Pengertian Proposal: Fungsi, Tujuan, Sistematika, Jenis – Jenis, dan Kaidah Keabsahan Proposal

Apa itu proposal? Berikut kami jelaskan secara detail dan rinci mengenai pengertian proposal, fungsi, tujuan, jenis…

Jika Anda pernah menjadi panitia suatu kegiatan dibangku sekolah atau kuliah, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan proposal. Proposal tersebut biasanya dibutuhkan ketika akan mengadakan acara kesenian, perlombaan, bazar atau sebagainya. Proposal tersebut biasanya berisi rincian tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana akan dilakukan, biaya yang dibutuhkan, manfaat yang diharapkan, serta alasan mengapa proposal tersebut layak untuk disetujui atau didukung.

Tidak hanya digunakan untuk mengajukan acara kegiatan di lingkup pendidikan saja, proposal juga biasanya ada berbagai macam jenisnya misalnya seperti proposal bisnis, proyek, sponsorship, kemitraan dan lain sebagainya. Untuk itu, bagi Anda yang ingin mencari informasi lebih lengkap mengenai proposal serta bagaimana sistematika penulisannya, Anda dapat menyimak informasi yang tersedia berikut ini.

Ringkasan

  • Proposal adalah dokumen tertulis yang merinci rencana atau usulan untuk suatu proyek atau inisiatif yang diajukan kepada pihak lain dengan tujuan untuk mendapatkan persetujuan, dukungan, atau pendanaan untuk suatu ide tersebut.
  • Tujuan utama dari proposal adalah untuk meyakinkan pihak lain tentang nilai atau kebutuhan proyek tersebut serta meminta persetujuan, dukungan, atau sumber daya untuk melaksanakannya.
  • Fungsi proposal membantu dalam merencanakan proyek atau inisiatif dengan menyusun rencana kerja yang terperinci, termasuk tujuan, metode, sumber daya yang dibutuhkan, dan jadwal pelaksanaan.
  • Sistematika penulisan proposal terdiri dari latar belakang, masalah dan tujuan, ruang lingkup kegiatan, kerangka teoretis dan hipotesis, metode, pelaksana kegiatan, fasilitas, keuntungan dan kerugian, lama waktu kegiatan, jadwal kegiatan, anggaran dana, dan daftar Pustaka.

Lihat Juga : Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian Proposal Adalah

Pengertian Proposal Adalah
Sumber Gambar : Pexels

Proposal adalah dokumen tertulis yang merinci rencana atau usulan untuk suatu proyek atau inisiatif yang diajukan kepada pihak lain dengan tujuan untuk mendapatkan persetujuan, dukungan, atau pendanaan untuk suatu ide, proyek, atau inisiatif tertentu. Proposal biasanya juga dirancang dengan tujuan meyakinkan pembaca atau pihak yang berwenang bahwa ide atau rencana yang diajukan layak untuk dilaksanakan atau didukung.

Tujuan utama dari proposal adalah untuk meyakinkan pihak lain tentang nilai atau kebutuhan proyek tersebut serta meminta persetujuan, dukungan, atau sumber daya untuk melaksanakannya. Setiap jenis proposal juga memiliki format dan konten yang khas sesuai dengan tujuan dan konteks pengajuannya. Oleh karena itu, jika Anda membuat proposal usahakan untuk menulis proposal sesuai dengan kaidah penulisannya.

Fungsi Proposal

Fungsi Proposal
Sumber Gambar : Pexels

Fungsi proposal dalam konteks bisnis atau organisasi sangat penting. Berikut beberapa fungsi utama dari proposal:

  1. Proposal membantu dalam merencanakan proyek atau inisiatif dengan menyusun rencana kerja yang terperinci, termasuk tujuan, metode, sumber daya yang dibutuhkan, dan jadwal pelaksanaan.
  2. Proposal membantu mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  3. Proposal adalah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan ide, rencana, dan tujuan kepada pihak-pihak yang terlibat atau berkepentingan dalam proyek.
  4. Untuk meminta persetujuan atau dukungan untuk melaksanakan proyek.
  5. Proposal juga membantu dalam mengevaluasi kelayakan proyek dengan melakukan analisis biaya-manfaat, analisis risiko, dan analisis dampak sosial atau lingkungan.
  6. Proposal dapat digunakan sebagai panduan atau acuan selama pelaksanaan proyek.
  7. Proposal juga berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja proyek selama pelaksanaan.

Lihat Juga : Panduan Foto Lamaran Kerja Profesional

Sistematika Proposal

Sistematika Proposal
Sumber Gambar : Pexels

Sistematika atau struktur sebuah proposal dapat bervariasi tergantung pada jenis proposal dan kebutuhan spesifiknya. Namun, secara umum, proposal biasanya terdiri dari beberapa bagian utama. Berikut adalah contoh sistematika yang umum digunakan dalam sebuah proposal:

1. Latar Belakang

Latar belakang dalam sebuah proposal adalah bagian yang menjelaskan konteks atau situasi yang mendorong pengusulan proyek atau inisiatif tersebut. Ini adalah bagian yang memberikan pemahaman tentang mengapa proyek tersebut diusulkan, apa masalah atau peluang yang ingin diatasi, dan mengapa proyek tersebut dianggap penting atau relevan.

2. Masalah dan Tujuan

Dalam sebuah proposal, masalah adalah kondisi atau situasi yang perlu diselesaikan atau diperbaiki. Masalah ini biasanya menjadi alasan atau pembenaran untuk mengajukan proposal tersebut. Sementara itu, tujuan adalah hasil yang diharapkan atau yang ingin dicapai melalui pelaksanaan proposal tersebut.

Dalam proposal yang efektif, masalah dan tujuan haruslah terkait secara erat. Solusi yang diajukan dalam proposal seharusnya bertujuan untuk mengatasi masalah yang telah diidentifikasi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, masalah dan tujuan haruslah diuraikan dengan jelas dan meyakinkan agar pihak yang bertanggung jawab atas keputusan dapat memahami urgensi dan pentingnya proposal tersebut.

3. Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan dalam sebuah proposal merujuk pada rentang atau jangkauan aktivitas yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini mencakup deskripsi rinci tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana cara melakukannya, siapa yang terlibat, serta sumber daya yang dibutuhkan.

Beberapa komponen yang biasanya mencakup ruang lingkup kegiatan dalam sebuah proposal antara lain yaitu deskripsi kegiatan, metode dan pendekatan, waktu dan jadwal, tim pelaksana, sumber daya, dan lain -lain.

4. Kerangka Teoretis dan Hipotesis

Kerangka teoritis dan hipotesis adalah dua elemen penting dalam sebuah proposal penelitian atau proyek. Keduanya membantu mengarahkan penelitian dan memberikan dasar teoritis serta prediksi yang akan diuji. Kerangka teoritis merupakan dasar teoritis yang digunakan untuk mendukung dan menjelaskan penelitian atau proyek yang diusulkan. Hal ini biasanya mencakup literatur terkait, konsep-konsep kunci, teori-teori, atau model-model yang akan digunakan untuk mengarahkan penelitian atau proyek. Kerangka teoritis juga berfungsi untuk memberikan landasan bagi pemahaman masalah yang diteliti dan membantu merumuskan pertanyaan penelitian serta hipotesis.

Sedangkan Hipotesis adalah pernyataan yang diusulkan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian. Hipotesis sering kali dibuat berdasarkan kerangka teoritis dan mengajukan prediksi tentang hasil dari penelitian yang akan dilakukan. Hipotesis dapat berupa hipotesis nol (null hypothesis) yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan antara variabel, dan hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa ada hubungan atau perbedaan yang signifikan.

5. Metode

Metode dalam penulisan proposal mengacu pada strategi dan pendekatan yang akan digunakan untuk menjalankan proyek atau penelitian yang diusulkan. Ini mencakup langkah-langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proposal.

Beberapa komponen yang mencakup dalam metode dalam sebuah penelitian yaitu desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen dan pengumpulan data, analisis data, prosedur penelitian, etika dan perlindungan subjek penelitian.  

6. Pelaksana Kegiatan

Pelaksana kegiatan dalam sebuah proposal merujuk pada individu atau tim yang akan bertanggung jawab atas pelaksanaan aktivitas yang diusulkan dalam proposal tersebut. Bagian ini memberikan informasi tentang orang-orang yang akan terlibat dalam menjalankan proyek atau penelitian, serta peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim.

Melalui bagian pelaksana kegiatan, pembaca proposal akan memahami siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek atau penelitian, serta bagaimana koordinasi dan komunikasi antara anggota tim akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

7. Fasilitas

Dalam sebuah proposal, bagian tentang fasilitas merujuk pada infrastruktur atau sarana yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proyek atau penelitian yang diusulkan. Fasilitas ini bisa berupa tempat, peralatan, teknologi, atau sumber daya lain yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan secara efektif dan efisien.

Melalui bagian fasilitas, pembaca proposal akan memahami persyaratan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan proyek atau penelitian, serta bagaimana pengelolaan fasilitas tersebut akan berkontribusi pada keberhasilan proyek secara keseluruhan.

8. Keuntungan dan Kerugian

Ketika Anda memaparkan dengan jelas dan terperinci bagaimana proyek tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan, hal ini dapat meningkatkan keyakinan pihak terkait dalam kesuksesan proyek. Kemudian untuk Ketika Anda  mencantumkan analisis kerugian hal ini dapat membantu dalam menyampaikan realisme tentang tantangan dan risiko yang mungkin dihadapi proyek tersebut, dan membantu menghindari ekspektasi yang tidak realistis.

9. Lama Waktu Kegiatan

Lama waktu kegiatan dalam komponen penulisan proposal dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas proposal itu sendiri, lingkup proyek atau penelitian yang diusulkan, serta sumber daya yang tersedia untuk menyusun proposal tersebut. Dalam total, penyusunan sebuah proposal yang lengkap dan kuat biasanya membutuhkan waktu antara 2 hingga 3 bulan. Namun, waktu yang sebenarnya dapat berbeda tergantung pada kompleksitas proyek atau penelitian yang diusulkan, tingkat persetujuan yang diperlukan, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi proses penyusunan proposal.

10. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan dalam sebuah proposal adalah rencana waktu yang merinci langkah-langkah atau aktivitas yang akan dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyek atau program yang diusulkan. Berikut adalah contoh struktur umum dari jadwal kegiatan dalam proposal:

Jadwal Kegiatan

No.KegiatanDurasiWaktu MulaiWaktu Selesai
1.Persiapan Awal2 minggu1 Maret 202414 Maret 2024
2.Pelaksanaan Workshop 11 hari15 Maret 202415 Maret 2024
3.Pengumpulan Data3 minggu16 Maret 20245 April 2024
4.Analisis Data2 minggu6 April 202419 April 2024
5.Penyusunan Laporan1 minggu20 April 202426 April 2024
6.Presentasi Hasil1 hari27 April 202427 April 2024
7.Evaluasi dan Penyesuaian1 minggu28 April 20244 Mei 2024

Dalam jadwal kegiatan ini, setiap kegiatan memiliki nomor urut, deskripsi kegiatan, durasi (dalam hari atau minggu), serta tanggal mulai dan selesai. Rincian ini membantu dalam mengatur dan mengawasi kemajuan proyek serta memastikan bahwa waktu yang tersedia digunakan secara efisien.

Selain itu, jadwal kegiatan juga harus mencakup alokasi sumber daya, tanggung jawab, dan hubungan ketergantungan antar kegiatan. Ini membantu dalam mengidentifikasi risiko, mengatur prioritas, dan menghindari tumpang tindih atau penundaan yang tidak diinginkan.

11. Anggaran Dana

Anggaran dana dalam sebuah proposal adalah bagian yang merinci estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan proyek atau program yang diusulkan. Penting untuk menyusun anggaran dana dengan cermat dan realistis, dengan memperhitungkan semua biaya yang mungkin terjadi serta memastikan bahwa sumber daya tersedia untuk melaksanakan proyek sesuai rencana. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam menyusun anggaran dana dalam sebuah proposal.

12. Daftar Pustaka

Daftar pustaka dalam sebuah proposal adalah daftar semua sumber referensi atau bahan bacaan yang digunakan dalam penyusunan proposal. Ini mencakup buku, jurnal, artikel, laporan, situs web, dan sumber lainnya yang telah digunakan untuk mendukung argumen atau informasi yang disajikan dalam proposal. Berikut adalah format umum untuk daftar pustaka dalam proposal:

Daftar Pustaka

  1. Nama Penulis. (Tahun). Judul Buku. Penerbit.
  2. Nama Penulis. (Tahun). “Judul Artikel.” Judul Jurnal, Volume(Issue), Halaman-Halaman.
  3. Nama Penulis. (Tahun). Judul Laporan. Institusi Penerbit.
  4. Nama Situs Web. (Tahun). Judul Artikel atau Halaman. URL.

Contoh:

  1. Smith, J. (2020). The Role of Technology in Education. Academic Publishing.
  2. Johnson, A. (2019). “Effective Teaching Strategies.” Journal of Education, 10(2), 45-58.
  3. World Health Organization. (2018). Global Health Report. WHO Publishing.
  4. United Nations. (2020). Sustainable Development Goals. https://www.un.org/sustainabledevelopment/sustainable-development-goals/

Pastikan untuk menyusun daftar pustaka sesuai dengan gaya penulisan referensi yang diharapkan, seperti APA, MLA, atau Chicago, dan pastikan untuk mencantumkan semua informasi yang diperlukan, seperti nama penulis, tahun publikasi, judul, dan detail penerbitan. Daftar pustaka harus diatur secara alfabetis berdasarkan nama penulis atau judul, dan setiap entri harus disusun dengan format yang konsisten.

Lihat Juga : Contoh Teks MC Formal

Jenis – Jenis Proposal

Jenis - Jenis Proposal
Sumber Gambar : Pexels

Terdapat beberapa jenis proposal yang umumnya digunakan dalam berbagai konteks, termasuk di bidang bisnis, akademik, pemerintahan, dan sektor nirlaba. Berikut adalah beberapa jenis proposal yang dapat Anda simak, antara lain yaitu: 

1. Proposal Bisnis

Proposal bisnis adalah dokumen yang disusun untuk mengajukan ide bisnis, proyek investasi, atau kerja sama bisnis kepada pihak investor, mitra bisnis, atau lembaga keuangan. Proposal bisnis mencakup rincian tentang rencana bisnis, analisis pasar, proyeksi keuangan, dan strategi pemasaran.

2. Proposal Penelitian

Proposal penelitian digunakan untuk mengajukan ide penelitian atau proyek penelitian kepada badan pendanaan, institusi akademik, atau sponsor lainnya. Proposal ini berisi latar belakang masalah, tujuan penelitian, metodologi yang akan digunakan, serta perkiraan anggaran dan jadwal pelaksanaan.

3. Proposal Proyek

Proposal proyek adalah dokumen yang merinci rencana kegiatan, tujuan, jadwal, dan anggaran untuk melaksanakan proyek tertentu. Proposal proyek dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk pembangunan infrastruktur, pengembangan produk, atau program sosial.

4. Proposal Donasi atau Sponsorship

Proposal donasi atau sponsorship digunakan untuk mengajukan permohonan bantuan dana atau dukungan materi kepada organisasi atau individu tertentu. Proposal ini mencakup informasi tentang tujuan proyek atau program, manfaat yang diharapkan, serta tata cara penggunaan dana atau dukungan yang diterima.

5. Proposal Pendidikan

Proposal pendidikan disusun untuk mengajukan ide atau rencana kegiatan pendidikan, pelatihan, atau pengembangan kurikulum kepada institusi pendidikan, lembaga pendidikan, atau badan pendanaan. Proposal ini mencakup detail tentang tujuan pembelajaran, metode pengajaran, serta evaluasi dan pemantauan.

6. Proposal Kemitraan atau Kerja sama

Proposal kemitraan atau kerja sama digunakan untuk mengajukan ide atau rencana kerja sama antara organisasi atau individu. Proposal ini mencakup rincian tentang manfaat kemitraan, kontribusi yang diharapkan dari masing-masing pihak, serta tata cara pengelolaan kerja sama tersebut.

7. Proposal Teknis

Proposal teknis digunakan untuk mengajukan rencana atau solusi teknis untuk menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan tertentu. Proposal ini mencakup deskripsi teknis, spesifikasi, dan estimasi biaya yang terkait dengan implementasi solusi yang diajukan.

Setiap jenis proposal memiliki struktur dan konten yang khas sesuai dengan tujuannya masing-masing, namun pada umumnya, setiap proposal harus dapat menjelaskan masalah yang akan diselesaikan, solusi yang diusulkan, manfaat yang diharapkan, serta rincian anggaran dan jadwal pelaksanaan.

Lihat Juga : Pengertian Workshop Adalah

Kaidah Kebahasaan Proposal

Kaidah Kebahasaan Proposal
Sumber Gambar : Pexels

Kaidah keabsahan proposal mencakup beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, termasuk pernyataan argumentatif, persuasif, penggunaan istilah ilmiah, dan penggunaan verba yang tepat. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing aspek:

1. Pernyataan Argumentatif

Pernyataan argumentatif dalam sebuah proposal bertujuan untuk mendukung usulan atau klaim dengan argumen yang kuat berdasarkan data, fakta, atau logika yang jelas. Ini membantu meyakinkan pembaca tentang kebutuhan akan solusi yang diajukan.

Contoh: “Pengimplementasian program pelatihan keterampilan digital di tingkat sekolah menengah akan membantu mengurangi kesenjangan digital di kalangan generasi muda. Data menunjukkan bahwa akses yang terbatas terhadap teknologi dan keterampilan digital dapat menjadi hambatan bagi kemajuan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, investasi dalam program ini bukan hanya investasi dalam pendidikan, tetapi juga investasi dalam masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”

2. Pernyataan Persuasif

Pernyataan persuasif dalam sebuah proposal dirancang untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca agar mendukung atau menerima usulan yang diajukan. Ini melibatkan penggunaan bahasa yang persuasif, emosional, atau retoris untuk menciptakan dampak yang kuat pada pembaca.

Contoh: “Saat ini, tantangan perubahan iklim telah menjadi krisis global yang mendesak. Usulan kami untuk mengalokasikan dana signifikan untuk penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan bukanlah hanya tindakan responsif, tetapi juga tindakan proaktif yang memungkinkan kita menjadi pemimpin dalam solusi untuk masa depan planet ini. Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita tidak hanya melindungi lingkungan kita, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi, lapangan pekerjaan baru, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

3. Istilah Ilmiah

Penggunaan istilah ilmiah dalam proposal penting untuk memberikan ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan konsep atau ide. Istilah ilmiah ini biasanya spesifik untuk bidang atau industri yang dibahas dalam proposal dan membantu memperkuat pemahaman terhadap materi yang diajukan.

Contoh: “Penggunaan teknologi blockchain dalam sistem manajemen rantai pasokan telah terbukti meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi. Melalui penerapan blockchain, data dapat dicatat secara terdistribusi dan tidak dapat diubah, mengurangi risiko manipulasi atau kecurangan.”

4. Verba (Kata Kerja)

Penggunaan verba yang tepat dan spesifik dalam proposal membantu menjelaskan tindakan atau langkah-langkah yang akan diambil dalam implementasi usulan. Verba yang kuat dan jelas membantu dalam menyampaikan rencana secara efektif dan membangun keyakinan pada pembaca.

Contoh: “Program ini akan melibatkan pelatihan intensif selama dua bulan, yang mencakup sesi workshop mingguan, proyek-proyek praktis, dan evaluasi berkala. Peserta akan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan dan menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam situasi dunia nyata.”

5. Kata Definisi

Penggunaan kata-kata yang didefinisikan dengan jelas dalam proposal membantu memastikan pemahaman yang tepat dan konsisten antara penulis dan pembaca. Hal ini terutama penting untuk istilah atau konsep yang mungkin kurang dikenal oleh pembaca. Ketika menggunakan kata definisi, pastikan definisi tersebut relevan dengan konteks proposal dan dapat membantu memperjelas konsep yang diajukan.

Contoh: “Dalam konteks proposal ini, ‘pembangunan berkelanjutan’ didefinisikan sebagai proses pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka.”

6. Kalimat Perincian

Kalimat-kalimat perincian memberikan rincian dan penjelasan tambahan tentang konsep, tindakan, atau strategi yang diusulkan dalam proposal. Ini membantu memperkuat argumen dan memastikan bahwa pembaca memiliki pemahaman yang komprehensif tentang rencana yang diajukan.

Contoh: “Program pelatihan ini akan melibatkan serangkaian workshop interaktif, seminar, dan mentoring satu-satu dengan pakar industri untuk memastikan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang mendalam tentang teknik-teknik terbaru dalam pengelolaan proyek konstruksi.”

7. Kata Bermakna Lugas

Penggunaan kata-kata yang lugas dan jelas membantu memperkuat komunikasi dalam proposal. Kata-kata ini harus dipilih dengan cermat untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak ambigu dan mudah dipahami oleh pembaca.

Contoh: “Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dengan mengadopsi teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.”

Lihat Juga : Pengertian Taskbar Windows

Penutup

Proposal tidak hanya digunakan untuk mengajukan ide atau rencana tertentu kepada pihak yang berwenang atau berkepentingan saja, melainkan salah satu tujuan utama proposal adalah untuk memperoleh persetujuan atau dukungan dari pihak yang berwenang atau pihak lain yang terlibat. Oleh karena itu tidak heran jika dalam menulis proposal ada beberapa sistematika dan kaidah yang perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa semua informasi penting disajikan secara teratur dan mudah dipahami oleh pembaca.

Apa tujuan dari proposal?

Tujuan dari sebuah proposal adalah untuk merancang suatu rencana atau ide, dan mengkomunikasikannya secara jelas dan persuasif kepada pihak-pihak yang berkepentingan, dengan tujuan utama untuk mencapai beberapa hasil tertentu.

Proposal yang baik itu seperti apa?

Proposal yang baik adalah proposal yang disusun dengan struktur yang jelas dan teratur. Setiap bagian dari proposal mengikuti urutan yang logis dan mudah dipahami oleh pembaca.

Cara membuat proposal yang baik adalah?

Pahami dengan jelas tujuan pembuatan proposal, kemudian lakukan riset dan persiapkan semua informasi yang diperlukan untuk mendukung ide atau rencana yang akan diajukan dalam proposal. Setelah itu tentukan struktur proposal. Dan tulislah proposal dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami.


Penulis : Adella Eka Ridwanti | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Adella Eka Ridwanti

Adella Eka Ridwanti adalah lulusan Ilmu Komunikasi 2022 yang berpengalaman dalam menulis konten kreatif dan digital marketing. Saat ini menjadi penulis di website Dianisa.com dan menjadi sosial media officer untuk perusahaan yang menawarkan jasa perjalanan tour luar negeri dan Umroh.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 5 Cara Download Foto, Video, Stories, Reels Instagram Tanpa Aplikasi

    Ketahui langkah-langkah download foto, video, stories dan reels Instagram tanpa aplikasi dalam ulasan berikut!
  2. Logo Universitas Muhammadiyah Purwokerto PNG, CDR, AI, EPS, SVG (Free Download)

    Berikut kami bagikan link download logo Universitas Muhammadiyah Purwokerto PNG, CDR, AI, EPS, SVG terbaru yang…
  3. Logo Universitas Islam Kalimantan PNG, CDR, AI, EPS, SVG (Free Download)

    Berikut kami bagikan link download logo Universitas Islam Kalimantan PNG, CDR, AI, EPS, SVG terbaru yang…