7 Fungsi Registry Editor pada Sistem Operasi Windows

Registry editor adalah database yang menyimpan pengaturan dan konfigurasi sistem operasi Windows

Windows registry editor atau yang dikenal dengan regedit, merupakan bagian dari peralatan sistem operasi yang memberikan pengguna sebuah otoritas untuk membuat beberapa perubahan. Perlu Anda tahu sebelumnya bahwa registry Windows menyimpan segala pengaturan penting dari sistem operasi. Misalnya saja seperti entri yang mengarahkan bagaimana sebaiknya proses sebuah sistem agar dapat bekerja. contohnya pembagian jatah penggunaan RAM dan Processor pada komputer, pengaturan dalam boot sistem operasi, dan lain sebagainya.

Mengedit registry terkadang merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah atau mengubah sistem Windows agar sesuai kebutuhan pengguna. Tetapi perlu diingat bahwa satu pengeditan yang tidak tepat pada entri yang salah pada registry, dapat membuat sistem operasi tidak dapat digunakan atau berisiko lebih fatal. Salah satunya, komputer menjadi tidak dapat di boot sehingga harus dilakukan install ulang atau Windows repair.

Lihat Juga : 20 Fungsi, Manfaat, dan Kegunaan Microsoft Excel

Apa itu Registry Editor?

Fungsi Registry Editor
Fungsi dan peranan registry editor pada sistem operasi. AGUNG WIJAYA

Windows Registry Editor atau disingkat regedit merupakan kumpulan hierarki database yang tersusun dari pengaturan konfigurasi level rendah yang dipakai sistem operasi Microsoft Windows. Regedit dapat dimanfaatkan pengguna untuk mendesain ulang suatu informasi pada sistem operasi, namun sebelumnya Anda mesti mengetahui terlebih dahulu mengenai registry yang diubah. Pasalnya jika kita hanya asal mengubah informasi yang telah terpasang, justru hanya akan menimbulkan masalah baru pada sistem operasi yang Anda gunakan.

Fungsi Registry Editor pada Windows

Windows Registry Editor (regedit) merupakan graphical tools dalam sistem operasi Windows yang memungkinkan pengguna untuk memiliki wewenang dalam melihat registry pada sistem, dan membuat perubahan maupun konfigurasi dengan maksud tertentu. Agar kita lebih memahami mengenai fungsi registry editor pada sistem windows, mari simak pembahasan mengenai tugas dari registry pada komputer berikut ini.     

  1. Membuat, memanipulasi, mengganti nama, dan menghapus key registry, subkey, value, dan data value.
  2. Mengimpor dan mengekspor file REG, mengekspor data dalam format struktur biner.
  3. Memuat, memanipulasi, dan membongkar kumpulan file format registry (hanya ada pada sistem Windows NT)
  4. Menetapkan izin berdasarkan ACL (hanya ada di sistem Windows NT)
  5. Menandai key registry favorit yang dipilih pengguna.
  6. Menemukan string tertentu dalam nama key, nama value, dan data value.
  7. Mengedit registry dari jarak jauh pada jaringan komputer lain.

Lihat Juga : 6 Fungsi VGA pada Komputer

Tabel hive registry dan fungsinya  

Bagi Anda yang belum tahu, registry pada windows itu terbagi pada sebuah sarang atau bisa disebut sebagai hive. Hive sendiri merupakan logical group dari key, subkey, dan value yang ada pada registry. Hive ini telah di set melalui sekumpulan file pendukung yang dimuat ke dalam memori, saat sistem operasi dimulai atau pengguna log in. Jadi setiap kali ada pengguna baru yang log in ke komputer, hive baru akan dibuat untuk pengguna tersebut dengan file terpisah lewat profil pengguna. Berikut ini merupakan beberapa contoh hive yang ada pada registry beserta fungsinya:

NamaFungsi
HKEY_CLASSES_ROOTInformasi data yang digunakan oleh program untuk mengakumulasi file serta berbagi informasi.
HKEY_CURRENT_USERPengaturan dan konfigurasi untuk pengguna saat ini.
HKEY_LOCAL_MACHINEPengaturan dan konfigurasi untuk semua pengguna yang pernah log in di PC.
HKEY_USERSPengaturan dan konfigurasi untuk semua pengguna di komputer, informasi di HKCU disalin dari hive ketika pengguna log in.
HKEY_DYN_DATABerisi tentang informasi hardware Plug and Play. Dan biasanya ditemukan di Windows 95/98/ME.
HKEY_CURRENT_CONFIGInformasi hardware mengenai sumber daya dan konfigurasi PC.

Mungkin ada dari Anda yang masih asing dengan istilah Key, Subkey dan Value. Istilah yang disebutkan tadi merupakan kata yang sering digunakan oleh pengguna ketika menangani masalah terkait registry windows. Arti dari istilah tersebut antara lain:

  • Key – Data. yang tersimpan pada database yang disusun dalam format tree. Setiap simpul pada tree disebut sebagai key. Setiap key terdapat subkey dan entri data yang disebut value.
  • Subkey – Subkey merupakan cabang yang menandai setiap awal dari jalur registry baru. Misalnya seperti HKEY_CLASSES_ROOT merupakan subkey dari HKEY_LOCAL_MACHINE\software.
  • Value – Value pada registry adalah pasangan nama atau data yang disimpan di dalam key. Setiap value registry yang disimpan dalam key registry memiliki nama unik dengan huruf besar yang tidak signifikan.

Lihat Juga : 10 Fungsi BIOS pada Komputer

Penutup,

Registry bertindak sebagai database sistem, dan karenanya semua informasi penting yang terkait dengan perangkat keras dan perangkat lunak disimpan dalam registry. Oleh karena itu apabila seorang pengguna ingin melakukan beberapa perubahan kinerja pada sistem operasi dengan tujuan tertentu, maka memerlukan sebuah alat yang dinamakan registry editor. Meski begitu Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai registry yang akan Anda konfigurasi agar tidak terjadi kesalahan fatal pada pengaturan default sistem operasi.

Apakah kita perlu melakukan pengeditan registry pada windows?

Sebenarnya registry windows jarang memerlukan pengeditan, akan tetapi ada beberapa situasi yang memang membuat pengguna harus melakukan penyesuaian pada registry agar dapat mengimpor / mengekspor REG file atau create, delete, dan membuat perubahan pada registry keys yang corrupt.

Apakah aman untuk mengedit registry?

Mengedit registry terkadang bisa menjadi solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah pada sistem Windows sesuai kebutuhan penggunanya. Namun perlu diingat pula, bahwa satu pengeditan yang salah, dalam entri yang salah, dapat membuat sistem operasi tidak berfungsi semestinya.

Apakah kita bisa menghapus registry?

Tentu saja Anda dapat menghapusnya melalui regedit, dan tentunya ada risiko yang menyertainya seperti permasalahan pada sistem operasi. Kecuali Anda memiliki data backup nya maka risiko tersebut setidaknya dapat diatasi.

Bagaimana cara membuka registry editor?

Tekan tombol Windows + R untuk membuka Windows Run, kemudian pada jendela baru yang terbuka ketik “regedit”, lalu klik Enter.

Bagikan artikel ke media sosial Anda supaya lebih berguna dan bermanfaat. Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

~ Artikel ditulis oleh Agung Wijaya, Editor oleh Wahyu Setia Bintara, Rudi Dian Arifin

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 13 Cara Mengatasi Error msvcp120.dll dan msvcr120.dll pada Program Windows

    Perbaiki msvcp & msvcr yang hilang dengan install Microsoft Visual C++ terbaru.
  2. Spesifikasi Honkai Impact 3 di PC dan Smartphone

    Honkai impact merupakan salah satu game dengan genre petualangan keluaran Mihoyo
  3. 17 Cara Mengatasi Aplikasi Not Responding di Windows 10, 8, 7

    Cobalah menutup paksa aplikasi dan membukanya kembali untuk mengatasi aplikasi not responding di Windows 11, 10,…