SVG Arena: Tantangan baru bagi AI untuk membuktikan kemampuan menggambar lewat kode.
Baru-baru ini diperkenalkan SVG Arena, sebuah platform eksperimental yang dirancang khusus untuk menguji kemampuan model bahasa besar (LLM) dalam menghasilkan gambar berbasis kode XML atau Scalable Vector Graphics (SVG).
Meskipun model AI saat ini sangat canggih dalam mengolah teks, ternyata menggambar objek presisi melalui koordinat geometri tetap menjadi tantangan besar yang sering kali membuahkan hasil yang menggelitik.
Berikut adalah poin-poin menarik mengenai SVG Arena:
- Uji Coba Geometri Kompleks: Menguji sejauh mana LLM mampu memahami instruksi visual yang diterjemahkan ke dalam baris kode XML untuk membentuk geometri yang akurat.
- Kasus "Pelican on a Bicycle": Sebagai contoh tingkat kesulitan, banyak model AI ternama yang masih gagal total saat diminta menggambar "burung pelikan di atas sepeda" menggunakan format SVG.
- Leaderboard Segera Hadir: Platform ini akan segera merilis papan peringkat (leaderboard) untuk menentukan model AI mana yang paling jago dalam urusan desain berbasis teks.
- Fokus pada Presisi: Berbeda dengan AI gambar biasa (seperti DALL-E), tantangan SVG menuntut pemahaman struktural dan logika koordinat yang sangat ketat.
Kehadiran SVG Arena menjadi tolok ukur baru bagi pengembang AI untuk membuktikan bahwa model mereka tidak hanya pintar merangkai kata, tetapi juga memiliki "logika spasial" yang mumpuni dalam dunia grafis vektor.