20+ Quotes R.A Kartini Terinspiratif Untuk Generasi Milenial

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat ( R.A Kartini ) lahir di Jepara, 21 April 1879 Jawa Tengah. Beliau adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia yang berjuang keras dalam membela rakyat Indonesia di masa penjajahan. Kerja keras dan kemuliaan beliau di era penjajahan telah dipersembahkan sebuah lagu “Wahai ibu kita kartini puteri yang mulia, sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia” itulah potongan lagu yang sudah dikenal dan dikenang oleh masyarakat.

Di masa penjajahan, kaum wanita memang tidak dihargai dan direndahkan martabatnya, untuk tidak mendapatkan pendidikan melainkan hanya menjalankan tugas di rumah. Oleh karena sosok Kartini terjun dan rela berjuang untuk membela hak dan martabat wanita agar tidak ditindas.

Martabat wanita harus sejajar dengan pria dari sebuah gerakan perjuangannya. Kecerdasan dan keberanian R.A Kartini telah memberikan arti yang sangat besar untuk kaum wanita sampai saat ini. 

Sosok Inspiratif R.A Kartini

Perjuangan dan perjalanan hidup R.A Kartini telah ditulis dengan penuh inspirasi. Seperti tulisan Sitisoemandari Soeroto dalam bukunya yang berjudul ‘Kartini’, kemudian tulisan kepada sahabat – sahabatnya yang telah dirangkum oleh Armijn Pane dalam sebuah buku yang berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Semoga jasa – jasa beliau akan tetap terkenang sepanjang masa terutama untuk semua kaum wanita di Indonesia, agar mau berjuang dengan penuh keberanian dan tidak direndahkan martabatnya.

Kita bisa memetik beberapa kutipan bijak dari R.A Kartini yang penuh inspirasi disini!

Baca Juga : 45+ Quotes Inspiratif Ir. Soekarno, Perjuangan, Kehidupan, & Cinta

Quotes, Kata Kata Motivasi R.A Kartini

Kata Kata R.A Kartini Tentang Pendidikan

“Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.” – R.A Kartini

“Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.” – R.A Kartini

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.” – R.A Kartini

“Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.” – R.A Kartini

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu–satunya hal yang benar–benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” – R.A Kartini

“Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.” – R.A Kartini

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.” – R.A Kartini

“Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” – R.A Kartini

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.” – R.A Kartini

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” – R.A Kartini

“Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.”– R.A Kartini

“Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?” – R.A Kartini

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” R.A Kartini

“Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.” – R.A Kartini

Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama.” – R.A Kartini

Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.” – R.A Kartini

Habis gelap terbitlah terang.” – R.A Kartini

Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.” – R.A Kartini

Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. tiada mendendam, itulah bahagia.” – R.A Kartini

“Bukanlah laki-laki yang hendak kami lawanni melainkan pendapat kolot dan adat uang.” – R.A Kartini

“Sekolah – sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih – lebih dari rumahah kekuatan mendidik itu harus berasal.” – R.A Kartini

Show All Comments (0)