Neuralink bersama xAI memanfaatkan teknologi brain-computer interface (BCI) dan model kecerdasan buatan (AI) Grok Voice dalam uji klinis bertajuk uji coba VOICE.
Program ini dirancang untuk membantu individu yang kehilangan kemampuan berbicara, seperti pasien bernama Terry, agar dapat kembali berkomunikasi secara langsung.
Sistem ini bekerja dengan menerjemahkan impuls serta aktivitas saraf otak secara presisi menjadi ucapan audio bersuara alami.
Hal paling menarik dari uji coba ini adalah proses pelatihan algoritmanya yang sangat personal dan intuitif. Terry cukup menirukan gerakan mulut saat berbicara (miming speech), lalu beralih hanya dengan membayangkan atau memikirkan kata-kata yang ingin diucapkan di dalam hatinya.
Sistem yang didukung Grok Voice kemudian memproses sinyal otak tersebut dan mengeluarkan luaran suara yang persis dengan nada suara aslinya sebelum kehilangan kemampuan berbicara.