Trailer resmi film biopik 'MICHAEL' telah dirilis. Dibintangi Jaafar Jackson, film ini mengungkap perjalanan karier dan sisi manusiawi sang King...

Michael - 2026 (Image credit: Lionsgate)
Lionsgate dan Universal Pictures baru saja menghentak dunia hiburan dengan merilis trailer perdana film biopik yang paling dinantikan, Michael. Film yang mengangkat perjalanan hidup sang King of Pop ini dijadwalkan akan tayang secara global di jaringan bioskop dan layar IMAX mulai 24 April 2026. Sejak cuplikan pertamanya muncul, publik langsung terpukau dengan tingkat kemiripan visual dan atmosfer yang dihadirkan.
Proyek ini tidak hanya sekadar merangkum daftar lagu hits Michael Jackson, tetapi juga berusaha menggali lebih dalam sisi manusiawi yang selama ini tertutup oleh gemerlap panggung. Melalui narasi yang emosional, penonton akan dibawa menyaksikan bagaimana seorang anak kecil berbakat dari Gary, Indiana, bertransformasi menjadi fenomena budaya dunia yang tak tertandingi namun penuh dengan tekanan luar biasa.
Alur cerita film ini mencakup rentang waktu yang sangat luas, mulai dari era Jackson 5 di tahun 1960-an hingga hari-hari terakhir Michael Jackson sebelum kematiannya pada 2009. Sutradara Antoine Fuqua memastikan bahwa transisi setiap era, mulai dari kepolosan masa kecil hingga ambisi besar di album Thriller, digambarkan dengan sangat detail. Penonton akan melihat bagaimana Michael berjuang menyeimbangkan kehidupan pribadinya dengan ekspektasi publik yang begitu besar.
Selain kesuksesan musikal, film ini dikabarkan tidak akan menghindari bagian-bagian sulit dalam hidup Michael, termasuk kontroversi dan tekanan media yang terus menghantuinya. Naskah yang ditulis oleh John Logan bertujuan untuk memberikan sudut pandang yang objektif, tanpa melupakan rasa hormat terhadap warisan seni yang telah ditinggalkan Michael Jackson bagi industri musik dunia.

Sorotan utama tentu tertuju pada Jaafar Jackson, keponakan kandung Michael, yang dipercaya memerankan sang paman. Pemilihan Jaafar dianggap sebagai keputusan paling tepat karena ia memiliki kemiripan fisik dan vokal yang sangat autentik. Dalam trailer, Jaafar menunjukkan kemampuan menari yang luar biasa, menangkap setiap detail gerakan ikonik Michael yang sulit ditiru oleh aktor lain.
Keluarga Jackson memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan Jaafar, menyebutnya sebagai sosok yang mampu menghidupkan kembali roh Michael di depan kamera. Kehadiran Jaafar memberikan dimensi emosional tersendiri bagi produksi ini, karena ia seolah membawa penonton kembali ke masa keemasan Michael Jackson dengan sentuhan personal yang sangat kental sebagai anggota keluarga.
Produksi film ini didukung oleh aktor-aktor kelas satu yang memberikan kedalaman karakter pada setiap adegannya. Aktor nominator Oscar, Colman Domingo, memerankan sosok Joe Jackson, ayah sekaligus manajer yang sangat disiplin. Sementara itu, aktris Nia Long berperan sebagai Katherine Jackson, ibu Michael yang menjadi sosok pelindung bagi anak-anaknya di tengah hiruk-pikuk popularitas.
Di balik layar, Antoine Fuqua berkolaborasi dengan produser Graham King, yang sebelumnya sukses besar lewat film biopik Bohemian Rhapsody. Dengan anggaran produksi mencapai 155 juta dolar AS, tim produksi memastikan setiap detail, mulai dari kostum panggung yang ikonik hingga koreografi yang melibatkan ribuan penari latar, dikerjakan dengan standar kualitas tertinggi.
Film ini hadir dengan akses penuh ke katalog musik asli Michael Jackson serta reka ulang konser ikonik seperti tur dunia Bad dan Dangerous. Seluruh visual dikemas dengan sinematografi kelas IMAX yang tajam untuk memberikan pengalaman menonton yang megah di layar raksasa. Selain kemegahan panggung, narasinya juga mengungkap sisi emosional dan momen pribadi di balik layar yang jarang diketahui publik secara luas.
Graham King, sebagai salah satu produser kunci di balik film ini, mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini sejak awal pengembangan dimulai. Baginya, Michael Jackson adalah sosok yang lebih besar dari sekadar musik, dan film ini adalah upaya untuk menghargai warisan tersebut dengan cara yang paling terhormat.
"Kami tidak hanya ingin membuat film tentang musiknya, tapi tentang pria di balik musik tersebut. Jaafar Jackson telah melampaui ekspektasi kami dalam membawa jiwa Michael ke layar lebar. Ini adalah penghormatan yang layak bagi seniman terbesar sepanjang masa," ungkap Graham King dalam sebuah wawancara mengenai visi film ini.

Industri film memprediksi bahwa Michael akan menjadi salah satu film biopik musikal tersukses sepanjang sejarah, mengikuti jejak kesuksesan film biopik legenda musik lainnya. Dukungan teknologi IMAX diharapkan mampu menarik minat penonton dari berbagai generasi untuk datang ke bioskop dan merasakan kembali keajaiban yang pernah diciptakan oleh sang bintang.
Dengan rilisnya trailer resmi, diskusi mengenai film ini terus memuncaki tren di berbagai platform media sosial. Para kritikus dan penggemar sepakat bahwa film ini adalah momen yang tepat untuk merayakan kembali karya-karya abadi Michael Jackson sekaligus memahami perjalanan hidupnya yang penuh dengan warna dan tantangan.

Film ini bukan sekadar nostalgia musik, melainkan sebuah penghormatan besar terhadap dedikasi seni yang telah mengubah sejarah pop dunia selamanya. Dengan dukungan teknologi IMAX, setiap detail gerakan ikonik dan dentuman musik akan terasa begitu nyata, memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan kembali atmosfer konser legendaris Michael Jackson secara langsung.
Selain kemegahan teknis, kehadiran Jaafar Jackson membawa emosi yang sangat mendalam karena ia mampu menghidupkan kembali aura autentik sang paman dengan luar biasa. Film ini wajib dinantikan karena menjanjikan sebuah cerita yang jujur dan menyentuh tentang perjuangan, talenta, serta sisi kemanusiaan seorang legenda yang namanya akan terus hidup melintasi waktu.