
Masters of the Universe - (2026), (Image credit: Amazon MGM Studios)
Kabar yang sangat mengejutkan dengan teaser trailer perdana Masters of the Universe. Penantian panjang selama bertahun-tahun akhirnya terbayar tuntas dengan kepastian kembalinya pahlawan legendaris Eternia ke layar lebar melalui skala produksi yang jauh lebih ambisius dan modern.
Antusiasme penggemar seketika memuncak saat melihat Nicholas Galitzine menggenggam Power Sword dalam balutan zirah He-Man yang ikonik. Film ini bukan sekadar daur ulang biasa, melainkan sebuah penghormatan bagi era 80-an yang dikemas dengan sentuhan visual kekinian untuk memikat penonton generasi baru.
Berbeda dengan versi klasiknya, film ini membawa pendekatan cerita yang lebih emosional. Kisahnya berpusat pada Adam, seorang pemuda yang tumbuh di Bumi tanpa menyadari bahwa ia adalah pewaris takhta dari planet asing. Sebuah rahasia besar tentang asal-usulnya mulai terungkap saat ia menemukan kembali pedang sihir yang telah lama hilang.
Perjalanan ini memaksa Adam untuk meninggalkan kehidupannya yang tenang di Bumi dan kembali ke planet asalnya, Eternia. Namun, ia pulang ke dunia yang sudah hancur akibat kekejaman Skeletor. Adam harus berani mengambil tanggung jawab besar dan bertransformasi menjadi He-Man untuk memimpin perlawanan demi menyelamatkan kerajaannya.
Film ini disutradarai oleh Travis Knight, sosok yang sebelumnya mendapat banyak pujian lewat film Bumblebee. Knight punya rekam jejak yang bagus dalam menyeimbangkan adegan aksi seru dengan pengembangan karakter yang emosional. Kehadirannya menjadi jaminan bahwa film ini akan tampil dengan narasi yang berbobot, bukan sekadar menonjolkan pertempuran fisik semata.
Kolaborasi di balik layar semakin solid dengan dukungan naskah dari Chris Butler bersama Aaron dan Adam Nee. Tim kreatif ini fokus membangun dunia fantasi yang kaya akan detail agar penonton bisa merasakan pengalaman petualangan yang menyeluruh. Dengan kombinasi sutradara berbakat dan penulis berpengalaman, Masters of the Universe siap menghadirkan cerita yang lebih segar namun tetap setia pada akar versi aslinya.
"Tujuan saya adalah menciptakan film yang memiliki keseimbangan antara sisi gelap yang menantang dan kehangatan hati di pusat ceritanya. Film ini harus terasa cerdas sekaligus memiliki jiwa yang kuat bagi penontonnya." — Travis Knight, Sutradara.

Film ini menghadirkan kualitas produksi yang sangat ambisius dengan mengombinasikan penggunaan efek praktis serta teknologi CGI terbaru. Langkah ini diambil untuk menghidupkan kemegahan Castle Grayskull agar terasa lebih nyata dan detail bagi penonton. Keunggulan teknis tersebut didukung penuh oleh jajaran pemain kelas atas yang masing-masing membawa karakter ikonik Eternia menjadi lebih hidup dan memiliki bobot cerita yang kuat.

Selain dari sisi visual dan pemeran, daya tarik utama lainnya terletak pada naskah yang menawarkan latar cerita unik. Penonton akan diajak melihat perpaduan antara kehidupan di Bumi dan dunia fantasi Eternia, yang memberikan sudut pandang baru terhadap asal-usul sang pahlawan. Seluruh elemen tersebut kemudian dibalut dengan berbagai adegan aksi kolosal serta koreografi pertarungan yang dirancang matang, menjadikannya tontonan wajib bagi para pencinta genre petualangan fantasi.
Salah satu daya tarik utama film ini terletak pada jajaran pemainnya yang sangat prestisius. Nicholas Galitzine tampil sebagai tokoh utama, didampingi oleh Camila Mendes sebagai Teela yang tangguh. Selain itu, hadir pula Idris Elba sebagai Duncan (Man-At-Arms), sang mentor bijak yang memandu langkah Adam dalam peperangan.
Di sisi lain, publik sangat menantikan aksi Jared Leto yang memerankan Skeletor. Dikenal dengan totalitas aktingnya, Leto diprediksi akan menampilkan versi musuh bebuyutan He-Man yang lebih menyeramkan dan berkarisma. Tak ketinggalan, Morena Baccarin turut bergabung sebagai The Sorceress, penjaga misterius yang memegang kunci kekuatan di Eternia.
Kehadiran film ini merupakan langkah strategis bagi Mattel Films dalam memperluas jangkauan mereka di industri perfilman setelah kesuksesan besar film Barbie. Masters of the Universe diharapkan menjadi gerbang pembuka bagi semesta sinematik baru yang bisa dinikmati baik oleh penggemar lama maupun penonton masa kini yang haus akan kisah petualangan fantasi.
Dengan dukungan penuh dari Amazon MGM Studios, film ini dipersiapkan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Mulai dari desain kostum hingga pembangunan dunia Eternia, semuanya digarap untuk memastikan pengalaman menonton yang tak terlupakan. Setiap detail dalam film ini seolah menjanjikan sebuah tontonan yang akan menjadi pembicaraan hangat di tahun 2026.
Ada alasan kuat mengapa film ini menjadi salah satu proyek yang paling diantisipasi di tahun 2026. Masters of the Universe menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dengan menggabungkan elemen fiksi ilmiah dan fantasi sihir secara berani. Penonton tidak hanya akan disuguhi pertempuran antar galaksi, tetapi juga kisah perjuangan seorang pemuda dalam menemukan jati diri dan keberanian di tengah situasi yang mendesak.
Selain itu, kualitas akting dari jajaran aktor besar seperti Idris Elba dan Jared Leto memberikan jaminan kualitas yang jarang ditemukan dalam film adaptasi mainan. Menyaksikan film ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana sebuah warisan budaya populer dikelola secara serius dengan teknologi modern, menciptakan jembatan antara nostalgia masa lalu dan ekspektasi penonton masa kini yang haus akan kualitas cerita yang lebih baik.

Masters of the Universe dijadwalkan tayang perdana di bioskop mulai 5 Juni 2026.