaian 47,2% pada benchmark CWE-Bench.
Berbeda dari sistem keamanan tradisional yang umumnya hanya memberikan peringatan ancaman, Gemini 3.8 Flash Cyber dapat langsung menambal kode yang bermasalah secara mandiri dan real-time.
Kehadiran teknologi ini berpotensi mengubah alur kerja para pengembang software dan tim peretas etis (ethical hacker) dalam mengamankan infrastruktur digital skala besar dalam hitungan detik.
OpenAI secara resmi meluncurkan GPT-6 Astra, generasi terbaru model kecerdasan buatan yang diklaim membawa lompatan besar dalam kemampuan penalaran (reasoning) dan eksekusi tugas (agentic capabilities).
Model ini dirancang khusus untuk menangani alur kerja kompleks secara mandiri, mulai dari mengendalikan perangkat lunak, menulis dan menguji kode program (codebase), hingga merancang presentasi dan dokumen profesional dengan standar industri.
Selain peningkatan performa di bidang sains dan matematika, OpenAI juga menyematkan sistem keamanan dan pengawasan penyelarasan (misalignment monitoring) yang sangat ketat untuk mencegah penyalahgunaan kemampuan siber model tersebut.
Hal paling menarik yang ditunjukkan dalam pengujian model ini adalah kemampuannya berinteraksi langsung dengan aplikasi visual 3D.
Dalam salah satu demonstrasi resminya, GPT-6 Astra mampu merancang model rumah di perangkat lunak Blender, lalu secara otomatis mentransfernya menjadi lingkungan interaktif yang dapat dijelajahi di dalam Unreal Engine 5.
Kemampuan alur kerja lintas aplikasi (cross-software) secara real-time ini memberikan gambaran masa depan dalam pembuatan game dan desain arsitektur yang jauh lebih intuitif.
Kisah Conjurig, seorang pemuda yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah kariernya hancur dan hubungan asmaranya kandas. Di tengah himpitan ekonomi dan pencarian arah hidup, ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan unik sebagai peraga kostum (cosplayer) hantu di kawasan wisata Bandung.
Kehidupan barunya di balik kostum tidak hanya menghadirkan berbagai kejadian konyol bersama rekan sejawatnya, tetapi juga membawanya pada situasi tak terduga saat sebuah aksi penyelamatan misterius mengubah pandangannya tentang masa depan.
Film drama comedy ini disutradarai oleh Monty Tiwa. Conjurig dibintangi oleh Lutesha, Bio One, Gisella Anastasia, Bagas Ran, serta Elang El Gibran. Film ini dijadwalkan tayang mulai 1 Oktober 2026.
Design / DevPersaingan politik dan perebutan kekuasaan yang kian memanas di era turbulensi Korea Selatan tahun 1970-an.
Kisah Made in Korea Season 2 melanjutkan perseteruan antara Badan Intelijen Korea (KCIA) dan Markas Investigasi Gabungan. Berfokus pada konspirasi uang, ambisi, dan pengkhianatan, para tokoh utama dipaksa menentukan posisi di tengah perang kekuasaan yang mempertaruhkan nyawa dan masa depan negara.
Serial political crime thriller ini disutradarai oleh Woo Min-ho (The Drug King, The Man Standing Next). Made in Korea Season 2 dibintangi oleh Hyun Bin, Jung Woo-sung, Won Ji-an, Seo Eun-soo, Cho Yeo-jeong, dan Jung Sung-il.
Musim terbaru ini dijadwalkan tayang perdana di Disney+ Hotstar mulai 9 September 2026.
Setelah melanglang buana di berbagai festival film internasional termasuk debut di Toronto International Film Festival, film drama ini siap menyapa penonton di bioskop Malaysia.
Kisah The Fox King (Semusim Lara) berfokus pada dua saudara kembar tidak identik, Ali dan Amir, yang memiliki ikatan batin sangat erat meski tumbuh tanpa mengenali sosok ibu mereka.
Kehidupan tenang mereka di desa mendadak berubah saat kehadiran Lara, seorang guru bahasa Inggris berjiwa bebas yang cantik. Kedatangan Lara memicu dinamika baru di antara gejolak emosi remaja, persaingan saudara, dan pencarian jati diri di lingkungan sekolah mereka.
Film coming-of-age drama ini disutradarai oleh Woo Ming Jin. The Fox King (Semusim Lara) dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Lara, Idan Aedan sebagai Ali, Hadi Putra sebagai Amir, serta didukung oleh Amerul Affendi dan Chew Kin Wah. Tayang di bioskop Malaysia pada 17 September 2026.
Mengangkat genre drama kriminal forensik yang terinspirasi dari kisah nyata pakar forensik Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, film ini memperlihatkan proses pengungkapan kebenaran di balik jasad para korban pembunuhan yang bisu.
Kisah Autopsy: Dead Body Can Talk berfokus pada Hastry, seorang dokter forensik berdedikasi yang mendedikasikan hidupnya untuk menerjemahkan petunjuk fisik menjadi bukti sains yang sahih.
Di tengah serangkaian kasus misterius tempat bukti berusaha dikubur dan saksi memilih bungkam, Hastry harus memadukan analisis ilmiah dengan empati serta intuisi batinnya. Perjuangannya dalam menegakkan keadilan perlahan menguji kredibilitasnya di mata penyidik, integritas profesinya, hingga keharmonisan kehidupan pribadinya.
Film ini disutradarai oleh Ozan Ruz. Autopsy: Dead Body Can Talk dibintangi oleh Masayu Anastasia sebagai Dr. Hastry, serta didukung oleh Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, dan Riyuka Bunga. Film ini dijadwalkan tayang mulai 3 September 2026.
Penemuan mengenaskan empat orang anak yang mendorong sekelompok jurnalis dan penyidik untuk membongkar jaringan kejahatan gelap di balik kasus tersebut.
Kisah Memburu Pemangsa menceritakan investigasi Agnes (Laura Basuki), seorang pemimpin redaksi yang diselimuti trauma masa lalu, bersama tim jurnalisnya Cia (Prilly Latuconsina), Anya (Yasamin Jasem), Brina (Taskya Namya) serta penyidik Petra (Andri Mashadi).
Saat berusaha mengungkap fakta, mereka terseret ke dalam perburuan brutal yang mengancam keselamatan nyawa mereka demi menghentikan sang pemangsa.
Film crime thriller ini turut dibintangi oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, Taskya Namya, dan Andri Mashadi. Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang mulai 24 September 2026.
Kehebohan para penghuni rumah susun yang harus menghadapi gangguan gaib di kamar 609 demi mempertahankan tempat tinggal mereka dari ancaman relokasi.
Kisah Warga Rusun 609 berpusat pada kepanikan para warga saat menyadari Bunga, salah satu penghuni kamar 609, berubah menjadi sosok hantu penunggu yang menakutkan.
Takut keberadaan hantu tersebut tercium oleh pihak berwenang dan memicu penggusuran rusun, para warga pun bahu-membahu mencoba berbagai cara konyol untuk mengusir sang hantu, mulai dari memanggil dukun hingga melakukan ritual pengusiran mandiri.
Film horror comedy ini disutradarai oleh Herwin Novianto di bawah naungan Rapi Films. Warga Rusun 609 dibintangi oleh jajaran komedian dan aktor populer seperti Kiki Saputri, Fajar Nugra, Arie Kriting, serta Yasamin Jasem.
Film ini dijadwalkan tayang mulai 1 Oktober 2026.
Artificial Intelligence
Business
Design / Dev
Computers
Internet
Gaming
Internet
Design / Dev
Mobile Apps