50 Contoh Pantun Nasehat Penuh Makna Beserta Sejarah, Arti, dan Jenisnya

Berikut beberapa contoh pantun nasihat yang bisa Anda jadikan referensi tugas sekolah!

Di era sekarang, semua orang sudah tidak asing lagi ketika mendengar pantun. Hal itu dikarenakan pantun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat keren dan bagus. Selain dalam bentuk puisi, pantun sangat sering ditemui pada upacara adat, acara pernikahan, atau bahkan sebagai bahan bercanda ria dengan teman. Pantun tidak hanya familiar di kalangan masyarakat, melainkan juga dikenal di lingkungan sekolah, bahkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pun mempelajari tentang pantun. Kendati demikian, pantun dapat menjadi sarana yang sangat menarik untuk diperkenalkan kepada siswa di sekolah.

Meskipun pantun dikenal sebagai warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, pantun juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan kreativitas siswa. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengajarkan pantun di sekolah di antaranya pengenalan pantun seperti mempelajari asal-usulnya, struktur, ciri-ciri, beserta jenisnya. Kemudian adanya kegiatan membaca pantun, menulis pantun, hingga mengadakan perlombaan pantun.

Kegiatan itu bertujuan sebagai sarana untuk meningkatkan minat siswa terhadap pantun, melalui pembelajaran pantun, siswa dapat memperoleh manfaat yang beragam, seperti meningkatkan kemampuan bahasa, mengembangkan kreativitas, serta memperluas pengetahuan mengenai budaya dan sastra Indonesia. Nah, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang pantun, mulai dari asal-usul, struktur, ciri-ciri, jenis hingga contohnya yang dapat digunakan sebagai referensi tugas sekolah, simak penjelasan berikut ini.

Ringkasan

  • Pantun pertama kali muncul di wilayah Melayu pada abad ke-15 atau 16 dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.
  • Pantun merupakan sebuah puisi tradisional yang berasal dari Indonesia dan telah populer di beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailand.
  • Pantun merupakan sebuah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris, dengan irama dan rima yang khas, serta mempunyai ciri-ciri tertentu seperti adanya pengulangan kata dan penggunaan bahasa yang sederhana.
  • Pantun bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral atau nasihat kepada masyarakat, terutama kepada kalangan muda.
  • Struktur pantun terdiri dari bait, larik, rima, kata, suku kata, sampiran dan isi.
  • Jenis-jenis pantun yaitu pantun nasihat, pantun agama, pantun jenaka, pantun pendidikan dan sebagainya.

Lihat Juga : 30 Contoh Cerpen Terbaik

Asal – Usul Pantun

Asal Usul Pantun

Di kalangan para ahli masih memperdebatkan tentang asal-usul dari pantun. Namun sebagian besar mengaitkan pantun dengan kebudayaan Melayu. Beberapa teori yang ada, menyebutkan bahwa pantun berasal dari Tiongkok atau India, dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Melayu melalui perdagangan ataupun kontak budaya. Pantun diyakini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan berasal dari wilayah Nusantara.

Beberapa sumber menjelaskan bahwa pantun pertama kali muncul di wilayah Melayu pada abad ke-15 atau 16, dan kemudian menyebar ke berbagai daerah di Nusantara, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Di daerah-daerah itu, pantun kemudian berkembang dan menjadi berbagai macam jenis dan menjadi ciri khas tergantung pada adat dan budaya setempat.

Pada awalnya, pantun difokuskan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan hiburan di masyarakat. Selain itu, pantun pula bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral atau nasihat kepada masyarakat, terutama kepada kalangan muda. Pada masa itu, pantun dinyanyikan dalam bentuk sajak oleh seorang penyair atau sastrawan yang dihormati dalam suatu komunitas.

Dalam perkembangannya, pantun mulai dijadikan sebagai sarana di upacara adat, seperti pernikahan, pertemuan penting lainnya. Pantun juga sering digunakan sebagai sarana dalam permainan kata-kata, seperti teka-teki maupun gurindam.

Pada masa penjajahan Belanda, pantun sempat mengalami penurunan popularitas, karena adanya kebijakan kolonial yang mengutamakan bahasa Belanda dan melarang untuk menggunakan bahasa Melayu. Namun, setelah Indonesia merdeka, pantun kembali mendapatkan perhatian dan pengakuan sebagai bagian penting dari budaya dan sastra Indonesia.

Walaupun asal-usul pantun masih menjadi perdebatan, tidak dapat dipungkiri bahwa pantun merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi di Indonesia. Hingga saat ini, pantun masih menjadi salah satu ciri khas sastra Indonesia yang unik dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Lihat Juga : 30 Lagu Nasional Indonesia

Apa itu pantun?

Apa itu Pantun Nasehat

Pantun merupakan sebuah puisi tradisional yang berasal dari Indonesia dan telah populer di beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailand. Pantun biasanya terdiri dari empat baris dalam satu bait dengan rima yang khas pada setiap baris terakhirnya.

Pada umumnya, pantun mengandung kata-kata yang berirama dan mengandung unsur humor maupun kesenangan. Pantun pun sering digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan berupa nasihat yang baik, hiburan pada acara seperti pernikahan, pertemuan keluarga maupun acara budaya lainnya.

Setiap baris pantun terdiri dari 8-12 suku kata dan diakhiri dengan kata-kata yang berima. Di dalam pantun terdapat penggunaan kata-kata yang bersifat kiasan, simbiolis dan metaforis. Pantun mungkin saja tidak sepopuler sebelumnya, akan tetapi nilai estetika dan nilai-nilai budayanya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang.

Pengertian pantun menurut beberapa ahli

Berikut ini ialah penjabaran terkait arti dari pantun menurut beberapa ahli:

1. Menurut James T. Siegel

James T. Siegel yang merupakan antropolog dan ahli sastra Indonesia mendefinisikan pantun sebagai bentuk puisi lisan yang terdiri dari empat baris, dengan irama dan pengulangan kata yang khas.

2. Menurut Poerbatjaraka

Pantun ialah sebuah puisi lama yang terdiri dari dua baris, dengan irama yang diatur secara khusus.

3. Menurut Mohammad Yamin

Mohammad Yamin adalah seorang sastrawan dan budayawan Indonesia, mengartikan pantun sebagai bentuk puisi yang terdiri dari empat baris, dengan irama dan rima yang khas. Pantun mempunyai ciri-ciri tertentu, misalnya terdapat pengulangan kata dan irama yang sangat khas.

4. Menurut S. Sudjojono

S. Sudjojono adalah pelukis dan budayawan Indonesia, menjelaskan bahwa pantun merupakan bentuk puisi yang dibuat oleh orang Melayu di masa lalu, sebagai bentuk hiburan dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Menurut Koentjaraningrat

Pantun merupakan sebuah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris, dengan irama dan rima yang khas. Pantun digunakan sebagai sarana dalam upacara adat dan dalam permainan kata-kata.

Walaupun definisi pantun bermacam-macam berdasarkan para ahli. Akan tetapi dapat disimpulkan bahwa pantun merupakan sebuah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris, dengan irama dan rima yang khas, serta mempunyai ciri-ciri tertentu seperti adanya pengulangan kata dan penggunaan bahasa yang sederhana.

Lihat Juga : Arti Hustle Culture

Ciri – ciri pantun

Ciri-Ciri Pantun Nasehat

Sebelum ingin membuat pantun, harus mengetahui ciri-ciri dari pantun sebagai berikut:

  1. Terdiri dari empat baris dalam satu bait.
  2. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata dan diakhiri dengan kata-kata yang berima.
  3. Rima pada setiap baris terakhir harus sama.
  4. Terdapat unsur kiasan, simbiolis atau metaforis pada setiap baris.
  5. Mempunyai struktur yang khas, dengan baris pertama dan kedua saling berhubungan, dan baris ketiga dan keempat adalah lanjutan dari tema pada baris pertama dan kedua.
  6. Mengandung unsur humor, hiburan maupun nasihat.
  7. Dapat digunakan sebagai bentuk hiburan pada acara-acara seperti pernikahan, pertemuan keluarga atau acara budaya.
  8. Berisi pesan moral yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya.
  9. Terdapat jenis pantun talibun, pantun dua kerat dan pantun empat kerat.
  10. Digunakan sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga kelestariannya.
  11. Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
  12. Baris 1 dan 2 adalah sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 adalah isi.
  13. Tidak terdapat nama penulis.

Lihat Juga : Arti Spill

Struktur pantun

Struktur Pantun Nasehat

Pantun mempunyai dua penggalan, pada penggalan pertama yaitu baris 1 dan 2 disebut dengan sampiran. Sementara pada penggalan kedua yaitu baris 3 dan 4 disebut dengan isi. Berikut ini penjelasan mengenai struktur yang terdapat pada pantun dikutip dari sumber sampoernaacademy:

  1. Bait merupakan baris yang terdapat dalam pantun.
  2. Larik adalah kumpulan beberapa kata yang mempunyai arti dan dapat berbentuk sampiran beserta isi.
  3. Kata yaitu gabungan antara suku kata yang mempunyai makna.
  4. Suku kata yaitu sepenggal bunyi dari kata dalam satu ketukan.
  5. Rima merupakan sebuah huruf vokal yang terdapat di akhir pantun.
  6. Sampiran biasanya terletak di baris pertama dan kedua.
  7. Isi biasanya terletak di baris ketiga dan keempat.

Lihat Juga : Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

Fungsi pantun

Fungsi Pantun Nasehat

Pantun mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu:

1. Fungsi hiburan

Pantun seringkali digunakan sebagai media hiburan pada acara-acara pertemuan keluarga, pernikahan ataupun acara adat. Pada acara tersebut, pantun diucapkan dengan irama dan nada yang sangat khas, sehingga dapat memberikan hiburan bagi yang mendengarnya.

2. Fungsi media pembelajaran

Pantun dapat dijadikan sebagai media pembelajaran, terutama untuk digunakan dalam memperkenalkan bahasa dan budaya daerah kepada generasi muda. Dalam hal ini, pantun dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal. Misalnya sopan santun, kesederhanaan dan kebersamaan.

3. Fungsi media penghubung

Maksud dari media penghubung ini yaitu sebagai media untuk berinteraksi antara individu dengan kelompok supaya saling menjalin hubungan satu sama lain. Secara tidak langsung, pantun digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau komunikasi yang mudah dipahami.

4. Fungsi media kritik sosial

Beberapa pantun digunakan sebagai alat untuk mengkritik atau mengejek keadaan sosial maupun politik. Dalam hal ini, pantun menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan yang sulit untuk diungkapkan secara langsung.

Lihat Juga : Contoh Surat Pengunduran Diri Dari Pekerjaan

Jenis – jenis pantun

Jenis-Jenis Pantun Nasehat

Pantun mempunyai beragam jenis, di antaranya:

1. Pantun nasihat

Pantun yang mempunyai pesan moral atau nasihat untuk pembacanya.

2. Pantun cinta

Pantun yang bertujuan untuk mengekspresikan perasaan cinta atau romantis.

3. Pantun agama

Pantun yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama.

4. Pantun Jenaka

Pantun yang bertujuan untuk menghibur dan mengundang tawa dengan kelucuan, serta di dalamnya terdapat unsur humor.

5. Pantun pendidikan

Pantun yang mengajarkan atau menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada pembaca.

6. Pantun lingkungan

Pantun yang berguna untuk mengajak orang agar selalu menjaga lingkungan alam sekitar.

7. Pantun patriotik

Pantun yang di dalamnya mengandung unsur nasionalisme atau cinta tanah air.

Lihat Juga : 60 Contoh Soal UAS Matematika Kelas 2 SD

Contoh pantun nasihat

Contoh Pantun Nasehat
Ke pasar beli kapur barus
Pulang ke rumah lewat jalan lurus
Jaga jarak itu harus
Virus jadi kabur terus
Sebelum berangkat kerja
Olahraga dulu supaya sehat
Jika terlalu lama bekerja
Badan juga butuh istirahat
Pergi berlibur ke rumah paman
Sekalian belajar budaya dan bernyanyi
Tidak ada yang lebih perhatian
Selain menjaga kesehatan diri sendiri
Banyak bicara tanpa berpikir
Hanya akan membuat diri tersingkir
Berpikir dulu, lalu bicara
Agar kita dihormati orang sekeliling kita
Banyak bersabar dalam menjalani hidup
Tak ada hal yang harus diragukan
Berusahalah, berdoa, dan tawakallah
Niscaya keberhasilan akan datang
Genggamlah ilmu sebanyak mungkin
Jangan sampai terbuang sia-sia
Ilmu akan bermanfaat di dunia dan akhirat
Sebagai bekal menuju kebahagiaan abadi
Jangan terlalu banyak mengeluh
Hidup penuh dengan tantangan dan ujian
Berpikir positif dan jangan angkuh
Membuat hidup lebih tenang dan nyaman
Belajarlah dari kesalahan yang pernah terjadi
Jangan biarkan dirimu terus terpuruk
Bangkitlah dan jadi abdi
Sebagai bukti bahwa kamu bisa menguak
Jangan merasa dirimu lebih hebat dari yang lain
Tetaplah rendah hati dan bersahaja
Jangan pernah mencoba bermain adrenalin
Jika tidak mau terlena dengan dunia
Bersyukurlah atas nikmat yang telah diberikan
Jangan mengeluh dan selalu meratapi keadaan
Nikmati setiap momen
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan
Jangan takut untuk bermimpi besar
Mimpi adalah kunci untuk meraih sukses
Berusahalah dengan keras
Agar kamu bisa menjadi pebisnis
Jangan berlari tanpa tujuan yang jelas
Kita perlu memiliki rencana dan tujuan hidup
Jadilah pribadi yang selalu awas
Agar tidak menjadi pribadi yang tertutup
Belajarlah rajin tiada henti
Janganlah putus asa di tengah jalan
Suatu saat nanti akan terbayar
Dengan keberhasilan dan kemajuan
Jangan menangisi kesedihan
Nikmati saja hidup yang ada
Kegembiraan akan datang sendiri
Saat kita bertahan dan berjuang
Rajin-rajinlah menuntut ilmu
Agar hidupmu menjadi lebih berarti
Jangan pernah malas belajar
Supaya cita-citamu dapat terwujud dengan sempurna
Cintai lingkungan sekitarmu
Jadikan bumi tempat yang nyaman
Jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan
Agar alam tetap hijau dan indah dipandang
Pergi jauh harus siap bekal
Jangan lupa hati tetap rendah
Selalu ingat asal-usulmu
Agar dirimu tetap teguh dalam menghadapi segala cobaan
Berbuat baiklah sebanyak-banyaknya
Jangan mencari kesalahan orang lain
Ingatlah selalu akan kematian
Agar hidupmu selalu diiringi oleh kebaikan
Jangan suka memperolok-olok orang
Tak peduli mereka kaya atau miskin
Ingatlah bahwa kita semua bersaudara
Dan hormatilah satu sama lain sebagai manusia
Jangan terlalu bangga atas kekayaanmu
Karena semua itu hanya sementara
Yang benar-benar berharga dalam hidup
Adalah kebahagiaan yang datang dari hati yang tulus
Jangan pernah putus asa dalam menghadapi cobaan
Ingatlah bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar
Tetaplah berusaha dan berdoa kepada Allah
Kita akan mampu melewati semua rintangan
Rendah hati dan sabar dalam keadaan
Jangan mudah tersulut amarah dan kesal
Jadilah pribadi yang sabar dan rendah hati
Agar hati dan pikiran selalu tenang dan damai
Pergi ke pasar membeli jambu
Jalannya jauh berputar-putar
Kalau rajin membaca buku
Pasti jadi anak yang pintar
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Di kampus ada pemuda tampan
Berangkat sore jadi tergesa-gesa
Jika terus menunda pekerjaan
Hanya ada keterlambatan yang tersisa
Ada ikan di sungai
Ikan berenang setiap hari
Janganlah terlalu banyak bersantai
Agar tidak menyesal di kemudian hari
Banyak hiu di laut
Jangan lupa diambil dengan pukat
Bahagia harus berturut-turut
Agar tidak selalu menuntut
Ada ular bersembunyi di rawa
Tetaplah bersikap sopan
Renungkan nasihat orang tua
Agar hidupmu penuh dengan kebaikan
Daging segar di Pasar Jakarta
Dibeli untuk acara
Jangan pernah bosan membaca
Cerdas datang dengan sendirinya
Ada lebah, ada ngengat
Ada batu, ada juga tanah liat
Saat lelah terasa sangat
Beri diri rasa semangat
Pergi mendaki Gunung Daik
Hendak menjerat kancil dan rusa
Bergotong royong amalan yang baik
Elok diamalkan sepanjang masa
Batang ketumbar dahan-dahan
Kelapa jatuh ke tepi bangsal
Biarlah sabar dengan perlahan
Siapa gopoh nanti menyesal
Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri
Rusa kecil diam terkurung
Kurang makan kurang minum
Cari ilmu jangan murung
Cerialah selalu dan tersenyum
Ada cambuk ada cemeti
Terasa sakit kalau dipukulkan
Jaga akhlak budi pekerti
Tabiat buruk ayo dihilangkan
Pagi-pagi pergi ke pasar
Tidak lupa membeli serabi
Mumpung masih bujang banyaklah belajar
Di hari tua senanglah hati
Pergi mincing saat fajar
Pulang menenteng ikan
Siapa yang rajin belajar
Pasti ia akan sukses kemudian
Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita
Bunga mawar bunga melati
Kalau dicium harus baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Al-Quran supaya paham maknanya
Langit indah sungguh cerah
Udara segar jika di hirup
Kepada Allah kita beribadah
Sandaran kita selama hidup
Gelas air di atas nampan
Air teh untuk sang Uwa
Puasa Ramadhan ayo dikerjakan
Raih pahala gapai taqwa
Setelah makan menggosok gigi
Gigi bersih nan putih juga
Janganlah pelit untuk berbagi
Membantu sesama bonus pahala
Buah duku buah kesemek
Enak rasanya dimakan bersama
Jika engkau suka berbohong
Akan mendapatkan dosa
Liburan ke Lombok di hari Sabtu
Agar tidak lemas
Makanlah tepat waktu
Agar tubut tidak terserang tipus
Ibundaku seorang pramugari
Tiap detik selalu landing
Menabunglah mulai hari ini
Agar esok tidak berhutang
Main robot yang perkasa
Sambil memutar
Kalau ingin jadi juara
Giat belajar adalah kuncinya
Makan rending pakai nasi
Nasinya masih hangat
Untuk menggapai mimpi
Harus tetap semangat
Seekor monyet sedang termangu
Pisangnya hilang diambil kangguru
Patuhilah nasihat gurumu
Beliau juga adalah orang tuamu
Sholat shubuh saat fajar
Setelah sholat menyapu halaman
Jika kamu ingin tetap bugar
Janganlah bermalas-malasan
Berlari-lari memacu waktu
Tetap tertinggal gerbong kereta
Letakan pendidikan di nomor satu
Untuk kemajuan bangsa dan negara

Lihat Juga : 50 Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD

Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, pantun nasihat dapat digunakan sebagai sarana efektif untuk menyampaikan pesan moral maupun nasihat kepada orang lain. Pantun nasihat harus mempunyai struktur yang baik dan mudah dipahami, serta dilengkapi dengan pesan yang jelas. Selain itu, pantun nasihat juga harus bersajak dan berima dengan baik supaya lebih mudah diterima oleh pembaca.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari referensi tugas atau bahan pembelajaran di sekolah. Bagikan artikel ini ke semua media sosial Anda jika dirasa bermanfaat. Jika Anda  pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Apa perbedaan dari pantun talibun, pantun dua kerat dan pantun empat kerat?

Pantun talibun merupakan pantun yang terdiri dari dua bagian, yang mana bagian pertama terdiri dari tiga baris dan bagian kedua terdiri dari satu baris. Pantun dua kerat adalah pantun yang terdiri dari dua baris dalam satu bait. Sedangkan pantun empat kerat ialah pantun yang terdiri dari empat baris dalam satu bait.

Bagaimana contoh dari pantun cinta?

Di pantai bersama kekasih hati
Bersenang-senang hingga sore hari
Jangan terlalu mencintai
Nanti akan sakit hati

Apa yang dimaksud dengan metafora pada pantun?

Metafora pada pantun merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang sebenarnya berbeda dengan kata-kata yang mempunyai makna figuratif. Metafora pada pantun dapat digunakan untuk memberikan gambaran atau ilustrasi yang lebih jelas dan menarik perhatian pembaca. Contoh dari metafora adalah “bulan sabit di langit” yang sebenarnya merujuk pada cahaya bulan yang berbentuk sabit di langit. Metafora dapat digunakan untuk memperkaya makna dan keindahan bahasa.


Penulis : Elly Abriyanti Widyaningrum | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Elly Abriyanti Widyaningrum

Elly Abriyanti Widyaningrum adalah penulis artikel di dianisa.com yang berfokus pada topik umum, seperti lifestyle, pendidikan, dan lainnya. Selain menjadi penulis lepas, ia juga seorang tutor privat, content planner dan executive administrasi di Distributor Utama SR12 Skincare.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 1285 Nama PUBG Keren, Aesthetic, Simbol, Anime, Cewek, Cowok, Jarang Dipakai!

    Simak daftar nama PUBG Mobile yang keren, aesthetic, lucu, dari A – Z untuk cewek dan…
  2. 265 Rekomendasi Ide Nama PT yang Bagus dan Belum Dipakai

    Berikut sejumlah rekomendasi nama PT yang menarik!
  3. Ukuran Kartu Nama Standar Indonesia, Internasional + Template Gratis!

    Ketahui ukuran kartu nama dalam cm, inchi, dan pixel, standar Indonesia dan Internasional