Vivaldi secara tegas mengambil sikap untuk tidak mengikuti tren integrasi asisten AI generatif yang kini marak dilakukan oleh perusahaan teknologi besar.
CEO Vivaldi, Jon von Tetzchner, menekankan bahwa peramban seharusnya menjadi alat untuk mengeksplorasi ide dan membuat keputusan sendiri, bukan membiarkan AI memfilter apa yang dilihat oleh pengguna.
Vivaldi memilih untuk fokus menggunakan sumber daya teknis mereka pada stabilitas dan fitur-fitur yang benar-benar diminta oleh pengguna, daripada mengembangkan asisten AI yang berisiko memberikan informasi tidak akurat.
Poin penting dari pernyataan Vivaldi