Diperingati pada tanggal 21 Oktober di berbagai negara, Apple Day menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi ragam rasa, tekstur, serta...

Image credit: Garden Of Europe
Jakarta, Indonesia, 21 Oktober 2026 — Di Indonesia, tanggal 21 Oktober kerap disebut oleh sejumlah media sebagai Hari Apel Nasional. Perayaan ini memberikan konteks lokal bagi para konsumen di Indonesia untuk mengenal lebih jauh varietas dan asal-usul apel yang ada di pasaran.
Pasar apel di Indonesia merupakan gabungan antara produk lokal dan buah impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor sekitar 318.000 ton apel segar sepanjang tahun 2025 dengan nilai mencapai hampir USD 357 juta.
Apple Day juga menjadi kesempatan yang baik untuk memahami bagaimana setiap varietas apel memiliki keunggulan rasa, tekstur, dan fungsi kulinernya masing-masing.
Kampanye Garden of Europe—yang didanai bersama oleh Uni Eropa—menyoroti empat varietas apel asal Polandia yang masing-masing memiliki karakteristik unik.
Apel Gala berukuran sedang, bertekstur renyah, dan rasanya manis, dengan kulit berwarna merah berona kuning. Sementara itu, apel Red Jonaprince berukuran lebih besar, memiliki warna merah tua, daging buah yang padat, aroma yang menggugah selera, serta perpaduan rasa manis dan asam yang seimbang.
Ada pula apel Red Delicious yang berair, renyah, dan manis, serta apel Red Chief yang dikenal berkat kulitnya yang berwarna merah tua, daging buah yang renyah dan berwarna krem, beraroma harum, serta memiliki rasa yang manis.
Karakteristik yang beragam ini membuka banyak peluang kreasi di dapur. Apel yang berasa lebih manis sangat cocok dinikmati langsung dalam keadaan segar atau dijadikan hidangan penutup, sedangkan varietas yang lebih padat sangat ideal untuk olahan masakan yang membutuhkan buah agar bentuknya tetap utuh.
Kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kampanye Garden of Europe aktif mempromosikan apel asal Polandia serta buah kiwi asal Yunani di pasar internasional pilihan, termasuk Indonesia.
Untuk memeriahkan Apple Day, kampanye ini membagikan resep Kompot Apel Berbumbu Gula Merah dan Kayu Manis yang terinspirasi dari bahan-bahan yang akrab di dapur masyarakat Indonesia. Menggabungkan apel Eropa dengan gula merah, kayu manis, dan cengkih, resep ini menawarkan cara praktis untuk menikmati buah apel dalam sajian penutup beraroma lokal.
Bahan-bahan:
Cara Membuat:
Melalui perpaduan buah apel, gula merah, dan rempah-rempah, resep bernuansa Nusantara ini menunjukkan bagaimana buah apel asal Eropa dapat diolah menjadi hidangan penutup yang sangat pas dengan selera lidah Indonesia.
Didanai oleh Uni Eropa. Pandangan dan opini yang diungkapkan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan Uni Eropa atau European Research Executive Agency (REA). Baik Uni Eropa maupun pihak pemberi hibah tidak dapat bertanggung jawab atas pandangan tersebut.