29 Kumpulan Puisi Guru 4 Bait Penuh Makna

Berikut kumpulan puisi tentang guru yang menyentuh hati!

Puisi menjadi cara yang sangat efektif untuk mengekspresikan perasaan seorang murid terhadap gurunya. Guru adalah sosok yang penting bagi para siswa. Di samping perannya sebagai pengajar, guru juga melindungi dan menyayangi seluruh siswanya seperti anak sendiri. Guru juga disebut sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Oleh karena itu, untuk menghargai jasa para guru, murid bisa memberikan berbagai pujian, hadiah atau puisi.

Saat ini sudah banyak contoh referensi puisi yang bisa digunakan, sehingga dalam pembuatan puisi juga tidak susah. Selain itu, dalam menyusun puisi tidak perlu terlalu panjang, cukup dengan beberapa baris namun mempunyai makna yang berkesan. Hal terpenting dalam membuat puisi untuk seseorang adalah kesan haru, menyentuh hati, dan perasaan bahagia yang dapat diterima. Pada kesempatan ini, kami telah menyajikan beragam puisi tentang guru yang memiliki makna menyentuh. Silakan simak kumpulan contoh puisi guru 4 bait berikut, sebagai referensi menulis maupun tugas sekolah Anda.

Lihat Juga : 500 Bahasa Sansekerta dan Artinya

Kumpulan Contoh Puisi Guru 4 Bait

Puisi Tentang Guru - Terima Kasih Guruku

Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk mengapresiasi jasa para guru, salah satunya adalah dengan membacakan puisi. Langsung saja simak kumpulan contoh puisi guru 4 bait, yang dapat Anda jadikan bahan referensi berikut!

1. Guru Sang Pelita

Rautmu tak pernah terlihat lelah
Panas dan hujan pun engkau tetap mengajar
Demi semua anak didikmu
Demi masa depan semua anak didikmu

Wahai guru
Kau adalah pelita yang bersinar
Terang benderang kala gelap
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Tuk memajukan bangsa
Kau telah mengajarkari kami banyak pengetahuan
Ilmu, kepatuhan, dan kedisiplinan
Kau ajari kami lewat lisan juga sikapmu
Kau adalah teladan bagi kami semua

Terima kasih,
Wahai guru
Jasamu kan kuukir
Dalam hati pun pikiranku

2. Terima Kasih Guruku

Berkatmu, kumengerti kata
Karena mu, kupahami angka
Bersamamu kumengerti bahasa
Terima kasih, wahai guru

Lelahmu mengajariku
Letihmu membuat aku pandai
Semangatmu membuat aku berprestasi
Terima kasih, wahai guru

Atas keringatmu
Atas keletihanmu
Atas kesabaranmu
Kini aku jadi anak yang pintar

Terima kasih, wahai guru
Atas semua jasa yang kau beri
Atas semua letih yang kau tahan
Atas panjang sabarmu selama ini

3. Guruku Sang Panutan Jiwa

Guruku sang panutan jiwa
Kau menuntunku agar hidup bertaqwa
Mengajarkanku untuk tidak jumawa
Dan selalu kuat menghadapi kecewa

Guruku sang panutan jiwa
Engkaulah sosok yang istimewa
Yang mendidikku dengan canda tawa
Penuh ceria namun tetap berwibawa

Guruku sang panutan jiwa
Engkau ibarat pelita di tengah rawa
Jadi petunjuk bagi semua siswa
Dalam memahami setiap peristiwa

Guruku sang panutan jiwa
Kasihmu lembut tulus bersenyawa
Hadirkan kehangatan seperti hawa
Laksana fajar di atas khatulistiwa

Karya: Putu Surya Nata

4. Selaksa Doa Untuk Guruku

Kepada guruku tercinta
Selaksa doa aku panjatkan
Semoga senantiasa diberikan
Kesehatan yang sempurna

Keberkahan dalam hidupmu
Ketenangan dalam hatimu
Kekuatan dalam semangatmu
Kebahagiaan dalam keluargamu

Setiap langkah dan jejak
Semoga jadi amal yang mulia
Memberikan manfaat dan kebaikan
Tuk segenap anak bangsa

Terima kasih, oh guruku
Tak terkira kasih sayangmu
Menjadi suluh bagi langkahku
Yang membimbingku tuk terus maju

Karya: Ari Wulandari

5. Guruku Yang Hebat

Oh.. Guruku yang hebat
Kau mendidikku bagai sahabat
Menggali potensi dan juga bakat
Tetapi dengan disiplin kuat

Walau bebanmu terlihat berat
Tetap mengajar penuh semangat
Memberi teladan serta amanat
Agar hidupku terarah tepat

Oh.. Guruku yang hebat
Hadirmu adalah sebuah berkat
Mengalirkan ilmu yang penuh hakikat
Melatih raga dan juga sifat

Oh.. guruku, sang malaikat
Jasa-jasamu amatlah sarat
Membuat hidupku penuh manfaat
Semoga dirimu selalu sehat

Karya: Putu Surya Nata

6. Sang Idola Edukasi

Dia adalah sosok inspirasi
Menjadi idola dunia edukasi
Mengajar dengan penuh dedikasi
Membuat kita jadi termotivasi

Dengan ilmunya yang luas
Dan hatinya yang lugas
Dia terus berjuang
Membangun bangsa yang besar

Semua orang mengakui
Kehebatannya dalam mengajar
Memberikan dorongan dan semangat
Untuk mencapai cita-cita

Guru yang mencerahkan
Mendidik dengan kasih sayang
Menjadikan ilmu bermanfaat
Untuk kehidupan yang lebih baik

Karya: Ari Wulandari

7. Guru Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa
Mendidik ikhlas membangun asa
Memberi ajaran supaya bisa
Agar berguna untuk kemajuan bangsa

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa
Hadirmu ibarat teropong lensa
Mengajarku dengan setulus rasa
Berharap kelak hidup sentosa

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa
Kau mendorongku penuh kuasa
Memberi semangat setinggi angkasa
Namun dengan kesantunan bahasa

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa
Pengabdianmu tulus untuk anak nusa
Kan terkenang sepanjang masa
Tak terhapus walau berganti warsa.

Karya: Putu Surya Nata

8. Pembimbing Insan Terhebat

Engkau pembimbing terhebat
Diamanatkan dengan kasih sayang
Ilmu yang engkau tuang
Tiada terkira nilai besarnya

Pengetahuan yang kau ajarkan
Membukakanku pintu dunia
Berkarya dan berkembang
Mimpiku tak lagi sebatas angan

Dengan sabar kau membimbing
Tak pernah letih memberi
Penuh semangat dan inspirasi
Mendidikku menjadi lebih baik

Kau takkan tergantikan
Sebagai sosok teladan
Oh.. guruku yang hebat
Hati ini kan selalu terkesan

Karya: Ari Wulandari

9. Wahai Guruku Idolaku

Wahai guruku idolaku
Dengan setumpuk buku
Kau ajarkan diriku
Tentang dunia berliku

Dengan semangat berjibaku
Kau mengasah bakatku
Yang lama diam terpaku
Dan terpendam membeku

Wahai guruku idolaku
Kasihmu sehangat tungku
Sayangmu lembut tiada kaku
Tak pandang perbedaan suku

Ingin ku tiru setiap perilaku
Dari rambut ke ujung kuku
Yang tersirat pada guruku
Insan pendidik jadi pemangku

Karya: Putu Surya Nata

10. Guru, Sang Pembangun Peradaban

Guru, kau sumber wiyata
Pembentuk karakter siswa
Mendidik masa depan
Membangun peradaban manusia

Kau pemberi inspirasi kreatif
Membuka wawasan imajinatif
Sang pahlawan tanpa tanda jasa
Menuntun jalan kebenaran

Guru, sang pembangun harapan
Mengajarkan nilai-nilai mulia
Menyemai benih-benih kebaikan
Membuat generasi berbudaya

Guru, kau laksana pelita
Menerangi jalan kehidupan
Memupuk semangat juang
Menjadi teladan dalam masyarakat

Karya: Ari Wulandari

Lihat Juga : Contoh Pidato Persuasif

11. Syair Terpuji Untuk Guru Ngaji

Di bawah tiang-tiang agama
Kau didik muridmu dengan seksama
Melantunkan ayat indah berirama
Agar paham hakikat dan norma

Kau ajarkan sholat dan mengaji
Agar terwujud insan-insan terpuji
Meski tiada imbalan ataupun gaji
Kau setia menunaikan janji

Kau panutan dalam akhlak
Memberi tutur secara bijak
Jadi penyuluh di setiap jejak
Agar santrimu berdiri tegak

Terima kasih guru yang mulia
Memberiku ilmu seindah dahlia
Wawasan agama bak karunia
Supaya bisa menapaki dunia

12. Terima Kasih Guruku Bijak

Terima kasih guruku yang bijak
Kau memanduku jejak demi jejak
Menjadi tumpuanku untuk berpijak
Dalam liku dunia yang penuh gejolak

Terima kasih guruku yang bijak
Kau asah jiwaku dan juga otak
Agar sikapku pandai bertindak
Dalam hidup yang sulit ditebak

Terima kasih guruku yang bijak
Kau beriku semangat tuk bergerak
Mendorongku tuk kuat menanjak
Agar masa depanku bersinar kelak

Terima kasih guruku yang bijak
Ku sampaikan lewat goresan sajak
Mohon diterima, jangan ditolak
Tanda hormatku yang teguh tegak

Karya: Putu Surya Nata

13. Guruku Cantik Penuh Pesona

Guru kami, bidadari sejati
Pesonanya tak akan terganti
Cantik, indah terpatri
Selalu menyejukkan dalam hati

Senyumannya sungguh menawan
Tersirat kelembutan jiwa
Mengajar dengan sabar
Menjadi insan yang teladan

Setiap tatapan seakan terpikat
Kecantikannya memukau sukma
Memberi didikan yang hebat
Bagaikan bintang yang melesat

Oh ibu guru, pujaan sejati
Tak akan pernah terganti
Doa kami selalu menyertai
Sehat bahagia hari ke hari

Karya: Ari Wulandari

14. Melati Cantik Itu, Ibu Guruku

Pagi indah berhiaskan hujan rintik
Datang pendidik berwajah karismatik
Matanya teduh penuh aura simpatik
Jemarinya lembut terasa halus nan lentik

Oh, dialah ibu guruku yang cantik
Pesonanya terpancar begitu otentik
Tutur bahasanya tertata kode etik
Menjadi panutan penuh karakteristik

Ya, dialah ibu guruku yang estetik
Kepintarannya jadi daya pemantik
Gaya ajarnya menarik bak magnetik
Tapi tegas bagai pejuang patriotik

Memang dialah guruku yang eksotik
Memberi teori dan juga ilmu praktik
Membimbing dengan sejuta taktik
Secara terbuka dan tak anti kritik

Karya: Putu Surya Nata

15. Guru Sang Fajar Kehidupan

Menyuluh terang dalam kegelapan
Membuka jalan di persimpangan
Memberi asa pada keputusan
Dialah sang fajar untuk kehidupan

Dialah guruku, penata masa depan
Dialah guruku, sang pelita harapan
Mendidik dengan penuh ketegasan
Membimbing dengan aura kelembutan

Sederhana dalam penampilan
Namun tetap menarik perhatian
Sopan santun untuk setiap ucapan
Jadi teladan pada semua tindakan

Dialah guruku yang menjadi panutan
Dialah insan pembawa kemajuan
Meski tak ingin disebut pahlawan
Tapi, dialah agen pengukir peradaban

Karya: Putu Surya Nata

16. Guru Cahaya Hidupku

Penerang jiwa, pengajar handal
Menghadirkan cahaya di dalam kegelapan
Guru terbaik, sang pemberi pelita
Membuka jalan menuju ilmu yang benar

Mendidik insan, dari hati dan akal
Mengajarkan nilai, menjunjung moral
Memberi inspirasi, membimbing langkah
Menyulam harapan di dalam jiwa

Guru yang sabar, tersenyum ramah
Menjaga amanah, amanat kejujuran
Mencintai ilmu dengan segenap rasa
Menyemai budi untuk setiap insan

Guru yang penuh kasih sayang
Membangun karakter kepribadian
Menjadi teman, dalam setiap langkah
Mendidik insan, menuju masa depan

Karya: Ari Wulandari

17. Guruku Yang Mulia

Guruku yang mulia
Pahlawan insan cendekia
Menuntunku tuk mengenal dunia
Membimbingku tulus sedari belia

Guruku nan mulia
Kasihmu ikhlas seindah dahlia
Senyummu teduh memberi ceria
Panutan hidupku seumur usia

Guruku yang mulia
Memberiku ilmu bak karunia
Inspirasi nyata tuk jadi manusia
Agar masa depanku tak sia-sia

Guruku nan mulia
Selalu mengasuh dengan setia
Melayani murid dengan sedia
Semoga sehat, selalu bahagia

Karya: Putu Surya Nata

18. Guruku

Guru….
kaulah pendidik ku
kaulah pengajar ku
kaulah pembimbing ku
serta orang tua ku di sekolah

kau yang selalu mengajarkan kami akan ilmu
menulis,membaca,bermain,serta berhitung
kau tidak pernah lelah
kau tidak pernah mengeluh
tetapi kau selalu mengajarkan kami dengan kesabaran..

Guru…
kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
kaulah pelita penerang dalam gulita
jasa mu tiada tara…
mengajar hingga kami kelak berguna bagi masa depan kami

Guru….
Terima kasih atas segala jasamu
tanpa mu kami tidak tahu akan ilmu
kami tidak tahu menulis,berhitung,dan membaca,
terima kasih guru guruku

19. Pembuka Gerbang Dunia

Dulu aku bodoh
Dulu aku sama sekali tak tahu apa-apa
Aku tak tahu cara baca tulis
Aku juga begitu bodoh untuk dapat menghitung

Semuanya berubah saat aku mengenalmu
Kau yang sering kali kusepelekan dengan sabar membimbingku
Kau ajarkan aku baca tulis
Kau tularkan sebundel ilmu hitungan

Kau begitu sabar
Kau begitu teliti dan cekatan mengajari dan membimbingku
Nggak jarang aku putus asa dan malas dalam belajar
Namun, kau mampu membuka gerbang semangatku kembali

Aku tak tahu jika orang seperti mu tidak terlahir di dunia
Akan jadi apakah aku jika orang seperti mu tidak ada
Orang yang membuka jalan menuju masa depa
Orang pembuka gerbang dunia untukku

Oleh : Anonimous

20. Guruku Yang Mulia

Guruku….
Engkau laksana rembulan yang memiliki cahaya yang sangat terang.
Engkau bak matahari yang menyinari bumi sepanjang zaman.
Engkau ibarat malaikat yang membimbing manusia ke jalan yang benar.

Guruku…

Engkau korbankan waktumu untuk mendidik dan mengajar kami.
Tutur kata dan bahasamu yang lembut,membuat kami merasa nyaman di kala engkau sedang mengajar.

Guruku….

Maafkanlah semua perkataan dan perbuatan kami yang mungkin telah mengiris dan mencabik-cabik hatimu.

Guruku….
Kami murid mu selalu mendoakan agar engkau sehat dan di setiap langka mu di sertai Allah SWT
amin.

Oleh : Yuli memar pratiwi

Lihat Juga : Contoh Teks Eksplanasi

21. Pahlawanku Yang Terbaik

Sinaran sang mentari …
Tanda tuk memulai hari -harimu…
Tak ada kata lelah dari dirimu…
Kata semangat yang kau ingatkan kepadaku…

Guruku…
Jasa -jasamu yang aku ingat,
saat aku berputus asa..
Perjuangan besarmu yang aku kagumi…
Kesabaranmu yang menjadi ciri khas mu…

Ohh…guruku…
Senyum semangat mu…
Amarah mu…
Kesabaranmu…
Yang menjadi tanda kedatanganmu…

Ilmu mu…
Yang telah kau berikan kepada semua anak didikmu…
Semoga akan bermanfaat untuk semua orang…
terima kasih guruku …
jasamu akan aku kenang selalu…

Oleh : Nadia Ayu Purwita Sari

22. Dari Muridmu

Tergurat di hatiku celoteh
yang membosankan
Perihal disiplin, tertib, kesopanan
Demi kami dan untuk kami
Dengan harapan kelak kami mengerti

Risau melanda bila kau ada
Bahagia seisi hati bila kau tak di sisi
Pikiran kami terbalik sejak mengenalmu
Sebab kami telah meremehkan sekepal ilmu

Mari, lumat habis kebodohan kami!
Genggam erat sekarung ilmu yang ingin kau beri
Lalu taburkan di lahan jiwa kami!
Tak lupa, siramilah kami dengan pancuran kasih dari hati

Barangkali dokter, menteri, dan polisi
Itulah buah ajarmu yang kau nanti
Jangan sungkan bila engkau mau mengajarkan
Sungguh, cukup ilmu sejati dan akhlak terpuji
untuk kami.

Oleh : ananda insadani

23. Terima Kasih Atas Jasamu

Guruku 
Kaulah pembimbing ku
Kaulah penuntun ku
Kaulah pendidik ku 

Guruku 
Itulah julukan dirimu…
Yang tidak pernah bosan dalam
Mengajari serta membimbingku

Guruku
Tanpa diri mu aku bakal hilang arah
Tanpa diri mu aku bakal sengsara
Tanpa diri mu aku bakal terpenjara 

Guruku
Terima kasih Atas segala jasa-jasa mu
Terima kasih Atas kesabaranmu

24. Selamat Hari Guru

Kami datang untuk tahu
Engkau memberi kami ilmu
Kami datang dengan angan
Engkau memberi kami masa depan

Segala yang kau lakukan
Tanpa mengharap suatu imbalan

Engkau berikan penerangan dalam hidupku
Engkau luruskan tujuanku

Terima kasih atas semua pengorbananmu
Terima kasih atas semua jasamu

25. Guru Yang Terluka

Tak kusangka jadi begini
Ku terluka di dalam hati
Setelah berjuang selama ini
Kau tetap berpaling dari sisi 

Guru, kau dulu segalanya
Teladan, inspirasi dan harapan
Kini kau tak lagi hadir
Meninggalkan luka yang tak tertahan 

Ku mencoba tuk memahami
Apa yang kau alami
Namun rasa sakit yang terpendam
Tak bisa ku sembunyikan 

Mungkin aku tak bisa mengubah
Yang terjadi pada dirimu
Namun, tahuilah guru tersayang
Kau masih selalu ada di hatiku

26. Guruku

Dengan letih kau mengajariku
Dengan sabar kau mengajariku
Dengan hati kau mengajariku
Dengan senyum kau mengajariku

Arti dari sebuah rasa ikhlas
Arti dari sebuah rasa tulus
Itulah definisi dari dirimu
Guru terbaikku

Kau ajarkan semua hal baru
Membaca
Menulis
Bercerita
Hingga aku pandai dalam mengeja

Guruku,
Kaulah manusia yang kudoakan setelah orang tuaku
Penuh kasih sayang kau berikan padaku
Terima kasih atas dedikasimu
Semoga engkau sehat selalu

Oleh : Asty Kusumadewi

27. Pena Sang Guru

Pena guruku
Tak pernah bosan menari-nari di diriku
Menuliskan banyak warna di jiwaku
Coretan lembut, hangat menyentuh kalbuku

Pena guruku hebat
Karena penanya aku tak telat
Tugas-tugasku tak lambat
Walau panas matahari menyengat hingga hujan lebat

Pena guruku sangat mengagumkan
Aku pun terbuai angan
Dunia akan kuguncangkan
Menuju sebuah pencapaian

Kuingin penaku seperti miliknya
Menggoreskan, melukiskan dan mewarnai anak bangsa
Hasil penamu tak kunjung penuh makna
Kaulah sang penaku yang berjuang sepenuh jiwa

Oleh : Messina, S.Pd

28. Sang Pengabdi

Setiap pagi kau susuri jalan berdebu
Berpacu waktu demi waktu
Tak hirau deru kendaraan lengkingan knalpot
Tak hirau dingin memagut
Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya
Wajah-wajah lugu hauskan ilmu
Menari-nari di pelupuk mata menunggu
Untaian kata demi kata terucap seribu makna
Untaian kata demi kata terucap penyejuk jiwa

Ruang persegi jadi saksi bisu pengabdianmu
Menyaksikan tingkah polah sang penerus
Canda tawa penghangat suasana
Hening sepi berkutat dengan soal
Lengking suara kala adu argumen

Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
Entah berapa tinta tergores di papan putih
Entah berapa lisan terucap sarat makna
Entah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksi
Entah berapa ajaran budi kau tanamkan

Waktu demi waktu dijalani hanya demi mengabdi 
Berserah diri mengharap kasih ilahi
Ilmu kau beri harapkan berarti
Satu persatu sang penerus silih berganti
Tumbuh menjadi tunas-tunas negeri
Kau tetap di sini setia mengabdi
Sampai masakan berakhir nanti

Oleh : zaniza

29. Tombak Keberhasilanku

Pena menari di atas kertasku
Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan
Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan
Menuntunku menuju jalan kesuksesan
Walau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmu

Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku
Mengajariku hal-hal baru
Dengan sabar kau membimbingku
Walau sikap nakalku kadang mengganggumu

Sungguh besar pengabdianmu
Untuk mencerdaskan generasi mudamu
Terima kasih kuucapkan untukmu
Guruku
Kau adalah orang tua keduaku

Kan kukenang selalu jasamu
Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu
Semoga selalu bahagia hidupmu
Kebaikan akan selalu menyertaimu

Oleh : Amanda Nurdjanah D

Lihat Juga : Contoh Pantun Nasehat

Penutup,

Itulah contoh puisi tentang guru yang masing-masing berjumlah 4 bait. Beberapa puisi di atas akan memberikan kesan haru dan menyentuh hati bagi para pembacanya. Sajak-sajak puisi guru yang telah ditulis tersebut memiliki makna mendalam, sungguh indah sekali ketika dibaca. Tentu kita dapat membaca puisi tersebut untuk menghormati jasa para guru yang telah mendidik dan mengajarkan beragam ilmu pengetahuan kepada kita semua.

Dari contoh di atas diharapkan dapat dijadikan referensi untuk tugas sekolah maupun kuliah. Selain itu, Anda juga jangan bosan untuk belajar menulis atau mengarang puisi Anda sendiri. Semoga kedepannya kami juga dapat menghadirkan kumpulan puisi dalam berbagai tema. Terima kasih.

Apa bedanya bait dan baris dalam Puisi?

Bait adalah bagian dari sebuah puisi yang terdiri dari beberapa baris. Biasanya, berjumlah antara 2 hingga 8 baris, tergantung pada jenis puisi. sedangkan Baris merupakan sekumpulan kata yang terpisah dengan baris lainnya dan tiap baris mengandung makna tersendiri. Jumlah suku kata dalam setiap baris di antara 8 hingga 10.

Kapan Puisi tentang Guru dibacakan?

Biasanya dibacakan ketika lomba, memperingati hari guru dan saat acara wisuda sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan atas bimbingan mereka.

Bagaimana cara membuat Puisi sendiri?

Tentukan tema dan kata kunci terlebih dahulu, gunakan gaya bahasa, rima dan diksi serta kembangkan puisi sebagus mungkin.

Apa fungsi Puisi?

Puisi berfungsi untuk mengungkapkan perasaan, kritik dan keresahan serta memberikan motivasi dan kesenangan.


Penulis : Asiyatul Ulfiyah | Editor : Rudi Dian Arifin, Wahyu Setia Bintara

Asiyatul Ulfiyah

Asiyatul Ulfiyah adalah penulis artikel di web dianisa.com. Saya memiliki minat dalam bidang sosial media, content creator, dan content writer. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk bidang yang lain yang dapat meningkatkan kemampuan saya.

Discussion | 0 Comments

*Komentar Anda akan muncul setelah disetujui

  1. 10 Cara Membuka File PDF di HP Android

    Berikut beberapa cara membuka file PDF di HP Android yang dapat Anda simak dan coba ikuti!
  2. Ukuran ID Card dan Name Tag Sesuai Standar Indonesia dan Internasional, Terbaru!

    Ketahui ukuran ID Card dan Name Tag standar Indonesia dan Internasional melalui ulasan berikut ini!
  3. 33 Font Tegak Bersambung Keren, Aesthetic, dan Gratis!

    Berikut kumpulan font tegak bersambung aesthetic yang bisa Anda unduh dan install di PC / laptop…