Loading...


Dianisa is a simple yet feature-rich blog designed to share insights, stories, and ideas with a modern touch.
Loading...


Dianisa is a simple yet feature-rich blog designed to share insights, stories, and ideas with a modern touch.
Loading...
Jumat, 29 Sep 2023 08:12 WIB
Berikut lirik lagu Darkest Hour dari Astrid S dan Keisya Levronka yang hits sampai saat ini

I know the second that you call me
Saying you need to be alone tonight
I know you’re deep down and you’re crawling
not going anywhere, so why u trying
To push me away you’re stupid to think that I would leave ya
(You know I could never leave ya)
If I could get in your head I would make you see the way I see ya
(Make you see the way I see ya)
Hand on my heart, I’d die for you
Nobody can love you in the way I do
And when you hurt, I’m hurting too
In your darkest hour I’ll be there for you
Saat semua kau rasa sirna
Ku kan ada untukmu tanpa ragu
Tak perlu kau tanya mengapa
Takdir t’lah memilihku untukmu
Kau salah bila berpikir kita akan berpisah
(You know I could never leave ya)
Bayangkan jika kau dapat rasakan apa yang kurasa
(You know I could never leave ya)
Hand on my heart, I’d die for you
Nobody can love you in the way I do
And when you hurt, I’m hurting too
In your darkest hour I’ll be there for you
Penulis: Yunita Setiyaningsih | Editor: Rudi Dian Arifin
Ternyata tahun depan kita bakal kedatangan kejutan baru dari dunia Stranger Things! 🔮Siap-siap, karena sebuah serial animasi science fiction resmi dari semesta Stranger Things akan hadir. Berjudul Stranger Things: Tales from ’85, yang menjadi spin-off langsung dari versi live-actionnya. Serial ini membawa vibe retro ala tahun 80-an dengan sentuhan supernatural khas Hawkins, namun lewat format animasi yang lebih segar dan penuh warna.
Ceritanya tetap menyatu dengan dunia Stranger Things, menampilkan petualangan baru, karakter ikonik, dan ancaman misterius dari Upside Down dikemas dengan gaya visual yang ramah untuk semua usia, tapi tetap tetap punya nuansa eerie yang kita kenal.
Video dokumenter dari Mediastorm ini mengungkap krisis mendalam di industri kreatif akibat percepatan teknologi AI, terutama dalam pembuatan video dan efek visual (VFX). Video ini membandingkan kerja keras manusia selama setahun untuk membuat video musik "Galaxy Train" bagi band rock yang vokalisnya sedang sakit dengan kemampuan AI generasi terbaru.
Tim produksi mengalami frustrasi ketika menyadari bahwa kemampuan mereka untuk membuat VFX secara manual, yang dipelajari selama bertahun-tahun, menjadi "tidak bernilai" di hadapan AI yang dapat menghasilkan adegan yang setara dalam waktu singkat.
Dilema yang ditimbulkan adalah: Jika upaya dan waktu yang besar semakin tidak efisien dibandingkan AI, apa makna dari kerja keras dan keahlian tradisional?
Video tersebut menyimpulkan bahwa makna dan nilai sejati manusia bukan lagi terletak pada hasil (produk akhir yang bisa digantikan AI), melainkan pada proses dan pengalaman — yaitu interaksi, emosi, dan ikatan yang terbentuk selama proses penciptaan.
Ini menyoroti bahwa "pengalaman membentuk setiap jiwa yang unik" dan menjadi benteng terakhir yang tidak dapat ditiru oleh AI