Loading...


Dianisa is a simple yet feature-rich blog designed to share insights, stories, and ideas with a modern touch.
Loading...


Dianisa is a simple yet feature-rich blog designed to share insights, stories, and ideas with a modern touch.
Loading...
Minggu, 18 Mar 2018 20:35 WIB
Dianisa.com – Daftar Smarphone Android Terbaik Versi Benchmark Antutu. Diantara para pengguna smartphone android, pasti sudah tidak asing dengan salah satu aplikasi besutan AnTuTu, yups… AnTuTu Benchmark, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengecek spesifikasi serta performa kerja dari smartphone android kita. Baca Juga : Menakjubkan, Smartphone Dengan Daya Tahan Batarai Sampai 40 Hari! Murah […]

Dianisa.com – Daftar Smarphone Android Terbaik Versi Benchmark Antutu. Diantara para pengguna smartphone android, pasti sudah tidak asing dengan salah satu aplikasi besutan AnTuTu, yups… AnTuTu Benchmark, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengecek spesifikasi serta performa kerja dari smartphone android kita.
Baca Juga :
Nah.. baru baru ini, AnTuTu mempubikasikan daftar berisi 10 smartphone android tercepat untuk bulan januari 2018. Daftar hasil yang telah didapat dikompilasi dari bentuk data benchmark yang masuk ke AnTuTu ini, merupakan rilis pertama sejak aplikasi AnTuTu diperbarui dari veris 6.3.6 menjadi 7.0.1 dengan antar muka.

Sumber Image : Benchmark Antutu
Pada diagram diatas terlihat diposisi pertama diduduki oleh Huawei Mate 10 Pro degan skor total sebesar 214.580. lalu disusul dengan Huawei mate 10, kemudian ada Honor V10 menyusul pada nomor 3, dan seterusnya. Smartphone OnePlus 5 menjadi smartphone berbasis processor Snapdragon 835 pertama yang masuk kedalam urutan keempat dengan skor 211.292 poin, disusul dengan android smartphone One Plus 5T dengan skor 210.134 poin.
Ponsel lain yang menyusul masuk kedalam daftar 10 smartphone android smartphone tercepat adalah ZTE Nubia Z17, Xiaomi Mi 6, Xiaomi Mi Mix 2, serta Samsung Galaxy Note 8 dan Galaxy S8 Plus.

Sumber Image : Geekbuying
Diantara kalian pasti bertanya tanya, bagaiamana bisa smartphone Huawei Mate 10 Pro, bisa bertengger pada posisi pertama mungkin karena spesifikasi yang sangat kuat dan Untuk spesifikasi dari pemenang urutan pertama yaitu Huawei Mate 10 Pro adalah sebagai berikut :
| Jaringan | Teknologi | GSM/HSPA/LTE |
|---|---|---|
| Body | ||
| Dimensi | 154.2 x 74.5 x 7.9 mm (6.07 x 2.93 x 0.31 in) | |
| Berat | 178 gram | |
| SIM | Single SIM (Nano-SIM) or Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
– IP67 certified – dust and water resistant – Water resistant up to 1 meter and 20 minutes |
|
| Display | ||
| Tipe | AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors | |
| Resolusi | 1080 x 2160 pixels, 18:9 ratio (~402 ppi density) | |
| Size | 6.0 inches, 92.9 cm2 (~80.9% screen-to-body ratio) | |
| Proteksi | Corning Gorilla Glass (unspecified version)
– HDR10 compliant – EMUI 8.0 |
|
| Platform | ||
| OS | Android 8.0 (Oreo) | |
| Chipset | HiSilicon Kirin 970 | |
| CPU | Octa-core (4×2.4 GHz Cortex-A73 & 4×1.8 GHz Cortex-A53) | |
| GPU | Mali-G72 MP12 | |
| Memori | ||
| Internal | 128 GB, 6 GB RAM or 64 GB, 4 GB RAM | |
| Eksternal | Tidak di dukung memori eksternal | |
| Kamera | ||
| Belakang | Dual: 12 MP (f/1.6, 27mm, OIS) +20 MP (f/1.6, 27mm), 2x lossless zoom, Leica optics, phase detection & laser autofocus, dual-LED dual-tone flash, check quality | |
| Depan | 8 MP, f/2.0 | |
| Fitur Pendukung | ||
| Sensor | Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, barometer, compass | |
| Browser | HTML5
– Fast battery charging 4.5V/5A (58% in 20 min) – DivX/XviD/MP4/H.265/WMV player – MP3/eAAC+/WMA/WAV/FLAC player |
Itulah spesifikasi dari Huawei Mate 10 Pro, Dengan spesifikasi diatas, tentu tak heran Huawei mate 10 Pro berhasil mendapat posisi pertama untuk kategori Android smartphone tercepat versi AnTuTu.
Ternyata tahun depan kita bakal kedatangan kejutan baru dari dunia Stranger Things! 🔮Siap-siap, karena sebuah serial animasi science fiction resmi dari semesta Stranger Things akan hadir. Berjudul Stranger Things: Tales from ’85, yang menjadi spin-off langsung dari versi live-actionnya. Serial ini membawa vibe retro ala tahun 80-an dengan sentuhan supernatural khas Hawkins, namun lewat format animasi yang lebih segar dan penuh warna.
Ceritanya tetap menyatu dengan dunia Stranger Things, menampilkan petualangan baru, karakter ikonik, dan ancaman misterius dari Upside Down dikemas dengan gaya visual yang ramah untuk semua usia, tapi tetap tetap punya nuansa eerie yang kita kenal.
Video dokumenter dari Mediastorm ini mengungkap krisis mendalam di industri kreatif akibat percepatan teknologi AI, terutama dalam pembuatan video dan efek visual (VFX). Video ini membandingkan kerja keras manusia selama setahun untuk membuat video musik "Galaxy Train" bagi band rock yang vokalisnya sedang sakit dengan kemampuan AI generasi terbaru.
Tim produksi mengalami frustrasi ketika menyadari bahwa kemampuan mereka untuk membuat VFX secara manual, yang dipelajari selama bertahun-tahun, menjadi "tidak bernilai" di hadapan AI yang dapat menghasilkan adegan yang setara dalam waktu singkat.
Dilema yang ditimbulkan adalah: Jika upaya dan waktu yang besar semakin tidak efisien dibandingkan AI, apa makna dari kerja keras dan keahlian tradisional?
Video tersebut menyimpulkan bahwa makna dan nilai sejati manusia bukan lagi terletak pada hasil (produk akhir yang bisa digantikan AI), melainkan pada proses dan pengalaman — yaitu interaksi, emosi, dan ikatan yang terbentuk selama proses penciptaan.
Ini menyoroti bahwa "pengalaman membentuk setiap jiwa yang unik" dan menjadi benteng terakhir yang tidak dapat ditiru oleh AI