Sidney Prescott kembali! Simak detail lengkap Scream 7 mulai dari trailer resmi, sinopsis, daftar pemain, hingga visi sutradara Kevin Williamson....

Scream 7 (2026) - (Image credit: © Paramount Pictures)
Penantian panjang para penggemar horor slasher akhirnya berakhir dengan dirilisnya trailer resmi Scream 7. Kembalinya ikon utama seres ini, Neve Campbell sebagai Sidney Prescott, menjadi pusat perhatian utama setelah absen pada series sebelumnya. Trailer tersebut menampilkan suasana yang jauh lebih gelap dan mencekam, menegaskan bahwa kali ini taruhannya bukan lagi sekadar bertahan hidup, melainkan melindungi masa depan keluarganya.
Narasi dalam trailer memperlihatkan Sidney yang mencoba membangun kehidupan tenang di sebuah kota kecil yang ia anggap aman. Namun, ketenangan itu hancur seketika saat topeng Ghostface kembali muncul ke permukaan. Fokus cerita kali ini bergeser secara emosional karena ancaman tersebut kini secara spesifik menyasar putri remajanya. Dengan tagline "Fear Hits Home", Scream 7 menjanjikan sebuah babak baru yang tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga kedalaman konflik psikologis seorang ibu yang harus menghadapi trauma masa lalunya demi keselamatan sang anak.

Dalam Scream 7, Sidney Prescott telah berusaha keras mengubur memori kelam Woodsboro dan memulai hidup baru. Namun, sejarah seolah menolak untuk melepaskannya saat pembunuh Ghostface baru muncul dan mulai meneror warga di kota tempat tinggalnya sekarang. Ancaman ini menjadi sangat personal ketika putri Sidney, yang diperankan oleh Isabel May, menjadi target utama dalam permainan maut sang pembunuh. Sidney menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan pertumpahan darah ini adalah dengan menghadapi horor masa lalunya sekali lagi secara total.

Cerita ini membawa kembali nuansa klasik Scream yang sangat kental dengan elemen misteri "siapa pembunuhnya". Penonton akan diajak masuk ke dalam ketegangan antar karakter yang saling mencurigai, di mana ancaman bisa datang dari orang-orang terdekat di lingkungan yang selama ini dianggap paling aman. Fokus pada konflik lintas generasi antara Sidney dan putrinya memberikan dimensi baru bagi waralaba ini, menjadikan Scream 7 sebagai salah satu film paling emosional dalam sejarah seri tersebut.
Film ini menandai momen bersejarah karena menjadi proyek penyutradaraan pertama bagi Kevin Williamson dalam film series Scream. Williamson sendiri bukan orang asing bagi para penggemar, mengingat dialah penulis naskah asli film Scream pertama pada tahun 1996 yang merevolusi genre horor. Keputusannya untuk duduk di kursi sutradara membawa harapan besar bagi penggemar setia bahwa film ketujuh ini akan kembali ke akar horor cerdas, penuh sindiran budaya pop, namun tetap memiliki intensitas ketakutan yang murni.
Dalam sebuah pernyataan, Kevin Williamson sempat mengungkapkan visinya untuk proyek ini. Beliau menekankan pentingnya karakter Sidney sebagai jantung dari cerita ini. Berikut adalah kutipan dari sang kreator:
"Saya ingin membawa penonton kembali ke perasaan di mana setiap sudut rumah terasa tidak aman. Sidney adalah penyintas sejati, dan melihatnya berjuang sebagai seorang ibu memberikan perspektif baru yang belum pernah kita eksplorasi sebelumnya. Ini adalah surat cinta untuk para penggemar horor klasik." – Kevin Williamson, Sutradara & Produser Eksekutif.
Sebagai bagian dari evolusi film, Scream 7 menghadirkan beberapa elemen menonjol yang membedakannya dari seri-seri sebelumnya:

Selain Neve Campbell, film ini juga menandai kembalinya Courteney Cox sebagai Gale Weathers, sang jurnalis tangguh yang selalu ada di setiap seri Scream. Kehadirannya tetap menjadi elemen penting dalam membantu Sidney mengungkap motif di balik topeng Ghostface. Selain itu, wajah-wajah familiar dari seri sebelumnya seperti Mason Gooding dan Jasmin Savoy Brown juga dipastikan kembali, memberikan kesinambungan cerita bagi para penggemar yang mengikuti perjalanan "Core Four" dari film kelima dan keenam.
Kejutan lain datang dari jajaran pemain baru yang cukup mentereng. Isabel May, yang dikenal melalui akting memukaunya di serial 1883, akan memegang peranan kunci sebagai putri Sidney. Bergabung pula Anna Camp dan Joel McHale yang peran spesifiknya masih dirahasiakan, namun diprediksi akan menjadi bagian penting dari lingkaran sosial Sidney yang mencurigakan. Dengan perpaduan aktor veteran dan bintang muda berbakat, Scream 7 memiliki kedalaman akting yang sangat kuat untuk mendukung skenario slasher yang intens.
Spekulasi mengenai siapa yang berada di balik topeng Ghostface kali ini sudah mulai memanas di kalangan komunitas penggemar. Berdasarkan trailer yang menampilkan dialog "I’m gonna burn it all down", banyak yang menduga bahwa motif pembunuh kali ini bukan sekadar obsesi pada film, melainkan balas dendam yang bersifat sangat pribadi terhadap Sidney. Penempatan Sidney sebagai target langsung setelah sekian lama menjadikannya sasaran empuk bagi teori-teori tentang kembalinya karakter dari masa lalu atau pengkhianatan dari orang yang paling ia percayai.
Naskah yang ditulis oleh Guy Busick diharapkan mampu mempertahankan tradisi Scream dalam memutarbalikkan ekspektasi penonton. Sebagai penutup dari banyak spekulasi, Scream 7 dipandang sebagai babak yang menentukan apakah waralaba ini akan terus berlanjut ke generasi berikutnya atau memberikan konklusi final yang epik bagi perjalanan Sidney Prescott. Apapun hasilnya, keterlibatan Kevin Williamson memastikan bahwa film ini akan menjadi salah satu rilisan horor terbesar di tahun 2026.

Scream 7 dijadwalkan tayang secara eksklusif di bioskop mulai 27 Februari 2026. Jangan lewatkan babak terakhir yang paling personal bagi Sidney Prescott!
Menonton Scream 7 adalah pengalaman wajib karena film ini membawa taruhan emosional ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam seri ini. Alih-alih hanya mengandalkan aksi kejar-kejaran biasa, cerita kali ini menggali lebih dalam sisi kemanusiaan Sidney Prescott yang harus berjuang melindungi putrinya dari teror Ghostface yang sangat personal.
Intensitas ketegangan yang dibangun bukan sekadar tentang siapa yang akan mati selanjutnya, melainkan tentang bagaimana sebuah keluarga bertahan di bawah tekanan maut yang menyerang hingga ke dalam rumah mereka sendiri.