Apa bedanya PLA, PLA+, dan Tough PLA untuk hasil cetak 3D?
Meski sama-sama berbasis polilaktat yang ramah lingkungan, ketiganya punya performa fisik yang jauh berbeda.
Image credit: Dianisa.com
PLA standar cocok untuk produk estetis yang tidak menahan beban, PLA+ hadir dengan tambahan aditif agar daya rekat antarlapisan lebih kuat dan tidak mudah patah, sedangkan Tough PLA dirancang khusus mendekati ketahanan mekanis plastik ABS tanpa kerumitan proses cetaknya.
Perbedaan utama yang perlu kamu tahu sebelum memilih filamen:
Tingkat ketahanan benturan: Tough PLA hingga 9 kali lebih tahan benturan dibanding PLA standar.
Kemudahan cetak: Ketiganya sama-sama mudah dicetak tanpa perlu enclosure khusus pada printer 3D.
Suhu pencetakan: PLA biasa cukup di suhu 190–210 °C, sementara PLA+ dan Tough PLA membutuhkan suhu sedikit lebih tinggi, sekitar 210–230 °C.
Rekomendasi penggunaan: Gunakan PLA untuk figur pajangan, PLA+ untuk fungsional harian, dan Tough PLA untuk komponen mekanis atau perkakas.