Pengertian Dropship – Definisi, Keuntungan, Kelemahan

Dropshipper berasal dari dropship yang berarti sebuah teknik pemasaran di mana penjual tidak menyimpan stok barang…

Pernahkah Anda mendengar istilah reseller atau dropshipper ketika berkutat dalam bidang bisnis online? Keduanya memiliki peranan penting dalam bidang bisnis digital yang sering kita akses dalam memenuhi kebutuhan produk maupun barang dari Internet. Kedua istilah bisnis ini ramai di Internet yang mana keduanya bekerja sama dengan beberapa pihak terkait untuk memudahkan pemasaran maupun penyetokan barang.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai pengertian dropshipper / dropship terlebih dahulu, Dropshipper berasal dari dropship yang berarti sebuah teknik pemasaran di mana penjual tidak menyimpan stok barang mereka sendiri, akan tetapi apabila penjual mendapatkan order maka penjual tersebut langsung meneruskan order dan detail pengiriman barangnya ke distributor, supplier ataupun produsen.

Lihat Juga : Pengertian E-commerce

Pengertian Dropship

Definisi Dropship
Image Source : shopymatic.com

Dropship memiliki artian tersendiri bagi para ahli, seperti yang sebutkan oleh Feri Sulianta dalam terbitan buku  “Terobosan Berjualan Online ala Dropshipping ++”. Ia berpendapat bahwa Dropshipping merupakan salah satu metode jual beli secara online, di mana badan usaha atau perorangan baik itu toko online atau pengecer (dropship) tidak melakukan penyetokan barang, dan barang didapat dari jalinan kerja sama dengan perusahaan lain yang memiliki barang yang sesungguhnya.

Sedangkan dalam pengertian umum yang lebih ringkas, dropship adalah salah satu metode jual beli digital di mana penjual bertugas sebagai pihak ketiga dalam meneruskan penjualan barang dari produsen menuju konsumen dengan memberikan detail mengenai pengiriman barang kepada supplier (Produsen) terlebih dahulu.

IstilahKeterangan
DropshipSuatu bisnis yang mana seseorang tidak harus memiliki produk atau memiliki stok dari produk itu sendiri. Seluruh produk adalah miliki pihak lain, tepatnya supplier.
DropshipperSedangkan dropshipper merupakan pelaku dari sistem bisnis dropship. Tugasnya hanya menjual produk supplier menggunakan nama toko sendiri.
ResellerReseller merupakan model bisnis yang menjual produk supplier / dropshipper dengan modal sendiri serta melakukan stok dari produk itu sendiri.
SupplierPihak perorangan / perusahaan yang memasok bahan baku / sumber daya yang dibutuhkan individu (konsumen) / perusahaan untuk dijadikan barang / jasa.

Lihat Juga : Pengertian Marketplace

Keuntungan Dropship

Keuntungan Dropship
Image Source : investasi.online

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari pelaku usaha maupun produsen produk dari sistem dropshipper antara lain:

1. Menguntungkan dua belah pihak

Penyedia barang atau supplier sendiri mereka diuntungkan karena produk yang mereka buat dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas. Sedangkan dari dropshipper sendiri mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan yang lebih besar, karena dengan sistem ini dropshipper mereka dapat menjual barang dengan ketentuan harga yang lebih tinggi dari supplier itu sendiri.

2. Praktis dan fleksibel

Selain itu minimnya risiko karena dropshipper tidak wajib dalam menyetok barang juga menjadi faktor menguntungkan, fleksibilitas dengan sistem perdagangan online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Turut mendukung keleluasaan sistem ini untuk diterapkan dengan mudah dan nyaris tanpa keterampilan khusus tertentu.

3. Pemasaran yang luas

Menjadi seorang dropshipper memiliki keuntungan dengan adanya wilayah pasar yang tak terbatas. Anda dapat memasarkan produk dan menjualnya bahkan hingga keluar negeri apabila memiliki kemampuan dalam menarik minat pelanggan dengan membeberkan keistimewaan produk Anda.

Lihat Juga : Pengertian Online Shop

Kelemahan Dropship

Kelemahan Dropship
Image Source : lifepal.co.id

Meskipun telah menawarkan begitu banyak keuntungan kepada sang pelaku usaha, nyatanya sistem ini juga memiliki sisi lemah yang perlu untuk di waspadai ketika menjalankan dropship, di antaranya:

1. Pemilihan supplier

Kehati-hatian dalam memilih supplier yang jujur agar pelaku usaha dapat membangun bisnis dengan kepercayaan konsumen, karena apabila Anda memilih supplier yang buruk maka akan menimbulkan kesalahpahaman antara dropshipper dengan pembeli apabila barang yang telah disepakati tidak terkirim. Belum lagi apabila kualitas barang tidak terjamin, maka kepercayaan konsumen terhadap dropshipper juga akan turun.

2. Keamanan terhadap pembeli

Selain dari supplier, seorang pembeli juga patut untuk diperhatikan dalam sistem transaksi jual beli dalam sistem dropship. Mengapa demikian? Karena seorang dropshipper wajib mengecek bahwasanya uang pembeli sudah diterima sebelum barang yang dijual sudah pada tahap pengiriman. Hal ini perlu dilakukan karena apabila barang sampai ke tangan konsumen namun proses pembayaran belum dijamin, maka dropshipper memiliki risiko untuk dicurangi oleh pembeli.   

3. Persaingan pasar yang ketat

Meskipun memiliki lahan tak terbatas nyatanya dalam perdagangan online persaingan begitu ketat. Perbedaan harga yang sangat tipis sekalipun dapat menggerakkan hati seorang pelanggan untuk membeli sebuah produk. Apalagi pembeli juga akan melakukan riset dan survey terlebih dahulu ketika mereka akan membeli sebuah barang yang mahal seperti laptop atau smartphone. Oleh karena itu dropshipper harus bijak dalam memberikan harga jual pada pelanggan.

Lihat Juga : Pengertian LinkedIn

Tips menjadi dropshipper yang baik

Tips Dropship
Image Source : jurnal.id

1. Menjalin hubungan yang baik

Seperti kata pepatah, memperbanyak silaturahmi juga memperbanyak rezeki. Apabila Anda terjun ke dalam dunia perdagangan atau bisnis apa pun. Tentu saja akan lebih bagus jika memiliki hubungan yang baik dan menjalin koneksi dengan kredibilitas tinggi antar sesama pedagang terutama supplier Anda.

Pelanggan setia merupakan tambang berlian tak ternilai apabila Anda mampu mempertahankan kepercayaan dari seorang pembeli. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan tanpa pandang bulu adalah tindakan yang tepat dalam mendapatkan hubungan jual beli yang baik.

2. Spesialis terhadap barang yang dijual

Seorang pelanggan tentunya memiliki pertanyaan-pertanyaan tak terduga yang dapat membuat seorang penjual memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai produk yang sedang yang sedang ditawarkan. Setidaknya mengetahui fungsi dan kelebihan barang tersebut merupakan kewajiban setiap pedagang. Pasalnya dari sebuah jawaban yang memuaskan seorang pelanggan dapat mengetahui nilai Anda sebagai seorang dropshipper terpercaya.

3. Menjual produk berkualitas yang tidak mudah rusak

Selain berurusan dengan masalah penjualan Anda juga akan menangani pengembalian produk dari konsumen apabila terdapat kecacatan di dalamnya. Agar Anda terhindar dari masalah seperti ini, akan lebih baik jika dapat meminimalisir risiko kerusakan dengan memilih produk yang awet dijual dan tahan lama.

4. Membuat sistem penjualan produk yang baik

Dalam ilmu perdagangan, promosi menjadi sebuah kemampuan yang perlu diprioritaskan untuk dikuasai. Apabila Anda memiliki strategi jual yang baik maka produk Anda juga akan cepat terjual, misalnya saja dengan menyematkan kalimat “Limited Edition” , ”Diskon Terbatas”, “Buy 2 get 1” dan kalimat-kalimat yang layaknya dapat menarik minat seorang pelanggan dalam membeli produk Anda.

Meminimalisir produk musiman juga merupakan keputusan yang bijak, apabila Anda menginginkan profit yang stabil dan berjangka panjang terhadap produk jual Anda.

Lihat Juga : Pengertian Microsoft Office

Kesimpulan,

Dropshipper dapat dijadikan sebagai salah satu opsi usaha sampingan, apabila Anda memiliki niatan untuk berniaga tanpa harus repot-repot memikirkan stok barang. Namun kekurangan dibalik dropshipper juga patut untuk dipertimbangkan mengingat persaingan bisnis online juga semakin sengit.

Itulah pembahasan singkat yang dapat saya berikan mengenai pengertian bisnis online beserta manfaat, jenis dan keunggulan. Apabila Anda memiliki pertanyaan terkait ulasan di atas, silakan tulis melalui kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Bedanya dropshipper dengan reseller apa?

Mirip namun tidak serupa, dropship adalah model bisnis di mana pihak ketiga bekerja sama dengan produsen/ supplier untuk menjualkan produknya. sedangkan reseller adalah sebuah model bisnis di mana penjual wajib untuk memiliki stok barang ketika bertransaksi dengan pelanggan.

Apa yang harus dilakukan untuk menjadi dropshipper?

Hal pertama yang harus Anda temukan adalah membuat riset mengenai produk yang mau dijual, mencari supplier yang baik dan terpercaya, kemudian mendirikan tempat niaga, apabila tidak bisa membuat website sendiri Anda dapat melakukannya dengan marketplace.

Apakah sistem dropship aman?

Aman atau tidaknya bidang yang Anda ampuh, itu semua tergantung dengan bagaimana cara Anda untuk mengatasi dan meminimalisir kelemahan bidang tersebut. Misalnya saja dengan selalu mengikuti forum-forum bisnis online agar mengetahui solusi jitu dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Bagus dropship atau reseller?

Keduanya saling memiliki kelemahan dan kelebihan, Anda harus bijak dalam memilih salah satu dari keduanya. Survey dan riset ada bukan tanpa alasan, perdalam dulu ilmu serta wawasan Anda mengenai bisnis online agar mendapatkan kemantapan dalam menjalankan metode bisnis tersebut.


Penulis : Agung Wijaya | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Artikel terkait

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Cara Cek Apakah Sinyal Smartfren Gangguan Hari ini atau Tidak

    Berikut beberapa cara untuk mengetahui apakah jaringan Smartfren gangguan hari ini atau tidak
  2. 10 Cara Mengatasi Sinyal Smartfren Hilang / Tidak Muncul

    Sinyal Smartfren tidak muncul, bertanda X, ini penyebab dan solusi mengatasinya!
  3. 15 Cara Mengatasi Sinyal HP Android Hilang Timbul / Tidak Muncul

    Atasi sinyal HP Android yang hilang / tidak muncul dengan mencoba beberapa tips perbaikan berikut ini!