9 Cara Menonaktifkan Windows Security di Windows 10, 8, 7

Anda bisa menonaktifkan Windows Security dengan beragam cara, melalui menu Settings, Group Policy Editor, dan Registry…

Windows Security (sebelumnya bernama Windows Defender) merupakan sebuah sebuah tempat di mana Anda bisa mengakses kemampuan Microsoft Defender for Endpoint. Artinya Anda memiliki hak akses penuh untuk mengelola fitur keamanan umum pada PC/laptop Windows yang ditawarkan oleh Windows Defender. Misalnya perlindungan secara real-time, fitur pencegahan, deteksi, dan perbaikan.

Meskipun Windows Security menawarkan fitur perlindungan dari ancaman berbagai jenis malware, akan tetapi dalam beberapa kondisi tertentu program ini sering kali mengalami kesalahan. Ini lah yang membuat pengguna Windows enggan menggunakannya dan ingin menonaktifkannya karena suatu alasan tertentu. Berikut ini tips mudah yang bisa membantu Anda dalam menonaktifkan Windows Security.

Lihat Juga : 12 Cara Mengatasi Windows Cannot Connect to the Printer

Alasan mengapa Windows Security perlu dinonaktifkan?

Terkadang Windows Security akan menghadang Anda saat melakukan instalasi pada program / aplikasi. Mengapa demikian? Karena ada kemungkinan Windows Security ini memperlakukan aplikasi dari pengembang kecil sebagai ancaman, sehingga Anda tidak bisa memasangnya dengan lancar. Maka dari itu, Anda perlu menonaktifkan Windows Security untuk sementara waktu, kemudian mengaktifkannya kembali.

Selain itu ada juga yang berpendapat jika Windows Security ini tidak bisa mendeteksi / meng-handle serangan virus dan terlalu banyak pop-up yang muncul, sehingga banyak sekali pengguna Windows yang lebih memilih aplikasi antivirus pihak ketiga karena fitur dan layanannya yang lebih maksimal. Untuk pengguna Windows tertentu, Windows Security juga dianggap menggunakan sumber daya RAM dan Processor yang berlebihan, yang mungkin bisa menimbulkan kinerja laptop menjadi lambat.

Namun ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menonaktifkan Windows Security. Jika Anda mematikannya, Anda harus siap menanggung risiko yang akan terjadi setelahnya. Berikut beberapa dampak yang kemungkinan akan terjadi.

  • Virus atau malware lebih mudah memasuki PC/laptop, di mana virus tersebut bisa mengubah atau bahkan merusak file inti yang terdapat dalam sistem Windows.
  • Tingkat risiko terkena Phishing lebih besar, karena data-data penting tidak terlindungi dengan baik.
  • Ada kemungkinan beberapa software tidak bisa dijalankan dengan optimal.

Jika Anda ingin sekali menonaktifkan Windows Security untuk suatu kebutuhan, akan lebih baik jika Anda mengaktifkannya kembali. Dengan begitu, PC / laptop Anda akan tetap aman dari ancaman virus / malware berbahaya.

Lihat Juga : 10 Cara Mengatasi Windows Error Recovery di Windows 7

Menonaktifkan Windows Security di Windows 10

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk nonaktifkan Windows Security pada sistem operasi Windows 10; mulai dari menu Settings, Group Policy Editor, dan Registry Editor. Langsung saja, simak dan ikuti beberapa metodenya berikut ini.

1. Nonaktifkan melalui menu Settings

Metode pertama yang bisa Anda lakukan adalah menonaktifkan lewat Settings Windows 10. Namun ini hanya bersifat sementara saja, artinya metode ini biasanya digunakan jika Anda ingin mengunduh file atau menginstall aplikasi. Setelah Anda me-restart PC / laptop, secara otomatis Windows Defender akan aktif kembali.

STEP 1 : Langkah pertama, klik Start menu pada Taskbar Windows 10. Lalu klik menu Settings » pilih opsi Update & Security. Kemudian klik tab Windows Security » di bagian “Protections areas”, klik Virus & threat protection.

Virus & threat protection
1. Buka Windows Defender. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 2 : Jika jendela “Windows Security” telah tampil, lihat bagian Virus & threat Protection settings » lalu klik Manage settings.

Manage Settings Windows Security
2. Akses menu Manage Settings. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 3 : Selanjutnya geser toggle On menjadi Off, untuk mematikan semua opsi layanan Windows Security. Mulai dari Real-time Protection, Cloud-delivered Protection dan Automatic sampel submission.

Nonaktifkan Semua Opsi Windows Security
3. Nonaktifkan semua opsi yang tersedia. WAHYU SETIA BINTARA

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Windows Security akan dinonaktifkan sementara. Jika Anda ingin menonaktifkannya secara permanen, Anda bisa mengikuti metode kedua berikut ini.

Lihat Juga : 10 Cara Mengatasi Laptop Not Responding di Windows 7

2. Gunakan perintah di CMD & PowerShell

CMD dan PowerShell merupakan program command line interface yang disediakan oleh Microsoft dengan tujuan otomatisasi tugas dan manajemen konfigurasi. Artinya dengan kedua program ini, memungkinkan pengguna Windows bisa mengubah konfigurasi sistem dengan beragam perintah; termasuk menonaktifkan Windows Security. Meskipun kedua program terbilang mirip, akan tetapi dalam segi barisan perintah sangat berbeda satu sama lain. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

Jika menggunakan CMD

Menghentikan Windows Defender CMD
2. Disable melalui Command Prompt. WAHYU SETIA BINTARA
  • Perintah menonaktifkan
sc stop WinDefend
  • Perintah mengaktifkan kembali
sc start WinDefend

Sama seperti melalui menu Settings sebelumnya, dengan perintah ini Anda hanya bisa menonaktifkan Windows Security untuk sementara waktu saja. Windows Security akan berjalan kembali ketika Anda me-restart PC / laptop.

  1. Pertama, klik Start menu pada Taskbar.
  2. Selanjutnya pada kolom “Windows Search”, ketik cmd.
  3. Jika sudah, klik kanan pada Command Prompt » pilih Run as administrator.
  4. Berikutnya ketik perintah di atas sesuai permintaan » lalu tekan Enter untuk mengeksekusi.
  5. Tunggu prosesnya beberapa saat.
  6. Selesai.

Jika menjalankan Windows PowerShell

Disable Windows Defender PowerShell
2. Menonaktifkan dengan Windows Powershell. WAHYU SETIA BINTARA
  • Perintah menonaktifkan
Set-MpPreference -DisableRealtimeMonitoring $true
  • Perintah mengaktifkan kembali
Set-MpPreference -DisableRealtimeMonitoring $false
  • Perintah nonaktifkan secara permanen
Uninstall-WindowsFeature -Name Windows-Defender
  1. Pertama, tekan Windows + X » pilih opsi Windows PowerShell (Admin).
  2. Jika sudah terbuka, copy-paste salah satu perintah di atas sesuai keinginan » lalu tekan Enter.
  3. Tunggu prosesnya hingga aplikasi terhapus.
  4. Selesai.

Lihat Juga : 12 Cara Mengatasi Aplikasi Tidak Bisa Minimize di Windows 11, 10, 8, 7

3. Disable lewat Group Policy Editor

Group Policy Editor merupakan sebuah fitur yang disediakan oleh Windows, di mana berfungsi untuk membatasi fitur-fitur di setiap PC / laptop sesuai keinginan. Adanya fitur ini bisa Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah menonaktifkan Windows Defender. Ikuti langkah-langkah berikut ini dengan benar.

STEP 1 : Langkah pertama, tekan Windows + R secara bersamaan pada keyboard untuk membuka jendela “Run”. Lalu ketik gpedit.msc di kolom pencarian » tekan Enter/OK.

gpedit.msc
Ketik Gpedit.msc Windows
1. Membuka Group Policy Editor. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 2 : Jika jendela “Local Group Policy Editor” telah tampil, cari dan akses folder di bawah ini secara berurutan :

Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components > Microsoft Defender Antivirus

Berikutnya lihat panel sebelah kanan di “Microsoft Defender Antivirus”. Klik dua kali pada opsi Turn off Microsoft Defender Antivirus.

Turn off Microsoft Defender Anitivirus
2. Mengakses Microsoft Defender Antivirus. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 3 : Kemudian dialog baru akan muncul, klik opsi Enabled dari daftar untuk menonaktifkannya » klik Apply » OK. Setelah itu restart PC / laptop dahulu untuk melihat perubahannya.

Mengubah Konfigurasi Microsoft Defender Antivirus
3. Mengubah konfigurasi Microsoft Defender. WAHYU SETIA BINTARA

Jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas dengan baik dan benar, Windows Security Anda akan nonaktif secara permanen. Jika Anda ingin mengaktifkannya kembali, Anda hanya perlu mengulangi langkah sebelumnya. Kemudian ubah opsinya menjadi Disabled atau Not Configured » klik Apply » OK.

Lihat Juga : 15 Cara Mengatasi Blue Screen Windows 10, 8, 7

4. Manfaatkan Registry Editor

Opsi selanjutnya Anda juga bisa memanfaatkan Registry Editor. Ini merupakan fitur di mana semua pengaturan dan konfigurasi sistem Windows tersimpan dalam database. Artinya Anda bisa mengubah nilai atau menambahkan nilai untuk menonaktifkan Windows Defender. Pastikan Anda mengikuti instruksi di bawah ini dengan benar dan berurutan. Hal ini penting untuk Anda lakukan, karena sedikit kesalahan yang Anda lakukan di Registry Editor, akan berakibat fatal atau bahkan bisa membuat sistem operasi menjadi bermasalah. Berikut langkah-langkahnya…

STEP 1 : Langkah pertama, tekan Windows + R pada keyboard untuk mengakses dialog “Run”. Ketik regedit di kolom pencarian » tekan Enter/OK.

regedit
Akses Regedit Windows
1. Mengakses fitur Registry Editor. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 2 : Jika Registry Editor telah tampil, akses folder Windows Defender atau copy-paste lokasinya di bawah ini.

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows Defender

Apabila sudah menemukan, klik kanan Windows Defender » pilih New » klik DWORD (32-bit) Value. Kemudian beri nama “DisableAntiSpyware” » tekan Enter.

Disable Anti Spyware
2. Membuat konfigurasi baru. WAHYU SETIA BINTARA

STEP 3 : Berikutnya klik dua kali pada konfigurasi “DisableAntiSpyware”. Jika sudah, ubah Value datanya menjadi 1 » klik OK. Setelah itu lakukan restart perangkat untuk melihat berhasil atau tidaknya.

Ubah Value Data Windows Defender
3. Mengubah value data Windows Defender. WAHYU SETIA BINTARA

Jika Anda ingin mengaktifkannya kembali, Anda hanya perlu mengubah Value data di atas menjadi 0 » klik OK. Lalu restart perangkat terlebih dahulu.

5. Menonaktifkan dengan memasang antivirus lain

Dan opsi terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan menginstall aplikasi antivirus pihak ketiga di PC/laptop Anda. Mengapa demikian? Karena ketika Anda menginstall aplikasi antivirus, maka secara otomatis Windows Defender akan dinonaktifkan untuk mencegah konflik dan masalah kinerja. Hal ini sudah dilakukan Windows sejak 2018 yang lalu, dengan catatan bahwa antivirus pihak ketiga sudah terdaftar serta mengikuti syarat dan ketentuan dari Microsoft.

Saat ini ada banyak sekali antivirus selain Windows Defender yang bisa Anda jadikan pilihan, untuk perlindungan komputer dari serangan virus / malware; seperti AVG, Avira, McAfee, Essential, dan lain sebagainya. Namun jika Anda bertanya, bagaimana cara mengaktifkan Windows Defender kembali? Jawabannya mudah sekali, Anda bisa menghapus aplikasi antivirus yang Anda pasang tersebut.

Uninstall Antivirus
5. Uninstall aplikasi antivirus. WAHYU SETIA BINTARA
  1. Pertama, klik Start menu » pilih Settings.
  2. Jika sudah, klik Apps » pilih tab Apps & features.
  3. Kemudian klik aplikasi antivirus yang ingin dihapus » Uninstall.
  4. Ikuti proses yang diberikan.
  5. Selesai.

Lihat Juga : 7 Cara Mengatasi Mouse Double-Click

Penutup,

Secara fungsi dan peranannya, Windows Security memberikan perlindungan pada perangkat PC / laptop Anda dari ancaman berbagai jenis malware. Namun hadirnya program ini malah dianggap pengganggu untuk beberapa pengguna Windows. Maka dari itu tidak mengherankan jika ada pengguna Windows yang tidak memilih Windows Security sebagai antivirus utama di perangkatnya.

Apakah perlu menonaktifkan Windows Security?

Dalam beberapa kondisi tertentu Anda akan menonaktifkannya. Misal ketika ingin memasang aplikasi yang terdeteksi sebagai ancaman oleh Windows Security, meskipun aplikasi tersebut terunduh dari situs resmi dan aman digunakan.

Mengapa Windows Security tidak bisa dimatikan?

Ini sering kali timbul karena Windows Security memang bermasalah dan biasanya terjadi ketika terdapat kegagalan setelah update Windows.

Apa penyebab Windows Security tidak bisa dibuka?

Ada kemungkinan masalah ini disebabkan oleh sistem Windows yang bermasalah. Selain itu, service yang crash dan aplikasi antivirus pihak ketiga juga bisa memicu masalah ini terjadi.

Apa risiko ketika menonaktifkan Windows Security?

Yang pasti PC/laptop Anda tidak mendapatkan perlindungan dari ancaman virus / malware. Namun hal ini tidak perlu Anda khawatirkan apabila Anda telah memasang aplikasi antivirus pihak ketiga.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau pendapat yang perlu Anda sampaikan, silakan tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih dan selamat mencoba!


Artikel ditulis oleh Wahyu Setia Bintara, Editor oleh Rudi Dian Arifin

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Fungsi Free Transform Tool pada Adobe Photoshop

    Free Transform Tool dapat digunakan untuk mengatur objek gambar atau foto sesuai keinginan
  2. 15 Cara Mengatasi Laptop Hang Saat Baru Dinyalakan

    Bersihkan semua file sementara pada sistem dan matikan proses yang berjalan di latar belakang untuk mengatasi…
  3. 8 Cara Aktivasi Microsoft Office 2013

    Anda bisa aktivasi Microsoft Office 2013 dengan menjalankan perintah CMD atau menginstall program activator